Menemukan Perlindungan

Rabu, 7 September 2022

Baca: Yesaya 25:1-9

25:1 Ya TUHAN, Engkaulah Allahku; aku mau meninggikan Engkau, mau menyanyikan syukur bagi nama-Mu; sebab dengan kesetiaan yang teguh Engkau telah melaksanakan rancangan-Mu yang ajaib yang telah ada sejak dahulu.

25:2 Sebab Engkau telah membuat kota itu menjadi timbunan batu, dan kota yang berkubu itu menjadi reruntuhan; puri orang luar tidak lagi menjadi kota, dan tidak dibangunkan lagi untuk selama-lamanya.

25:3 Oleh karena itu suatu bangsa yang kuat akan memuliakan Engkau; kota bangsa-bangsa yang gagah akan takut kepada-Mu.

25:4 Sebab Engkau menjadi tempat pengungsian bagi orang lemah, tempat pengungsian bagi orang miskin dalam kesesakannya, perlindungan terhadap angin ribut, naungan terhadap panas terik, sebab amarah orang-orang yang gagah sombong itu seperti angin ribut di musim dingin,

25:5 seperti panas terik di tempat kering. Kegaduhan orang-orang luar Kaudiamkan; seperti panas terik ditiadakan oleh naungan awan, demikianlah nyanyian orang-orang yang gagah sombong ditiadakan.

25:6 TUHAN semesta alam akan menyediakan di gunung Sion ini bagi segala bangsa-bangsa suatu perjamuan dengan masakan yang bergemuk, suatu perjamuan dengan anggur yang tua benar, masakan yang bergemuk dan bersumsum, anggur yang tua yang disaring endapannya.

25:7 Dan di atas gunung ini TUHAN akan mengoyakkan kain perkabungan yang diselubungkan kepada segala suku bangsa dan tudung yang ditudungkan kepada segala bangsa-bangsa.

25:8 Ia akan meniadakan maut untuk seterusnya; dan Tuhan ALLAH akan menghapuskan air mata dari pada segala muka; dan aib umat-Nya akan dijauhkan-Nya dari seluruh bumi, sebab TUHAN telah mengatakannya.

25:9 Pada waktu itu orang akan berkata: “Sesungguhnya, inilah Allah kita, yang kita nanti-nantikan, supaya kita diselamatkan. Inilah TUHAN yang kita nanti-nantikan; marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita oleh karena keselamatan yang diadakan-Nya!”

Sebab Engkau menjadi tempat pengungsian bagi orang lemah, tempat pengungsian bagi orang miskin dalam kesesakannya, perlindungan terhadap angin ribut. —Yesaya 25:4

Saya dan istri pernah menginap di sebuah hotel tua yang indah di tepi pantai. Penginapan ini memiliki jendela besar berpanel dan dinding batu yang tebal. Suatu sore, badai mengamuk, membuat laut bergolak dan menghantam jendela hotel bagai gedoran penuh amarah. Namun, kami merasa aman. Dinding hotel dan fondasinya sangat kuat! Selama badai berlangsung, kamar kami menjadi tempat perlindungan.

Perlindungan atau tempat pengungsian adalah tema penting dalam Kitab Suci, dimulai dari Allah sendiri. “Engkau menjadi tempat pengungsian bagi orang lemah,” Yesaya menulis tentang Allah, “tempat pengungsian bagi orang miskin dalam kesesakannya, perlindungan terhadap angin ribut” (Yes. 25:4). Tempat pengungsian juga merupakan ciri keberadaan umat Allah, baik dalam bentuk kota-kota perlindungan yang harus mereka sediakan (Bil. 35:6) atau kasih yang patut mereka tunjukkan kepada “orang asing” yang membutuhkan (Ul. 10:19). Prinsip-prinsip yang sama juga dapat memandu kita saat ini ketika krisis kemanusiaan melanda dunia. Pada masa-masa seperti ini, kita berdoa kiranya Allah, Sang sumber perlindungan, dapat memakai kita, umat-Nya, untuk memberi rasa aman bagi mereka yang membutuhkan.

Keesokan paginya, badai yang menerjang hotel kami sudah mereda. Laut kembali tenang dan burung-burung camar menikmati hangatnya sinar mentari. Inilah gambaran yang terus saya pegang saat memikirkan saudara-saudari kita yang menghadapi bencana alam atau ditekan oleh penguasa yang “gagah sombong” (Yes. 25:4): Allah, Sang sumber perlindungan, akan memampukan kita menolong orang lain untuk menemukan rasa aman di masa sekarang dan pengharapan yang cerah di masa mendatang. —Sheridan Voysey

WAWASAN
“Bangsa yang kuat” dan “bangsa-bangsa yang gagah” di Yesaya 25:3 kemungkinan mengacu kepada bangsa Asyur yang dipimpin oleh Sanherib, tokoh antagonis yang selalu membayang-bayangi dalam masa pelayanan Yesaya (lihat pasal 36–37). Bagi penduduk Yerusalem yang merasa gentar di balik tembok kota yang didirikan oleh Raja Daud yang perkasa dahulu kala, pernyataan Yesaya dalam perikop hari ini menyuarakan pengharapan besar. Kekejaman Asyur mungkin saja menghantam seperti “angin ribut di musim dingin” (25:4), tetapi Allah sendiri akan menjadi tempat perlindungan bagi mereka. Dia akan membungkam para penindas mereka. Lalu, seperti Daud, nenek moyang mereka, dalam Mazmur 23, mereka akan menikmati perjamuan di depan mata lawan mereka. —Jed Ostoich

Menemukan Perlindungan

Pernahkah kamu “berlindung” di dalam Allah atau menemukan perlindungan melalui umat-Nya? Bagaimana kamu dapat berperan dalam menolong mereka yang menghadapi masalah saat ini?

Ya Allah sumber perlindunganku, mampukan aku menolong mereka yang membutuhkan perlindungan dan pengharapan.

Bacaan Alkitab Setahun: Amsal 1-2; 1 Korintus 16

Bagikan Konten Ini
35 replies
  1. rico art
    rico art says:

    Terimakasih Tuhan atas banyak berkat yang selalu Engkau limpahkan kepada kami hari lepas hari, pimpin dan kuatkanlah kami dimanapun kami berada ya Tuhan serta tolong kami, sembuhkan juga orang orang disekitar kami dari segala macam penyakit akibat dari pandemi ini ya Tuhan serta beri kekuatan kepada yang terkena bencana, kami menyerah kan segala rencana kehidupan kami kedalam tangan Mu saja ya Tuhan Biarlah KehendakMu yang terjadi, terpujilah NamaMu kekal selamanya, amin

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *