Titik Pendaratan 

Rabu, 24 Agustus 2022

Baca: 2 Korintus 5:6-10

5:6 Maka oleh karena itu hati kami senantiasa tabah, meskipun kami sadar, bahwa selama kami mendiami tubuh ini, kami masih jauh dari Tuhan,

5:7 –sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat–

5:8 tetapi hati kami tabah, dan terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan.

5:9 Sebab itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami diam di luarnya, supaya kami berkenan kepada-Nya.

5:10 Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.

Hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat. —2 Korintus 5:7

Hewan impala, yang termasuk keluarga antelop, dapat melompat hingga ketinggian tiga meter dan sejauh sembilan meter. Kemampuan yang luar biasa ini sangat penting bagi kelangsungan hidup impala di alam liar Afrika. Namun, di banyak kandang impala dalam kebun binatang, kamu akan menemukan hewan ini terkurung di balik dinding setinggi tak sampai satu meter. Bagaimana mungkin dinding serendah itu dapat menahan hewan yang atletis ini? Hal itu mungkin karena impala tak pernah melompat kecuali mereka dapat melihat tempat mendaratnya. Dinding serendah itu dapat menahan impala tetap berada dalam kandang karena hewan ini tak dapat melihat apa yang ada di balik dinding.

Sebagai manusia, kita pun tak jauh berbeda. Kita ingin mengetahui hasil dari sebuah situasi sebelum kita melangkah maju. Akan tetapi, jarang sekali itu terjadi dalam hidup beriman. Dalam suratnya kepada jemaat di Korintus, Rasul Paulus mengingatkan, “Hidup [kita] ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat” (2Kor. 5:7).

Tuhan Yesus mengajar kita berdoa, “Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga” (Mat 6:10). Namun, ini tidak berarti kita akan tahu apa yang akan terjadi sebelumnya. Hidup dengan iman berarti mempercayai maksud yang baik dari Allah sekalipun maksud tersebut masih terselubung misteri.

Di tengah ketidakpastian hidup, kita dapat mempercayai kasih-Nya yang tak berkesudahan. Apa pun yang kita hadapi dalam hidup ini, marilah berusaha “supaya [kita] berkenan kepada-Nya” (2Kor. 5:9). —BILL CROWDER

WAWASAN
Paulus menuliskan bagian yang kaya ini dalam konteks merenungkan kematian. Namun, ia memberikan penutup yang tidak lazim di dalamnya. Bukan saja merindukan kematian, ia juga memandangnya sebagai “ditelan oleh hidup” (2 Korintus 5:4), dan ini memutarbalikkan pandangan yang lazim kita miliki. Pasal itu dimulai dengan Paulus yang membandingkan “kemah tempat kediaman kita di bumi” dengan “suatu tempat kediaman di sorga bagi kita, . . . yang kekal” (ay.1). Rasul Paulus begitu meyakini kekekalan masa depan sehingga ia menyatakan, “terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan” (ay.8). Karena sekarang, “kita mengeluh, karena kita rindu mengenakan tempat kediaman sorgawi” (ay.2). Paulus sangat yakin mengenai hal itu karena Allah telah “mengaruniakan Roh, kepada kita sebagai jaminan segala sesuatu yang telah disediakan bagi kita” (ay.5). Itulah pesan agung dari Injil. Bagi orang-orang yang percaya kepada Kristus, kematian telah ditelan oleh kehidupan kekal. —Tim Gustafson

Titik Pendaratan 

Dalam hal apa saja kamu sulit menentukan langkah yang perlu kamu ambil? Mintalah Allah agar Dia menolong kamu untuk mempercayai-Nya sembari melangkah maju dalam anugerah-Nya.

Ya Bapa, sering kali aku terpaku karena ketidakpastian dan rasa takut. Kumohon, tuntunlah langkah-langkahku saat aku mempercayai-Mu untuk menggenapi kehendak-Mu yang baik.

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 116-118; 1 Korintus 7:1-19

Bagikan Konten Ini
43 replies
  1. rico art
    rico art says:

    Terimakasih Tuhan atas banyak berkat yang selalu Engkau limpahkan kepada kami hari lepas hari, pimpin dan kuatkanlah kami dimanapun kami berada ya Tuhan serta tolong kami, sembuhkan juga orang -orang disekitar kami dari segala macam penyakit akibat dari pandemi ini ya Tuhan serta beri kekuatan kepada yang terkena bencana, kami menyerah kan segala rencana kehidupan. kami kedalam TanganMu saja ya Tuhan, biarlah KehendakMu yang terjadi, terpujilah NamaMu kekal selamanya, amin

  2. Sindhu
    Sindhu says:

    seringkali aku ragu, jalanku sdh benar dlm jalan & rancangan Tuhan. itu yg membuatku jd takut & penuh kekuatiran utk masa depanku.

  3. Setiawati Herawati
    Setiawati Herawati says:

    maaf tadi blm sekesai memberi responnya keburu kenpijit ya tuhan pimpin setiap langkah kami untk tdk takut ajar kami untk kami tdk takut dlm menjlni hdp kami npercaya tuhan selalu menopang ajar kami untk pemperc engkau dgn segenap hati dan dgn segenap jiwa amin

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *