Ketika Doa Mengguncang Bumi

Rabu, 3 Agustus 2022

Baca: Wahyu 8:1-6

8:1 Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang ketujuh, maka sunyi senyaplah di sorga, kira-kira setengah jam lamanya.

8:2 Lalu aku melihat ketujuh malaikat, yang berdiri di hadapan Allah, dan kepada mereka diberikan tujuh sangkakala.

8:3 Maka datanglah seorang malaikat lain, dan ia pergi berdiri dekat mezbah dengan sebuah pedupaan emas. Dan kepadanya diberikan banyak kemenyan untuk dipersembahkannya bersama-sama dengan doa semua orang kudus di atas mezbah emas di hadapan takhta itu.

8:4 Maka naiklah asap kemenyan bersama-sama dengan doa orang-orang kudus itu dari tangan malaikat itu ke hadapan Allah.

8:5 Lalu malaikat itu mengambil pedupaan itu, mengisinya dengan api dari mezbah, dan melemparkannya ke bumi. Maka meledaklah bunyi guruh, disertai halilintar dan gempa bumi.

8:6 Dan ketujuh malaikat yang memegang ketujuh sangkakala itu bersiap-siap untuk meniup sangkakala.

Naiklah asap kemenyan bersama-sama dengan doa orang-orang kudus itu dari tangan malaikat itu ke hadapan Allah. —Wahyu 8:4

Dr. Gary Greenberg adalah ahli dalam bidang penelitian pasir, yang disebut arenology. Beliau melakukannya dengan memotret pasir dari pantai-pantai di seluruh dunia. Ketika tampilan foto-foto itu dibesarkan, kita sering dapat melihat warna-warna cerah tak terduga yang dihasilkan oleh berbagai unsur mineral, cangkang, dan serpihan karang yang terkandung dalam pasir tersebut.

Greenberg menemukan ada banyak hal di balik pasir, lebih daripada yang dapat dilihat mata. Analisis mikroskop terhadap kandungan mineral pasir mengungkapkan banyak hal tentang erosi, arus pantai, dan potensi dampaknya terhadap garis pantai. Luar biasa, sejumput pasir saja dapat memberikan informasi yang sangat berharga!

Sebuah doa, seperti sebutir pasir, mempunyai pengaruh yang besar. Kitab Suci menunjukkan peranan doa yang penuh kuasa dalam kedatangan Kerajaan Allah. Dalam Wahyu 8, Yohanes melihat seorang malaikat berdiri dekat mezbah di hadapan takhta Allah dengan memegang pedupaan emas berisi “doa semua orang kudus.” “Lalu malaikat itu mengambil pedupaan itu, mengisinya dengan api dari mezbah, dan melemparkannya ke bumi. Maka meledaklah bunyi guruh, disertai halilintar dan gempa bumi” (ay.3,5).

Segera setelah malaikat melempar pedupaan berisi api dan doa itu, tujuh malaikat yang memegang tujuh sangkakala “bersiap-siap untuk meniup[-nya]” (ay.6), tanda tibanya hari-hari terakhir bumi dan kedatangan Kristus kembali.

Mungkin adakalanya kita merasa doa-doa kita tidak terlalu berarti, tetapi Allah tidak pernah melewatkan satu pun doa kita. Dia bahkan sangat menghargainya, hingga doa kita mempunyai peranan dalam penggenapan Kerajaan-Nya. Bersama-Nya, doa yang tampak sepele bagi kita ternyata sanggup mengguncangkan bumi! —JAMES BANKS

WAWASAN
Ketika diasingkan di Pulau Patmos, Rasul Yohanes menuliskan penglihatannya mengenai rencana Allah di masa depan, yang disebutnya “wahyu [apokalypsis] Yesus Kristus” (Wahyu 1:1-4). Sebagai tulisan apokaliptik, Kitab Wahyu menggunakan bahasa simbolis, kiasan, dan metafora untuk menggambarkan peristiwa-peristiwa akhir zaman yang akan didatangkan Allah. Yohanes menulis tentang penghakiman besar dari Allah atas bumi dalam rupa tujuh gulungan kitab yang dimeterai (pasal 6), sangkakala (pasal 8), dan cawan (pasal 16). Pada jeda antara penghakiman gulungan bermeterai dan bunyi sangkakala, ia menulis tentang “kemenyan” yang dipersembahkan kepada Allah (8:3). Di dalam Alkitab, kemenyan melambangkan “doa semua orang kudus” (8:3; lihat 5:8; Mazmur 141:2; Lukas 1:10). Kita tidak diberi tahu apa isi doa-doa itu, tetapi sebelumnya, para martir Kristen berdoa meminta keadilan dan pembenaran dari Allah (Wahyu 6:9-11). Yohanes memberitahukan kepada kita “naiklah asap kemenyan bersama-sama dengan doa orang-orang kudus itu . . . ke hadapan Allah” (8:4). Para ahli Alkitab mengatakan bahwa doa-doa itu dijawab dalam Wahyu 15:7-8; 16:5-6; dan 19:2. —K.T. Sim

Ketika Doa Mengguncang Bumi

Menurut kamu, mengapa Yesus ingin kita berdoa untuk kedatangan Kerajaan Allah (Matius 6:10)? Bagaimana kamu dapat tetap bertekun dalam doa hari ini?

Bapa Surgawi, tolonglah aku untuk tekun berdoa hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 63-65; Roma 6

Bagikan Konten Ini
54 replies
Newer Comments »
  1. Kristanti Sipahutar
    Kristanti Sipahutar says:

    Bagi saya, Doa itu adalah nafas kehidupan saya untuk menjalani aktifitas sepanjang satu hari. Untuk itu, apabila saya tidak ada berdoa dalam 1 hari, maka saya mengganggap diri saya tidak bernyawa sepanjang 1 hari itu. anak Tuhan, anak yang rajin berdoa.

  2. rico art
    rico art says:

    Terimakasih Tuhan atas banyak berkat yang selalu Engkau limpahkan kepada kami hari lepas hari, pimpin dan kuatkanlah kami dimanapun kami berada ya Tuhan serta tolong kami, sembuhkan juga orang – orang disekitar kami dari segala macam penyakit akibat dari pandemi ini ya Tuhan , serta beri kekuatan kepada yang terkena bencana, kami menyerahkan segala rencana kehidupan kami kedalam TanganMu saja ya Tuhan , biarlah KehendakMu yang terjadi, terpujilah NamaMu kekal selamanya, amin

  3. Noviana Da Silva
    Noviana Da Silva says:

    Ya Tuhan Yesus, smoga aku dn keluarga ku kyk bersama-Mu di Surga yg Kekal, saat kedatangan-Mu yg kedua kalinya.
    Amin🙏🏽😇

  4. Sandra Ria
    Sandra Ria says:

    Amin, terima kasih atas renungan Firman Tuhan hari ini. Tuhan Yesus memberkati kita semua, Aminn. 😇🙏✨

Newer Comments »

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *