Berani Mengambil Sikap

Rabu, 10 Agustus 2022

Baca: Ester 4:7-14

4:7 dan Mordekhai menceritakan kepadanya segala yang dialaminya, serta berapa banyaknya perak yang dijanjikan oleh Haman akan ditimbang untuk perbendaharaan raja sebagai harga pembinasaan orang Yahudi.

4:8 Juga salinan surat undang-undang, yang dikeluarkan di Susan untuk memunahkan mereka itu, diserahkannya kepada Hatah, supaya diperlihatkan dan diberitahukan kepada Ester. Lagipula Hatah disuruh menyampaikan pesan kepada Ester, supaya pergi menghadap raja untuk memohon karunianya dan untuk membela bangsanya di hadapan baginda.

4:9 Lalu masuklah Hatah dan menyampaikan perkataan Mordekhai kepada Ester.

4:10 Akan tetapi Ester menyuruh Hatah memberitahukan kepada Mordekhai:

4:11 “Semua pegawai raja serta penduduk daerah-daerah kerajaan mengetahui bahwa bagi setiap laki-laki atau perempuan, yang menghadap raja di pelataran dalam dengan tiada dipanggil, hanya berlaku satu undang-undang, yakni hukuman mati. Hanya orang yang kepadanya raja mengulurkan tongkat emas, yang akan tetap hidup. Dan aku selama tiga puluh hari ini tidak dipanggil menghadap raja.”

4:12 Ketika disampaikan orang perkataan Ester itu kepada Mordekhai,

4:13 maka Mordekhai menyuruh menyampaikan jawab ini kepada Ester: “Jangan kira, karena engkau di dalam istana raja, hanya engkau yang akan terluput dari antara semua orang Yahudi.

4:14 Sebab sekalipun engkau pada saat ini berdiam diri saja, bagi orang Yahudi akan timbul juga pertolongan dan kelepasan dari pihak lain, dan engkau dengan kaum keluargamu akan binasa. Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu.”

Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini  engkau beroleh kedudukan sebagai ratu. —Ester 4:14

Di sebuah kota kecil di negara bagian Illinois, 40% dari seluruh tindak kriminal dalam masyarakat adalah kekerasan dalam rumah tangga. Menurut seorang pendeta setempat, masalah KDRT sering disembunyikan di dalam komunitas rohani karena tidak nyaman untuk dibicarakan. Namun, alih-alih menghindari masalah, sekelompok rohaniwan di kota itu memilih mempraktikkan iman mereka dan dengan berani menangani masalah tersebut. Mereka memulainya dengan mengikuti berbagai pelatihan untuk mengenali tanda-tanda terjadinya kekerasan dan mendukung sejumlah organisasi nirlaba yang khusus menangani masalah ini. Menyadari besarnya pengaruh iman dan perbuatan, salah seorang rohaniwan berkata, “Kami percaya, doa dan belas kasihan kita, ditambah dukungan nyata, dapat membawa perubahan yang berarti.”

Ketika Ester, Ratu Persia, ragu-ragu untuk angkat suara menentang hukum yang mengizinkan pemusnahan bangsanya, ia diingatkan pamannya bahwa jika tetap diam, ia dan keluarganya tidak akan luput, bahkan pasti binasa (Est. 4:13-14). Karena tahu inilah waktunya untuk berani mengambil sikap, Mordekhai berujar, “Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu” (ay.14).

Baik kita dipanggil untuk menyuarakan perlawanan terhadap ketidakadilan atau perlu mengampuni seseorang yang menyusahkan kita, Alkitab meyakinkan kita bahwa dalam situasi-situasi sulit seperti itu, Allah tidak pernah meninggalkan atau melupakan kita (Ibr. 13:5-6). Ketika kita mengharapkan Allah menolong kita dari ancaman, Dia akan memberi kita “kekuatan, kasih dan ketertiban” untuk menunaikan tanggung jawab kita hingga selesai (2Tim. 1:7). —Kimya Loder

WAWASAN
Kisah Ester dan kemenangan umat Allah atas musuh bebuyutan mereka memberikan penguatan sekaligus peringatan bagi kita di masa kini. Sekalipun ketika Allah tampaknya tidak hadir, Dia terus bekerja di belakang layar untuk memelihara umat-Nya dan melindungi mereka dari musuh-musuh mereka. Kelangsungan hidup bangsa Yahudi juga berarti kelangsungan harapan bagi Mesias yang akan datang. Kita juga belajar bahwa tidak ada yang dapat menghindari penghakiman Allah. Dikutip dari Understanding the Bible: The History Books. (Memahami Alkitab: Kitab-kitab Sejarah).

Berani Mengambil Sikap

Apa yang mungkin Allah minta untuk kamu lakukan saat ini? Sumber daya apa yang telah kamu terima dari Allah untuk menjawab panggilan-Nya itu?

Bapa Surgawi, terima kasih karena Engkau telah mengaruniakan panggilan khusus atas hidupku. Tolonglah aku untuk mengatasi ketakutan yang menghalangiku melangkah dengan iman.

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 79-80; Roma 11:1-18

Bagikan Konten Ini
46 replies
  1. ritha
    ritha says:

    Berilah kami kepekaan atas apa yang mgkin Tuhan inginkan utk kami lakukan sebagai panggilan khusus idup kami. 🙏🙏🙏

  2. rico art
    rico art says:

    Terimakasih Tuhan atas banyak berkat yang selalu Engkau limpahkan kepada kami hari lepas hari, pimpin dan kuatkanlah kami dimanapun kami berada ya Tuhan serta tolong kami, sembuhkan juga orang disekitar kami dari segala macam penyakit akibat dari pandemi ini ya Tuhan serta beri kekuatan kepada yang terkena bencana, kami menyerahkan Segala rencana kehidupan kami kedalam TanganMu saja ya Tuhan, biarlah KehendakMu yang terjadi, terpujilah NamaMu kekal selamanya, amin

  3. Sindhu
    Sindhu says:

    utk segala sesuatu, ada maksud Tuhan di dlmnya. tolong, aku Tuhan, apa yg hrs aku lakukan utk saat2 ini.

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *