Hidup Ini Indah, Jika Kita Tahu dan Mengerti Kehendak-Nya

Oleh Ellen Kosakoy

“Ah manusia, sia-sialah segala usahamu untuk menemukan jawab dari persoalanmu dalam dirimu sendiri karena semua pengertian sebenarnya membawa kamu pada pengetahuan bahwa bukan dari dirimu sendiri kamu akan menemukan apa yang benar dan baik” – Blaise Pascal

Suatu kali aku menghadiri pameran seni di pusat kota. Ya. Aku memang penikmat seni. Meski rasanya tak layak disebut sebagai seniman, namun aku sering mengisi waktuku dengan melukis atau membuat patung di sela kesibukanku bekerja. Pameran ini ramai sekali. Tak heran, sebab banyak sekali seniman yang berpartisipasi dalam acara ini. Ragam seni pun ditampilkan, mulai dari seni lukis, seni rupa, seni tari, seni musik, bahkan hingga seni teater. Dengan bahagia aku berjalan menyusuri sudut demi sudut, dan ruang demi ruang. Rasanya ini adalah hari yang paling menyenangkan dalam hidupku. Ditambah lagi aku dapat memotret banyak objek hari ini.

Waktu berlalu dan aku tenggelam dalam kebahagiaan ini. Lalu ketika aku akan memotret lagi, tiba-tiba pandanganku terhenti pada sebuah karya di hadapanku. “Wah! Apa ini?” Aku mendekat dan mataku tak berkedip karena kagum. Di depanku ada sebuah lukisan yang menggambarkan sebuah peta yang terbuat dari kumpulan puzzle. Anehnya susunan puzzle itu tidak lengkap, sehingga meski mungkin kita sudah dapat menebak maksud gambar yang akan ditampilkan, kita akan bertanya mengapa ada bagian yang tidak dilengkapi. Di bagian bawah lukisan sang pelukis memberi keterangan “Hanya Aku yang memiliki bagian puzzle yang hilang, sehingga hanya Aku yang mampu mengisinya”.

Melihat lukisan dan tulisan itu di bawahnya, aku hanya tersenyum sambil berkata dalam hati: “Oh.. ternyata demikian.. aku mengerti sekarang..”

Sadar atau tidak, meski kita menyadari adanya keteraturan dalam hidup, kita juga mengetahui bahwa hidup kita seperti puzzle yang terpisah satu sama lain. Kita belum melihat gambaran besarnya, oleh karena itu kita sering mempertanyakan hidup kita: akan seperti apa dan bagaimana seharusnya. Demikian pada akhirnya, semua orang berusaha untuk mencari signifikansi, nilai penting dari dirinya. Signifikansi tersebut kemudian dikaitkan dengan kebahagiaan yang dianggap oleh sebagian besar orang sebagai tujuan dalam hidup.

Di dalam kekristenan sendiri, kebahagiaan bukanlah sesuatu yang kita cari dan bukan tujuan dalam hidup, melainkan hasil dari pencarian sesuatu yang lain (apa yang kita temukan). Tujuan hidup manusia sebenarnya adalah berkaitan dengan hal yang non material dan bersifat personal. Katekismus Westminster menegaskan bahwa tujuan utama manusia adalah memuliakan Allah (Rm. 11:36; 1 Kor. 10:31) dan menikmati Dia (Mzm. 73:24-28; Yoh. 17:21-23). Di dalam memuliakan Allah, kita menemukan kebahagiaan yang sejati. Oleh karena itu, selama kita tidak hidup dengan tujuan yang sebenarnya, maka kita akan terus merasakan kekosongan dalam diri kita.

Allah telah menetapkan tujuan-Nya atas hidup kita. Ketetapan Allah adalah jelas secara tujuan, tapi misteri secara detail (caranya). Bukan berarti Dia tidak menetapkan hal kecil, hanya saja Dia tidak memberi tahu semua hal yang Dia atur dan tetapkan. Untuk itulah, kita perlu berfokus kepada mengenal Allah dan kehendak-Nya dengan lebih lagi, dibandingkan fokus untuk selalu bertanya apakah kita harus ke kiri atau ke kanan, memilih ini atau itu. Dan cara untuk tahu ketetapan Tuhan adalah melalui pimpinan Tuhan, hati nurani dan kesadaran moral yang selalu dibentuk Tuhan dalam hati kita.

Kita sering berkompromi dengan hidup, sering berkata “Ah, nanti saja, saya mau melakukan ini dulu, itu dulu”. Sehingga tujuan sering berbelok dan tertunda. Namun tak apa jika memang terlanjur demikian, dalam hal ini poin pentingnya adalah kita tetap harus menemukan jalan pulang ketika kita mulai tersesat. Yang perlu diingat bahwa waktu tidak akan berubah, ia hanya akan terus berjalan; waktu tidak akan menunggu, bahkan terhenti. Jangan sampai waktu akan menertawakanmu karena kau terlambat atau tidak tiba di tujuanmu dengan waktu yang tepat sesuai rencana Tuhan.

Kenali dan fokus pada tujuanmu, dan nikmatilah hidupmu di dalam Dia. Hidup tidak akan sejahat yang kita kira jika kita mengerti kehendak-Nya.

Tuhan Yesus memberkati!

Bagikan Konten Ini
12 replies
  1. Wiwien Irianti
    Wiwien Irianti says:

    I’m so blessed 😇. Sangat menjawab pertanyaan dikepala saya beberapa hari ini. Trima kasih atas sharingnya 😇❤

  2. Suryani Panjaitan
    Suryani Panjaitan says:

    Terimakasih buat kisah hidup yg membuat banyak org tersentuh. Kiranya kota sekalian mampu menggunakan waktu yg ada utk memuliakan Nama Tuhan.

  3. Suryani Panjaitan
    Suryani Panjaitan says:

    Terimakasih buat kisah hidup yg membuat banyak org tersentuh. Kiranya kota sekalian mampu menggunakan waktu yg ada utk memuliakan Nama Tuhan.

  4. Martha Padu Lemba
    Martha Padu Lemba says:

    trima kasih buat sharingx yg sgt mmbrkati byk org.kirax Tuhan memampukn kt u tetap pd fokus kt yaitu memuliakn Tuhan.apapun keadaan kt.amin

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *