Karya Ilahi yang Lembut

Senin, 13 Juni 2022

Baca: 1 Raja-raja 19:4-10,15-18

19:4 Tetapi ia sendiri masuk ke padang gurun sehari perjalanan jauhnya, lalu duduk di bawah sebuah pohon arar. Kemudian ia ingin mati, katanya: “Cukuplah itu! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik dari pada nenek moyangku.”

19:5 Sesudah itu ia berbaring dan tidur di bawah pohon arar itu. Tetapi tiba-tiba seorang malaikat menyentuh dia serta berkata kepadanya: “Bangunlah, makanlah!”

19:6 Ketika ia melihat sekitarnya, maka pada sebelah kepalanya ada roti bakar, dan sebuah kendi berisi air. Lalu ia makan dan minum, kemudian berbaring pula.

19:7 Tetapi malaikat TUHAN datang untuk kedua kalinya dan menyentuh dia serta berkata: “Bangunlah, makanlah! Sebab kalau tidak, perjalananmu nanti terlalu jauh bagimu.”

19:8 Maka bangunlah ia, lalu makan dan minum, dan oleh kekuatan makanan itu ia berjalan empat puluh hari empat puluh malam lamanya sampai ke gunung Allah, yakni gunung Horeb.

19:9 Di sana masuklah ia ke dalam sebuah gua dan bermalam di situ. Maka firman TUHAN datang kepadanya, demikian: “Apakah kerjamu di sini, hai Elia?”

19:10 Jawabnya: “Aku bekerja segiat-giatnya bagi TUHAN, Allah semesta alam, karena orang Israel meninggalkan perjanjian-Mu, meruntuhkan mezbah-mezbah-Mu dan membunuh nabi-nabi-Mu dengan pedang; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup dan mereka ingin mencabut nyawaku.”

19:15 Firman TUHAN kepadanya: “Pergilah, kembalilah ke jalanmu, melalui padang gurun ke Damsyik, dan setelah engkau sampai, engkau harus mengurapi Hazael menjadi raja atas Aram.

19:16 Juga Yehu, cucu Nimsi, haruslah kauurapi menjadi raja atas Israel, dan Elisa bin Safat, dari Abel-Mehola, harus kauurapi menjadi nabi menggantikan engkau.

19:17 Maka siapa yang terluput dari pedang Hazael akan dibunuh oleh Yehu; dan siapa yang terluput dari pedang Yehu akan dibunuh oleh Elisa.

19:18 Tetapi Aku akan meninggalkan tujuh ribu orang di Israel, yakni semua orang yang tidak sujud menyembah Baal dan yang mulutnya tidak mencium dia.”

 

Elia melihat sekelilingnya, lalu tampak di dekat kepalanya sepotong roti bakar dan kendi berisi air. Ia pun makan dan minum, lalu berbaring lagi. —1 Raja-raja 19:6 bis

Saya pernah mendengar seorang pengusaha bercerita tentang masa kuliahnya. Ketika itu ia sering merasa “tidak berdaya dan putus asa” menghadapi perasaan depresi. Sedihnya, alih-alih membicarakan perasaan-perasaan tersebut dengan dokter, ia justru membuat rencana-rencana yang lebih drastis—memesan buku tentang cara bunuh diri dari perpustakaan setempat dan menentukan tanggal untuk mengakhiri hidupnya.

Allah peduli kepada orang-orang yang tidak berdaya dan putus asa. Kepedulian itu terlihat dari cara-Nya memperlakukan tokoh-tokoh Alkitab yang sedang melewati masa-masa kelam. Ketika Yunus merasa ingin mati, Allah berbicara kepadanya dengan lembut (Yun. 4:3-10). Ketika Elia meminta Allah untuk mengambil nyawanya (1Raj. 19:4), Allah menyediakan roti bakar dan air untuk menyegarkannya kembali (ay.5-9), berbicara kepadanya dengan lembut (ay.11-13), dan membantunya melihat bahwa sebenarnya ia tidak sendirian seperti sangkaannya (ay.18). Allah menghampiri orang-orang yang putus asa dengan pertolongan yang lembut dan nyata.

Perpustakaan itu memberi tahu mahasiswa tadi bahwa buku tentang bunuh diri yang dipesannya sudah siap diambil. Namun, ternyata mereka keliru dan mengirimkan surat pemberitahuan itu ke alamat orangtua si anak. Ketika ibunya menelepon dengan panik, si mahasiswa menyadari kesedihan besar yang bakal timbul bila ia bunuh diri. Pengusaha itu berkata, seandainya surat pemberitahuan itu tidak salah alamat, ia tidak akan ada di sana pada hari itu.

Saya yakin mahasiswa itu bukan diselamatkan oleh keberuntungan atau kebetulan. Entah itu roti bakar dan air ketika kita membutuhkannya, atau salah alamat di waktu yang tepat, ketika ada intervensi misterius menyelamatkan hidup kita, saat itu kita telah mengalami karya ilahi yang lembut. —Sheridan Voysey

WAWASAN
“Malaikat TUHAN” yang melayani Nabi Elia yang sedang putus asa (1 Raja-Raja 19:7) adalah sosok misterius yang muncul di sepanjang Perjanjian Lama. Sosok itu lebih dari sekadar malaikat biasa, karena kemunculannya menyatakan Allah itu sendiri. Contohnya, Hagar melihat “Malaikat TUHAN” berbicara langsung sebagai Allah, yang berjanji, “Aku akan membuat sangat banyak keturunanmu” (Kejadian 16:10). Hagar kemudian menjawab Allah secara langsung, dengan mengaku, “Di sini kulihat Dia yang telah melihat aku” (ay.13). Kitab Keluaran menggambarkan pertemuan Musa dengan “Malaikat TUHAN” di dalam nyala api yang keluar dari semak duri (Keluaran 3:2), kemudian Allah sendiri berbicara dengan Musa dari semak duri tersebut (ay.4-22). —Monica La Rose

Karya Ilahi yang Lembut
 

Bagaimana Allah menolong ketika kamu menghadapi kesulitan? Di mana lagi kamu pernah menyaksikan pertolongan ilahi terjadi?

Ya Allah Mahakasih, aku memuji Engkau karena pertolongan-Mu yang lembut dan nyata bagi orang-orang yang tidak berdaya dan putus asa.

Bacaan Alkitab Setahun: Ezra 6-8; Yohanes 21

Bagikan Konten Ini
45 replies
  1. Hillary V. Wambrauw
    Hillary V. Wambrauw says:

    Renungan yang dengan saya saat ini, terima kasih untuk kesaksian yang sangat luar biasa ♥️😇

  2. rico art
    rico art says:

    Terimakasih Tuhan atas banyak berkat yang selalu Engkau limpahkan kepada kami hari lepas hari, pimpin dan kuatkanlah kami dimanapun kami berada ya Tuhan serta tolong kami, sembuhkan juga orang – orang disekitar kami dari segala macam penyakit akibat dari pandemi ini ya Tuhan serta beri kekuatan kepada yang terkena bencana, kami menyerah kan segala rencana kehidupan kami kedalam TanganMu saja ya Tuhan,biarlah KehendakMu yang terjadi, terpuji lah NamaMu kekal Selamanya, amin

  3. Sonia Dewi Kusumastuti
    Sonia Dewi Kusumastuti says:

    Amin terima kasih atas renungannya, saya percaya Tuhan selalu ada di sisi saya dan pasti menolong saya dalam menghadapi tiap kesulitan hidup.

  4. Christine Angelina
    Christine Angelina says:

    So blessed😇
    Dikala kondisi pribadi saat ini hampir putus asa dan dalam pergumulan.

Trackbacks & Pingbacks

  1. My Homepage says:

    … [Trackback]

    […] Read More here: warungsatekamu.org/2022/06/karya-ilahi-yang-lembut/ […]

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *