Berinvestasi pada Orang Lain

Rabu, 15 Juni 2022

Baca: Lukas 16:1-12

16:1 Dan Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Ada seorang kaya yang mempunyai seorang bendahara. Kepadanya disampaikan tuduhan, bahwa bendahara itu menghamburkan miliknya.

16:2 Lalu ia memanggil bendahara itu dan berkata kepadanya: Apakah yang kudengar tentang engkau? Berilah pertanggungan jawab atas urusanmu, sebab engkau tidak boleh lagi bekerja sebagai bendahara.

16:3 Kata bendahara itu di dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat? Tuanku memecat aku dari jabatanku sebagai bendahara. Mencangkul aku tidak dapat, mengemis aku malu.

16:4 Aku tahu apa yang akan aku perbuat, supaya apabila aku dipecat dari jabatanku sebagai bendahara, ada orang yang akan menampung aku di rumah mereka.

16:5 Lalu ia memanggil seorang demi seorang yang berhutang kepada tuannya. Katanya kepada yang pertama: Berapakah hutangmu kepada tuanku?

16:6 Jawab orang itu: Seratus tempayan minyak. Lalu katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, duduklah dan buat surat hutang lain sekarang juga: Lima puluh tempayan.

16:7 Kemudian ia berkata kepada yang kedua: Dan berapakah hutangmu? Jawab orang itu: Seratus pikul gandum. Katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, buatlah surat hutang lain: Delapan puluh pikul.

16:8 Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang.

16:9 Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi.”

16:10 “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.

16:11 Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya?

16:12 Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?

 

Pakailah kekayaan dunia ini untuk mendapat kawan. —Lukas 16:9 BIS

Sebuah perusahaan menawarkan bonus seribu mil frequent flier (program kesetiaan pelanggan) untuk setiap sepuluh pembelian produk makanan mereka. Ketika seorang pria menyadari bahwa produk termurah mereka adalah puding cokelat, ia pun membeli lebih dari 12.000 buah. Dengan mengeluarkan 3.000 dolar, pria itu mendapatkan status emas sebagai pelanggan dan jumlah mil penerbangan yang cukup untuk seumur hidup bagi keluarganya. Ia juga menyumbangkan puding-puding itu ke lembaga amal, sehingga berhak mendapat potongan pajak sebesar 800 dolar. Benar-benar jenius!

Yesus pernah menceritakan perumpamaan kontroversial tentang seorang bendahara yang cerdik. Ketika dipecat, bendahara itu mengurangi jumlah utang yang perlu dibayar oleh orang-orang yang berutang kepada tuannya. Bendahara itu tahu, dengan jasa yang diberikannya saat ini, ia dapat mengandalkan mereka untuk menolongnya di kemudian hari. Yesus bukan memuji praktik bisnis yang tidak jujur itu, melainkan Dia ingin kita belajar dari kecerdikannya. Yesus berkata bahwa kita harus dengan cerdik “[memakai] kekayaan dunia ini untuk mendapat kawan, supaya apabila kekayaan dunia ini sudah tidak berharga lagi, kalian akan diterima di tempat tinggal yang abadi” (Luk. 16:9 BIS). Sebagaimana pria tadi mengubah puding-puding cokelat seharga dua puluh lima sen menjadi tiket penerbangan, kita dapat menggunakan “kekayaan dunia” yang kita miliki untuk memperoleh “kekayaan rohani” (ay.11 BIS).

Apa kekayaan rohani yang dimaksud? Yesus berkata, “Berikanlah sedekah,” maka akan tersedia bagi Kamu “pundi-pundi yang tidak dapat menjadi tua, suatu harta di sorga yang tidak akan habis, yang tidak dapat didekati pencuri dan yang tidak dirusakkan ngengat” (12:33). Meskipun bukan menjadi cara untuk memperoleh keselamatan, investasi kita akan menegaskannya, “karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada” (ay.34). —Mike Wittmer

WAWASAN
Ketika menyusun kisah-kisah perumpamaan-Nya, Yesus mengaitkannya dengan keadaan-keadaan dunia nyata. Itulah salah satu alasan mengapa kisah-kisah-Nya sering berpusat kepada uang. Para pendengar-Nya jelas memahami perlunya orang memiliki sejumlah harta di dunia. Yang diajarkan di sini bukanlah agar kita bersikap tidak jujur atau melanggar batas-batas etika seperti yang dilakukan si bendahara. Sebaliknya, Yesus menyiratkan bahwa kita harus dapat dipercaya untuk mengelola “kekayaan dunia” (ay.11 BIS). Maksud-Nya, kita perlu bermurah hati dengan cara yang memuliakan Allah, dan itu dimulai dengan kesanggupan untuk dipercaya mengelola hal-hal kecil. —Tim Gustafson

Berinvestasi pada Orang Lain
 

Apa yang kamu lakukan baru-baru ini untuk memenuhi kebutuhan jasmani seseorang? Mengapa kemurahan hati kamu merupakan investasi yang berharga?

Ya Allah yang penuh kasih, tolonglah aku untuk bermurah hati kepada orang miskin, demi nama Yesus dan demi kemuliaan-Mu.

Bacaan Alkitab Setahun: Nehemia 1-3; Kisah Para Rasul 2:1-21

Bagikan Konten Ini
45 replies
  1. Dedi Irwanto Samosir
    Dedi Irwanto Samosir says:

    Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi.” Saya kurang mengerti ayat ini apalagi kata” Mamon yg tidak jujur

  2. rico art
    rico art says:

    Terimakasih Tuhan atas banyak berkat yang selalu Engkau limpahkan kepada kami hari lepas hari , pimpin dan kuatkanlah kami dimanapun kami berada ya Tuhan serta tolong kami, sembuhkan juga orang – orang disekitar kami dari segala macam penyakit akibat dari pandemi ini ya Tuhan serta beri kekuatan kepada yang terkena bencana , kami menyerahkan segala rencana kehidupan Kami kedalam TanganMu saja ya Tuhan, biarlah KehendakMu yang terjadi, terpujilah NamaMu kekal selamanya , amin

  3. Timothy Macarau
    Timothy Macarau says:

    tolong min, mulai malam ini udh mau sate lagi, setelah merasa setiap hari hub aku sma Tuhan lebih jauh. semoga apa yg sdh dimulai bisa selesai seturut kehendaknya. makasih Tuhan makasih semuaa

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *