Karunia Pertobatan

Sabtu, 14 Mei 2022

Baca: Yoel 2:12-14

2:12 “Tetapi sekarang juga,” demikianlah firman TUHAN, “berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan dengan mengaduh.”

2:13 Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada TUHAN, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukuman-Nya.

2:14 Siapa tahu, mungkin Ia mau berbalik dan menyesal, dan ditinggalkan-Nya berkat, menjadi korban sajian dan korban curahan bagi TUHAN, Allahmu.

 

Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada Tuhan, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang. —Yoel 2:13

“Tidak! Aku tidak melakukannya, Ma!” Jane mendengar penyangkalan putranya yang masih remaja itu dengan hati sedih, karena ia tahu putranya berbohong. Jane berdoa dalam hati, memohon pertolongan Allah sebelum kembali menanyai Simon tentang apa yang terjadi. Simon terus menyangkal dirinya berbohong, sampai akhirnya Jane menyerah dengan jengkel. Saat ia hendak melangkah pergi untuk menjernihkan pikirannya, tiba-tiba Simon menyentuh bahunya dan meminta maaf. Menanggapi teguran Roh Kudus, Simon pun bertobat.

Dalam Kitab Yoel di Perjanjian Lama, Allah menyerukan umat-Nya untuk sungguh-sungguh bertobat dari dosa-dosa mereka saat Dia memanggil mereka agar kembali kepada-Nya dengan segenap hati (2:12). Yang dikehendaki Allah bukanlah tindakan penyesalan yang bersifat lahiriah, melainkan melunaknya sikap mereka yang keras: “Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu.” Yoel mengingatkan bangsa Israel bahwa Allah itu “pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia” (ay.13).

Kita mungkin merasa sulit mengakui dosa dan kesalahan kita karena ada keangkuhan pada diri kita. Mungkin kita memalsukan kebenaran, dan kita membenarkan tindakan kita dengan mengatakan bahwa itu hanya “kebohongan kecil” atau “bohong putih”. Namun, ketika kita mengindahkan bisikan Allah yang lembut tetapi tegas untuk bertobat, Dia akan mengampuni kita dan menyucikan kita dari segala dosa (1Yoh. 1:9). Kita pun dapat terbebas dari rasa bersalah dan malu, karena mengetahui bahwa kita telah diampuni. —Amy Boucher Pye

WAWASAN
Dalam menggambarkan “hari TUHAN” yang akan datang (Yoel 2:1)—waktu ketika Allah akan dengan tuntas mengatasi kejahatan dan membawa keselamatan bagi dunia, Yoel mendesak umat Allah untuk bertobat dan berdoa. Kepada mereka yang memberontak terhadap Allah, “hari TUHAN” membawa peringatan dan ketakutan (ay.1), “hari gelap gulita dan kelam kabut” (ay.2). “Betapa hebat dan sangat dahsyat hari TUHAN! Siapakah yang dapat menahannya?” (ay.11). Namun, segera setelah muncul kata-kata muram tadi, Yoel memberikan gambaran yang sangat berbeda bagi umat Allah yang akan mengalami “hari” tersebut. Yoel mengingatkan pendengarnya tentang siapa Allah yang menyatakan diri-Nya kepada Musa—”pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukuman-Nya” (ay.13). Inilah Allah yang akan menanggapi pertobatan mereka, tidak dengan membawa kehancuran melainkan dengan menyediakan pemulihan dan kelimpahan (ay.14,21-25). —Monica La Rose

Karunia Pertobatan
 

Bagaimana perasaanmu ketika mengucapkan “kebohongan kecil” atau “bohong putih?” Bagaimana kesadaran atas perbuatanmu tersebut membawamu kepada pertobatan?

Tuhan Yesus, Engkau mati di kayu salib agar aku dapat hidup seturut dengan kehendak-Mu dan kehendak Bapa. Ajarlah aku menerima karunia kasih-Mu saat aku mengucapkan kejujuran.

Bacaan Alkitab Setahun: 2 Raja-Raja 19-21; Yohanes 4:1-30

Bagikan Konten Ini
28 replies
  1. rico art
    rico art says:

    Terimakasih Tuhan atas banyak berkat yang selalu Engkau limpahkan kepada kami hari lepas hari, pimpin dan kuatkanlah kami dimanapun kami berada ya Tuhan serta tolong kami, sembuhkan juga orang – orang disekitar kami dari segala macam penyakit akibat dari pandemi ini ya Tuhan, serta beri kekuatan kepada yang terkena bencana , kami menyerahkan segala rencana kehidupan kami kedalam TanganMu saja ya Tuhan, biarlah KehendakMu yang terjadi, terpuji lah namaMu kekal selamanya, amin

  2. Kesya Infantri
    Kesya Infantri says:

    ketika melakukan kebohongan sekecil apapun, saya merasa bersalah dan tidak tenang

  3. A1Do2oo7_ JULIANA ELISABET
    A1Do2oo7_ JULIANA ELISABET says:

    perasaan saya yaitu ka diang menyesal dan kadang kek bilang ah dosa lagi kan aku.. maap ya Tuhan
    dan kadang sadar .dan kek pengen ga mau bohong lagi tapi kek susah… Tuhan buat Juli Untuk selalu mengucapkan kejujuran dimanapun Juli berada ya

  4. Marsiana Anggelina smp2
    Marsiana Anggelina smp2 says:

    Firman dan renungan yang menyadarkan saya atas dosa dosa yang telah saya lakukan.

  5. Teologi Kaum Awam
    Teologi Kaum Awam says:

    Perubahan bathiniah akan membawa kita dalam perubahan lahiriah. Tidak berlaku sebaliknya…

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *