Jangan Pernah Berkata “Tidak Bisa”

Senin, 21 Februari 2022

Baca: Keluaran 3:7-10; 4:10-15

3:7 Dan TUHAN berfirman: “Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku mengetahui penderitaan mereka.

3:8 Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ke tempat orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus.

3:9 Sekarang seruan orang Israel telah sampai kepada-Ku; juga telah Kulihat, betapa kerasnya orang Mesir menindas mereka.

3:10 Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir.”

4:10 Lalu kata Musa kepada TUHAN: “Ah, Tuhan, aku ini tidak pandai bicara, dahulupun tidak dan sejak Engkau berfirman kepada hamba-Mupun tidak, sebab aku berat mulut dan berat lidah.”

4:11 Tetapi TUHAN berfirman kepadanya: “Siapakah yang membuat lidah manusia, siapakah yang membuat orang bisu atau tuli, membuat orang melihat atau buta; bukankah Aku, yakni TUHAN?

4:12 Oleh sebab itu, pergilah, Aku akan menyertai lidahmu dan mengajar engkau, apa yang harus kaukatakan.”

4:13 Tetapi Musa berkata: “Ah, Tuhan, utuslah kiranya siapa saja yang patut Kauutus.”

4:14 Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap Musa dan Ia berfirman: “Bukankah di situ Harun, orang Lewi itu, kakakmu? Aku tahu, bahwa ia pandai bicara; lagipula ia telah berangkat menjumpai engkau, dan apabila ia melihat engkau, ia akan bersukacita dalam hatinya.

4:15 Maka engkau harus berbicara kepadanya dan menaruh perkataan itu ke dalam mulutnya; Aku akan menyertai lidahmu dan lidahnya dan mengajarkan kepada kamu apa yang harus kamu lakukan.

Oleh sebab itu, pergilah, Aku akan menyertai lidahmu dan mengajar engkau, apa yang harus kaukatakan. —Keluaran 4:12

Jen terlahir tanpa kaki dan ditinggalkan begitu saja di rumah sakit. Namun, ia mengaku bahwa baginya diadopsi adalah berkat. “Aku ada di sini karena orang-orang yang telah mencurahkan hidupnya bagiku.” Keluarga angkatnya membantu Jen untuk melihat bahwa ia “dilahirkan seperti itu karena suatu alasan”. Mereka membesarkan Jen dengan sikap “jangan pernah berkata ‘tidak bisa’”, dan mendorong Jen untuk mengejar semua cita-citanya, termasuk menjadi pemain akrobat udara yang ulung! Jen menyikapi tantangan-tantangan yang ditemuinya dengan pertanyaan, “Bagaimana aku dapat mengatasi ini?” dan memotivasi orang lain untuk melakukan yang sama.

Alkitab menceritakan banyak kisah tentang orang-orang yang dipakai Allah. Meski tampaknya tidak mampu atau tidak sesuai dengan panggilan Allah, mereka tetap dipakai-Nya. Musa adalah contoh yang sangat baik. Ketika Allah memanggil Musa untuk memimpin orang Israel keluar dari Mesir, ia menolak keras (Kel. 3:11; 4:1), bahkan memprotes, “Aku berat mulut dan berat lidah.” Allah membalasnya, “Siapakah yang membuat lidah manusia, siapakah yang membuat orang bisu atau tuli? . . . Bukankah Aku, yakni Tuhan? Oleh sebab itu, pergilah, Aku akan menyertai lidahmu dan mengajar engkau, apa yang harus kaukatakan” (4:10-12). Ketika Musa masih menolak, Allah menyediakan Harun untuk berbicara mewakilinya dan meyakinkannya bahwa Dia pasti menolong mereka (ay.13-15).

Seperti Jen dan Musa, kita semua ada di dunia ini karena suatu alasan. Allah pun bermurah hati dengan pertolongan-Nya di sepanjang hidup kita. Dia menyediakan orang-orang untuk menolong kita dan menyediakan apa yang kita butuhkan untuk hidup bagi-Nya. —Alyson Kieda

WAWASAN
Musa mengajukan beberapa keberatan ketika dipilih Allah untuk memimpin umat Israel keluar dari Mesir: ia tidak layak (Keluaran 3:11), tidak cukup mengenal Allah (ay.13), tidak mempunyai kuasa khusus apa pun (4:1), dan tidak pandai bicara (ay.10). Menanggapi setiap keberatan itu, Allah mengalihkan perhatian Musa dari dirinya sendiri kepada pemahaman yang lebih dalam tentang Allah, karena pada akhirnya, hadirat dan kuasa Allah saja yang memampukan seseorang (3:12), bukan kekuatan dan kelemahan dirinya. —Monica La Rose

Jangan Pernah Berkata “Tidak Bisa”

Pernahkah kamu merasa tidak mampu atau tidak siap untuk tugas atau peran yang kamu rasa ditetapkan Allah bagi kamu? Bagaimana Allah telah menolong kamu di dalamnya?

Ya Allah, aku bersukacita karena Engkau tidak meninggalkanku di dunia ini untuk melakukan semuanya seorang diri. Aku bersyukur atas kasih dan pimpinan-Mu, serta orang-orang yang telah Engkau tempatkan dalam hidupku.

Bacaan Alkitab Setahun: Bilangan 1-3; Markus 3

Bagikan Konten Ini
53 replies

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *