Ketika Kasih Tak Berkesudahan

Senin, 3 Januari 2022

Baca: Mazmur 145:8-20

145:8 TUHAN itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya.

145:9 TUHAN itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya.

145:10 Segala yang Kaujadikan itu akan bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN, dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau.

145:11 Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu,

145:12 untuk memberitahukan keperkasaan-Mu kepada anak-anak manusia, dan kemuliaan semarak kerajaan-Mu.

145:13 Kerajaan-Mu ialah kerajaan segala abad, dan pemerintahan-Mu tetap melalui segala keturunan. TUHAN setia dalam segala perkataan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya.

145:14 TUHAN itu penopang bagi semua orang yang jatuh dan penegak bagi semua orang yang tertunduk.

145:15 Mata sekalian orang menantikan Engkau, dan Engkaupun memberi mereka makanan pada waktunya;

145:16 Engkau yang membuka tangan-Mu dan yang berkenan mengenyangkan segala yang hidup.

145:17 TUHAN itu adil dalam segala jalan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya.

145:18 TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan.

145:19 Ia melakukan kehendak orang-orang yang takut akan Dia, mendengarkan teriak mereka minta tolong dan menyelamatkan mereka.

145:20 TUHAN menjaga semua orang yang mengasihi-Nya, tetapi semua orang fasik akan dibinasakan-Nya.

Tuhan menjaga semua orang yang mengasihi-Nya. —Mazmur 145:20

“Setiap kali Kakek mengajak saya ke pantai, ia selalu melepas arloji dan menyimpannya. Suatu hari saya bertanya, ‘Kenapa Kakek melakukan-nya?’” kenang Sandra.

“Kakek tersenyum dan menjawab, ‘Karena Kakek ingin kamu tahu, betapa berharganya waktu yang Kakek jalani bersamamu. Kakek hanya ingin bersamamu dan membiarkan waktu berlalu.’”

Sandra menceritakannya pada upacara pemakaman kakeknya. Itulah salah satu kenangan favoritnya dari kebersamaan mereka. Saat merenungkan betapa kita merasa berharga ketika orang lain meluangkan waktu untuk kita, saya pun teringat kata-kata dalam Kitab Suci tentang perhatian Allah yang penuh kasih.

Allah selalu mempunyai waktu untuk kita. Daud berdoa dalam Mazmur 145, “Engkau yang membuka tangan-Mu dan yang berkenan mengenyangkan segala yang hidup. Tuhan itu adil dalam segala jalan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya. Tuhan dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya” (ay.16-18).

Kebaikan dan perhatian Allah yang bijaksana menopang hidup kita setiap saat, menyediakan udara bagi kita untuk bernapas dan makanan untuk disantap. Karena sangat mengasihi kita, Sang Pencipta segala sesuatu menata setiap detail keberadaan kita dengan penuh belas kasih.

Kasih Allah begitu dalam dan tak berkesudahan, sehingga dalam kebaikan dan rahmat-Nya, Dia berkenan membuka jalan bagi kita untuk mengalami kehidupan dan sukacita yang kekal dalam hadirat-Nya. Dia seolah-olah berkata, “Aku sangat mengasihimu, Aku hanya ingin bersamamu selamanya dan membiarkan waktu berlalu.” —JAMES BANKS

WAWASAN
Mazmur 145 adalah mazmur terakhir Daud dan menjadi pembuka serangkaian himne pujian (Mzm. 146-150) yang sangat tepat sebagai penutup kitab ini. Mazmur ini khususnya memuji Allah atas kemurahan dan kebaikan-Nya kepada umat-Nya. Satu ciri istimewa mazmur ini adalah beragamnya kata yang digunakan untuk “memuji”: “mengagungkan” (ay.1); “memuliakan” (ay.2); “memegahkan” dan “memberitakan” (ay.4); “kunyanyikan” (ay.5); “diumumkan” dan “kuceritakan” (ay.6); “dimasyhurkan” dan “bersorak-sorai” (ay.7). Ayat 8 mengagungkan Allah karena Dia “pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya.” Bagi beberapa orang, ungkapan-ungkapan ini tampaknya bertolak belakang dengan sifat murka Allah yang sering muncul di Perjanjian Lama. Namun, Dia selalu adalah Allah yang adil dan penuh belas kasihan! Kita dapat melihat bahwa ungkapan “pengasih dan penyayang” disematkan kepada-Nya di sepanjang Perjanjian Lama (Keluaran 34:6; 2 Tawarikh 30:9; Nehemia 9:17; Mazmur 86:15; 103:8; 111:4; Yoel 2:13; Yunus 4:2). —Alyson Kieda

Ketika Kasih Tak Berkesudahan

Bagaimana waktu dan perhatian yang kamu berikan bagi orang lain mencerminkan kasih setia Allah kepada mereka? Bagaimana kamu dapat mengikuti teladan-Nya dengan menyediakan waktu bagi orang lain hari ini?

Bapa, terima kasih atas kasih-Mu yang sempurna. Mampukan aku memuji Engkau atas kasih-Mu dan membagikannya dengan sesama hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 7-9; Matius 3

Bagikan Konten Ini
42 replies
  1. rico art
    rico art says:

    Terimakasih Tuhan atas banyak berkat yang selalu Engkau limpahkan kepada kami hari lepas hari, pimpin dan kuatkanlah kami dimanapun kami berada ya Tuhan serta tolong kami, sembuhkan juga orang – orang disekitar kami dari segala macam penyakit akibat pandemi ini ya Tuhan, serta beri kekuatan kepada yang terkena bencana, kami menyerahkan segala rencana kehidupan kami kedalam tanganMu saja ya Tuhan, biarlah kehendakMu yang Terjadi, terpujilah namaMu kekal selamanya, amin

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *