Kembali ke Dasar

Rabu, 5 Januari 2022

Baca: Yehezkiel 45:9-10,17-20

45:9 Beginilah firman Tuhan ALLAH: “Cukuplah itu, hai raja-raja Israel, jauhkanlah kekerasan dan aniaya, tetapi lakukanlah keadilan dan kebenaran; hentikanlah kekerasanmu yang mengusir umat-Ku dari tanah miliknya, demikianlah firman Tuhan ALLAH.

45:10 Neraca yang betul, efa yang betul dan bat yang betullah patut ada padamu.

45:17 Dan rajalah yang bertanggung jawab mengenai korban bakaran, korban sajian, korban curahan pada hari-hari raya, bulan-bulan baru, hari-hari Sabat dan pada setiap perayaan kaum Israel. Ialah yang akan mengolah korban penghapus dosa, korban sajian, korban bakaran dan korban keselamatan untuk mengadakan pendamaian bagi kaum Israel.”

45:18 Beginilah firman Tuhan ALLAH: “Pada bulan yang pertama, pada tanggal satu bulan itu ambillah seekor lembu jantan muda yang tidak bercela dan sucikanlah tempat kudus itu.

45:19 Imam harus mengambil sedikit dari darah korban penghapus dosa dan membubuhnya pada tiang-tiang Bait Suci dan pada keempat sudut jalur keliling yang ada pada mezbah dan pada tiang-tiang pintu gerbang pelataran dalam.

45:20 Demikianlah engkau harus perbuat pada hari pertama bulan yang ketujuh demi orang-orang yang berbuat dosa dengan tidak sengaja dan tanpa diketahui. Dengan demikian engkau mengadakan pendamaian bagi Bait Suci.

Jauhkanlah kekerasan dan aniaya, tetapi lakukanlah keadilan dan kebenaran. —Yehezkiel 45:9

Tampaknya resolusi memang dibuat untuk dilanggar. Sejumlah orang mengolok-olok fakta ini dengan mengusulkan resolusi Tahun Baru yang, bisa dibilang, mudah dicapai. Berikut ini beberapa usul dari media sosial:

Melambai kepada sesama pengendara motor di lampu merah.

Mendaftar lomba maraton. Tanpa mengikuti perlombaannya.

Berhenti menunda-nunda, mulai besok.

Tersesat tanpa bantuan Waze.

Unfriend semua orang yang mengunggah kegiatan olahraganya.

Meski begitu, konsep “awal yang baru” bisa menjadi hal serius. Bangsa Yehuda yang terasing benar-benar membutuhkan awal yang baru. Saat memasuki dekade kedua dari tujuh puluh tahun masa pembuangan umat-Nya, Allah membangkitkan semangat baru kepada mereka melalui Nabi Yehezkiel. Dia berjanji, “Sekarang, Aku akan memulihkan keadaan Yakub” (Yeh. 39:25).

Namun, bangsa itu harus pertama-tama kembali ke dasar—kepada perintah-perintah yang Allah berikan kepada Musa delapan ratus tahun sebelumnya. Hal ini termasuk soal perayaan tahun baru. Bagi orang Yahudi kuno, tahun baru diawali pada awal musim semi (45:18). Tujuan utama perayaan mereka adalah untuk mengingat karakter Allah dan tuntutan-tuntutan-Nya. Allah berkata kepada para pemimpin, “Jauhkanlah kekerasan dan aniaya, tetapi lakukanlah keadilan dan kebenaran” (ay.9), dan menegaskan perlunya kejujuran (ay.10).

Pelajaran ini berlaku juga bagi kita. Iman kita harus disertai perbuatan, atau iman itu akan sia-sia (Yak. 2:17). Di tahun yang baru ini, saat Allah menyediakan semua yang kita butuhkan, marilah kita menghidupi iman kita dengan cara kembali ke dasar: “Kasihilah Tuhan, Allahmu,” dan “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (Mat. 22:37-39). —Tim Gustafson

WAWASAN
Nabi Yehezkiel (yang namanya berarti “Allah menguatkan”) adalah salah seorang nabi besar dalam Perjanjian Lama. Ia melayani di salah satu masa paling bergejolak dalam sejarah bangsa Israel. Nabi Yehezkiel memiliki pengetahuan luas tentang bait suci, kemungkinan karena dirinya keturunan imam (anak Busi, Yehezkiel 1:3). Sebagai manusia, hidup Yehezkiel tidak terlepas dari tragedi, karena ia termasuk orang Yahudi yang terbuang ke Babel (kemungkinan bersama Yoyakhin pada 597 SM), dan pernah kehilangan istrinya yang meninggal secara tiba-tiba (24:18). Pesan-pesan Yehezkiel sarat dengan simbolisme dan pengharapan apokaliptik, dan ini selaras dengan pesan-pesan Daniel, yang hidup sezaman dengannya (Daniel 7-??12). Yehezkiel juga hidup sezaman dengan Yeremia. Selain menggunakan gambaran yang dramatis, tulisan-tulisan Yehezkiel juga ditandai dengan banyaknya bagian Pentateukh (Kejadian-Ulangan) yang dikutipnya. —Bill Crowder

Kembali ke Dasar

Menurut kamu, dalam hal apakah kamu perlu kembali ke dasar? Bagaimana kamu mempraktikkan hal tersebut di tahun yang baru ini?

Bapa, kiranya Roh-Mu menunjukkan bagaimana aku harus mengutamakan orang lain lebih daripada diriku sendiri. Mampukan aku mengasihi-Mu dengan segenap hatiku.

Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 13-15; Matius 5:1-26

Bagikan Konten Ini
39 replies
  1. rico art
    rico art says:

    Terima kasih Tuhan atas banyak berkat yang selalu Engkau limpahkan kepada kami hari lepas hari , pimpin dan kuatkanlah kami dimanapun kami berada ya Tuhan, serta tolong kami, sembuhkan juga orang – orang disekitar kami dari segala macam penyakit akibat dari pandemi Ini ya Tuhan, serta beri kekuatan kepada yang terkena bencana, kami menyerahkan segala rencana kehidupan kami kedalam tanganMu saja ya Tuhan, biarlah kehendak Mu yang terjadi, terpujilah namaMu kekal selamanya, amin

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *