Iman yang Tangguh

Selasa, 4 Januari 2022

Baca: Matius 7:24-27

7:24 “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.

7:25 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.

7:26 Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.

7:27 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.”

Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. —Matius 7:26

Bukit-bukit pasir yang menjulang tinggi di sepanjang pesisir utara Danau Perak membuat rumah-rumah di sekitarnya terancam ditenggelamkan oleh pasir yang terus bergerak. Meski sudah mencoba memindahkan gundukan pasir supaya rumah mereka tetap aman, warga hanya bisa pasrah menyaksikan rumah-rumah mereka yang bagus terkubur di depan mata. Ketika petugas setempat mengawasi pembersihan reruntuhan sebuah pondok baru-baru ini, ia menegaskan bahwa hal ini tak terhindarkan. Sekeras apa pun upaya pemilik rumah menghindari ancaman kerobohan, bukit pasir tidak akan pernah menjadi fondasi yang kuat bagi suatu bangunan.

Tuhan Yesus tahu betapa sia-sianya membangun rumah di atas pasir. Setelah memperingatkan murid-murid-Nya agar waspada terhadap nabi-nabi palsu, Yesus meyakinkan mereka bahwa kerelaan untuk taat menunjukkan adanya hikmat (Mat. 7:15-23). Dia berkata, setiap orang yang mendengar perkataan-Nya dan “melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu” (ay.24). Sebaliknya, setiap orang yang mendengar perkataan Allah dan menolak untuk melakukannya itu “sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir” (ay.26).

Ketika keadaan di sekitar kita terasa bagaikan pasir yang mengubur kita di bawah beban penderitaan atau kekhawatiran, kita dapat menaruh pengharapan kita kepada Kristus, Gunung batu kita. Kristus akan menolong kita membangun iman yang tangguh di atas fondasi tak tergoyahkan dari karakter Kristus yang tidak pernah berubah. —XOCHITL DIXON

WAWASAN
Bagian terakhir dari Khotbah Yesus di Bukit (Matius 5-7) mengandung perumpamaan tentang pembangun yang bijak dan yang bodoh (7:24-27). Penting untuk dicatat bahwa dalam beberapa versi Alkitab lain, perumpamaan ini dibuka dengan ungkapan “Oleh karena itu”, yang menghubungkannya dengan apa yang sebelumnya disampaikan. Ini dapat berupa akibat atau hasil. Pembaca harus memperhatikan apa yang ditulis sebelumnya. Yang disampaikan sebelum perumpamaan penutup Khotbah di Bukit itu adalah seluruh khotbah Yesus, bukan hanya beberapa ayat. Yesus bukan sekadar mengajak kita untuk menjalankan kehidupan bermoral teguh, tetapi untuk hidup layaknya warga Kerajaan Surga yang kehidupannya mencerminkan realitas pemerintahan Allah dalam hati kita. Melalui perumpamaan ini Yesus mendesak semua pendengar-Nya untuk menerapkan perkataan-Nya. Mereka harus menjadikan Dia dan ajaran-Nya sebagai dasar hidup mereka, karena semua dasar yang lain dapat bergeser dan hancur. —J.R. Hudberg

Iman yang Tangguh

Bagaimana ketaatan menunjukkan iman kita kepada Allah? Dalam hal apa saja kamu berada dalam bahaya akibat ketidaktaatan kamu kepada Allah?

Ya Tuhan Yesus, tolong aku membangun iman yang tangguh. Mampukan aku untuk menunjukkan iman percayaku melalui kerelaanku untuk taat kepada-Mu.

Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 10-12; Matius 4

Bagikan Konten Ini
43 replies
  1. rico art
    rico art says:

    Terimakasih Tuhan atas banyak berkat yang selalu Engkau limpahkan kepada kami hari lepas hari, pimpin dan kuatkanlah kami dimanapun kami berada ya Tuhan, serta tolong kami, sembuhkan juga orang – orang disekitar kami dari segala macam penyakit akibat dari pandemi ini ya Tuhan, serta beri kekuatan kepada yang terkena bencana, kami menyerahkan segala rencana kehidupan kami kedalam TanganMu saja ya Tuhan, biarlah kehendakMu yang terjadi, terpujilah NamaMu kekal selamanya, amin

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *