Gelap dan Terang

Minggu, 16 Januari 2022

Baca: Yohanes 3:1-2,16-20

3:1 Adalah seorang Farisi yang bernama Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi.

3:2 Ia datang pada waktu malam kepada Yesus dan berkata: “Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorangpun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya.”

3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

3:17 Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.

3:18 Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.

3:19 Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.

3:20 Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak;

Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup. —Yohanes 8:12

Di ruang pengadilan, saya menyaksikan beberapa contoh kebobrokan dunia kita saat ini: anak yang terasing dari ibunya; suami-istri yang sudah kehilangan cinta mula-mula dan sekarang saling bermusuhan; suami yang ingin rujuk dengan istri dan berkumpul lagi dengan anak-anaknya. Mereka sangat membutuhkan hati yang diubahkan, luka yang disembuhkan, dan kasih Allah yang membawa kemenangan.

Terkadang saat dunia di sekeliling kita terasa dipenuhi kegelapan dan keputusasaan, mudah bagi kita untuk menyerah juga. Namun, Roh Kudus, yang diam di dalam hati orang percaya (Yoh. 14:17), mengingatkan kita bahwa Yesus mati untuk menebus kehancuran dan kepedihan itu. Ketika Yesus datang ke dunia sebagai manusia, Dia membawa terang ke dalam kegelapan (1:4-5; 8:12). Hal itu dapat kita lihat dalam percakapan-Nya dengan Nikodemus, yang datang kepada Yesus dalam gelap tetapi pulang dengan dipengaruhi Sang Terang (3:1-2; 19:38-40).

Yesus mengajarkan kepada Nikodemus bahwa “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (3:16).

Namun, meskipun Yesus membawa terang dan kasih ke dalam dunia, banyak manusia yang masih tersesat dalam gelapnya dosa mereka (ay.19-20). Jika kita adalah pengikut-pengikut-Nya, kita memiliki terang yang sanggup mengusir kegelapan. Dengan rasa syukur, berdoalah agar Allah memampukan kita menjadi pemancar terang kasih-Nya (Mat. 5:14-16). —Alyson Kieda

WAWASAN
Terang lawan kegelapan adalah tema dasar yang digunakan Yohanes saat menyampaikan kisah Yesus dalam Injilnya. Tema ini juga menonjol dalam surat-suratnya. Di 1 Yohanes 1:5, kita diingatkan bahwa Allah sendiri adalah terang. Dengan demikian mereka yang menaruh iman kepada Kristus akan terlihat sebagai “anak-anak terang” (Yohanes 12:35-36). Pengajar Alkitab Warren Wiersbe berkata bahwa “kedatangan Yesus Kristus ke dunia adalah fajar hari yang baru bagi manusia berdosa”, karena Yesus, Terang Dunia (8:12; 9:5), akan mengalahkan kuasa kegelapan. Yang menjadi masalah dalam datangnya terang yang dibawa Yesus ini adalah tidak adanya tanggapan manusia: “Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya” (1:5). Namun, Yesus telah mencelikkan mata seorang yang buta sejak lahir (ps.9), dan Dia juga sanggup membawa terang ke dalam kegelapan kita. —Bill Crowder

Gelap dan Terang

Bagaimana kesadaran bahwa Allah mengasihi kamu memperbarui pengharapan kamu? Bagaimana kamu dapat membagikan terang kasih Kristus kepada sesama?

Ya Allah, terima kasih Engkau telah datang menyelamatkanku dari gelapnya dosa dan rasa putus asa. Tolong aku terus menetap dalam terang-Mu.

Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 39-40; Matius 11

Bagikan Konten Ini
24 replies
  1. rico art
    rico art says:

    Bapa kami yang di sorga,
    Dikuduskanlah nama-Mu,
    datanglah Kerajaan-Mu,
    jadilah kehendak-Mu
    di bumi seperti di sorga.
    Berikanlah kami pada hari ini
    makanan kami yang secukupnya
    dan ampunilah kami akan kesalahan
    kami, seperti kami juga mengampuni
    orang yang bersalah kepada kami;
    dan janganlah membawa kami ke
    dalam pencobaan,
    tetapi lepaskanlah kami dari pada
    yang jahat.
    Karena Engkaulah yang empunya
    Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan
    sampai selama-lamanya.
    Amin.

  2. rico art
    rico art says:

    Terima kasih Tuhan atas banyak berkat yang selalu Engkau limpahkan kepada kami hari lepas hari, pimpin dan kuatkanlah kami dimanapun kami berada ya Tuhan, serta tolong kami, sembuhkan juga orang – orang disekitar kami dari segala macam penyakit akibat dari pandemi ini ya Tuhan, serta beri kekuatan kepada yang terkena bencana, kami menyerah kan segala rencana kehidupan kami kedalam tanganMu saja ya Tuhan, biarlah KehendakMu yang terjadi, terpujilah NamaMu kekal selamanya, amin

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *