Kehadiran Virtual

Rabu, 22 Desember 2021

Baca: Kolose 2:1-5

2:1 Karena aku mau, supaya kamu tahu, betapa beratnya perjuangan yang kulakukan untuk kamu, dan untuk mereka yang di Laodikia dan untuk semuanya, yang belum mengenal aku pribadi,

2:2 supaya hati mereka terhibur dan mereka bersatu dalam kasih, sehingga mereka memperoleh segala kekayaan dan keyakinan pengertian, dan mengenal rahasia Allah, yaitu Kristus,

2:3 sebab di dalam Dialah tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan.

2:4 Hal ini kukatakan, supaya jangan ada yang memperdayakan kamu dengan kata-kata yang indah.

2:5 Sebab meskipun aku sendiri tidak ada di antara kamu, tetapi dalam roh aku bersama-sama dengan kamu dan aku melihat dengan sukacita tertib hidupmu dan keteguhan imanmu dalam Kristus.

 

Meskipun aku sendiri tidak ada di antara kamu, tetapi dalam roh aku bersama-sama dengan kamu. —Kolose 2:5

Ketika virus corona menyebar ke seluruh dunia, para ahli kesehatan menyarankan agar kita menjaga jarak untuk memperlambat penyebaran. Banyak negara meminta warganya melakukan isolasi mandiri atau mengungsi ke tempat isolasi yang aman. Para karyawan diharuskan bekerja dari rumah sebisa mungkin, sementara yang lain bergumul dengan masalah finansial karena kehilangan pekerjaan. Seperti banyak orang lain, saya beribadah dan melakukan pertemuan kelompok kecil melalui platform digital. Sebagai warga dunia, kita mempraktikkan bentuk-bentuk kebersamaan yang baru, meski tidak bertemu secara fisik.

Bukan hanya internet yang memungkinkan kita mempertahankan rasa kebersamaan itu. Kita terhubung satu sama lain sebagai anggota tubuh Kristus oleh Roh Kudus. Paulus mengungkapkan gagasan ini berabad-abad lalu dalam suratnya kepada jemaat di Kolose. Meskipun tidak secara pribadi merintis gereja mereka, Paulus sangat peduli kepada mereka dan iman mereka. Dan meskipun Paulus tidak dapat bersama-sama dengan mereka secara fisik, ia mengingatkan mereka bahwa ia “dalam roh . . . bersama-sama dengan [mereka]” (Kol. 2:5).

Kita tidak dapat selalu bersama orang yang kita kasihi, karena alasan keuangan, kesehatan, atau alasan lainnya, tetapi teknologi dapat membantu menjembatani masalah tersebut. Namun, segala bentuk koneksi virtual tidak ada artinya jika dibandingkan dengan “kebersamaan” yang dapat kita alami sebagai sesama anggota tubuh Kristus (1Kor. 12:27). Pada saat-saat seperti itu, seperti Paulus, kita dapat bersukacita dalam keteguhan iman satu sama lain. Melalui doa, kita juga saling mendorong agar kita sepenuhnya “mengenal rahasia Allah, yaitu Kristus” (Kol. 2:2). —KIRSTEN HOLMBERG

WAWASAN
Pentingnya hubungan Paulus dengan orang-orang percaya di Kolose tampak pada pilihan kata-katanya: “Karena aku mau, supaya kamu tahu, betapa beratnya perjuangan yang kulakukan untuk kamu, dan untuk mereka yang di Laodikia” (Kolose 2:1). Perkataan “betapa beratnya perjuangan yang kulakukan” adalah terjemahan dari helíkos, “yang besar” (lihat juga Yakobus 3:5), dan agon, suatu tempat orang berkumpul “memeriahkan permainan untuk menghormati dewa-dewi” Secara kiasan, agon mengacu pada perlombaan, pertarungan, dan balapan yang dilakukan di sana. Paulus menggunakan kata tersebut dalam 2 Timotius 4:7, dan diterjemahkan sebagai “pertandingan”: “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik.” Meski sang rasul sedang di penjara (atau menjadi tahanan rumah), hal itu tidak menyurutkan perhatiannya terhadap kesejahteraan rohani jemaat Kolose. Ia terus mendoakan mereka (Kolose 1:3,9), dan pengajarannya dimaksudkan untuk membantu mereka berperang melawan kuasa roh-roh jahat yang mengintai di antara mereka dan ingin membuat mereka berpaling dari supremasi Kristus (2:8-23). —Arthur Jackson

Kehadiran Virtual
 

Bagaimana kamu merasakan kebersamaan dengan anggota tubuh Kristus lainnya? Siapa yang membutuhkan dorongan lewat doa kamu hari ini?

Tuhan Yesus, terima kasih Engkau telah menyertaiku ketika tidak seorang pun dapat hadir mendampingiku. Terima kasih atas relasi dengan sesama yang Engkau karuniakan kepadaku melalui Roh Kudus.

Bacaan Alkitab Setahun: Mikha 6-7; Wahyu 13

Bagikan Konten Ini
45 replies
  1. Reni Magdalena Hutabarat
    Reni Magdalena Hutabarat says:

    Sama seperti Paulus, saya sangat percaya sekalipun kita tidak hadir secara Fisik dengan orang-orang yang kita kasihi tetapi kita bisa merasakan kedekatan secara emosi dan rohani ketika kita sungguh-sungguh membawa mereka dalam doa dan tekun mendoakan mereka.
    Doa membuat kita semakin dekat dan semakin mengasihi mereka yang kita doakan.

  2. rico art
    rico art says:

    Terimakasih Tuhan atas banyak berkat yang selalu Engkau limpahkan kepada kami hari lepas hari, pimpin dan kuatkanlah kami dimanapun kami berada ya Tuhan, serta tolong kami, sembuhkan juga orang – orang disekitar kami dari segala macam penyakit akibat dari pandemi ini ya Tuhan, serta beri kekuatan kepada yang terkena bencana, kami menyerah kan Segala rencana kehidupan kami kedalam tangan Mu saja ya Tuhan, biarlah KehendakMu yang terjadi, terpujilah namaMu kekal selamanya,amin

  3. Sandra Ria
    Sandra Ria says:

    Aminnnn, Terima kasih atas Renungan Firman hari inj, Tuhan Yesus Memberkati 😇🙏✨

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *