Dikenal Sebagai Pengikut Yesus

Kamis, 23 Desember 2021

Baca: Kisah Para Rasul 11:19-26

11:19 Sementara itu banyak saudara-saudara telah tersebar karena penganiayaan yang timbul sesudah Stefanus dihukum mati. Mereka tersebar sampai ke Fenisia, Siprus dan Antiokhia; namun mereka memberitakan Injil kepada orang Yahudi saja.

11:20 Akan tetapi di antara mereka ada beberapa orang Siprus dan orang Kirene yang tiba di Antiokhia dan berkata-kata juga kepada orang-orang Yunani dan memberitakan Injil, bahwa Yesus adalah Tuhan.

11:21 Dan tangan Tuhan menyertai mereka dan sejumlah besar orang menjadi percaya dan berbalik kepada Tuhan.

11:22 Maka sampailah kabar tentang mereka itu kepada jemaat di Yerusalem, lalu jemaat itu mengutus Barnabas ke Antiokhia.

11:23 Setelah Barnabas datang dan melihat kasih karunia Allah, bersukacitalah ia. Ia menasihati mereka, supaya mereka semua tetap setia kepada Tuhan,

11:24 karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman. Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan.

11:25 Lalu pergilah Barnabas ke Tarsus untuk mencari Saulus; dan setelah bertemu dengan dia, ia membawanya ke Antiokhia.

11:26 Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.

Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen. —Kisah Para Rasul 11:26

“The Gathering” adalah sebuah gereja interdenominasi dan internasional di Thailand utara. Pada hari Minggu baru-baru ini, orang-orang percaya dari Korea, Ghana, Pakistan, Tiongkok, Bangladesh, Amerika Serikat, Filipina, dan negara-negara lain berkumpul dalam sebuah ruang konferensi hotel yang sederhana. Mereka menyanyikan pujian In Christ Alone dan I Am a Child of God dengan lirik-lirik yang sangat menyentuh dalam kondisi tersebut.

Tidak ada yang dapat menyatukan orang-orang seperti yang dilakukan Yesus. Dia bahkan sudah melakukannya sejak masa silam. Pada abad pertama, kota Antiokhia memiliki delapan belas kelompok etnis yang tinggal di bagian kota mereka masing-masing. Ketika orang percaya pertama kali datang ke Antiokhia, mereka memberitakan Injil “kepada orang Yahudi saja” (Kis. 11:19). Namun, itu bukan rencana Allah atas gereja-Nya. Tak lama kemudian, datang orang-orang percaya dari bangsa lain yang mulai “berkata-kata juga kepada orang-orang Yunani [bukan Yahudi] dan memberitakan Injil, bahwa Yesus adalah Tuhan,” sehingga “sejumlah besar orang menjadi percaya dan berbalik kepada Tuhan” (ay.20-21). Penduduk kota itu memperhatikan bahwa Yesus menghapuskan permusuhan yang telah berlangsung berabad-abad antara orang Yahudi dan Yunani, dan mereka menyebut gereja multietnis itu sebagai “Kristen” atau “Kristus-Kristus kecil” (ay.26).

Mungkin sulit bagi kita melintasi batas etnis, sosial, dan ekonomi untuk merangkul mereka yang berbeda dari kita. Namun, kesulitan inilah kesempatan kita. Jika tidak sulit, tentu kita tidak membutuhkan Yesus untuk melakukannya, dan bisa jadi tidak ada yang mengenali kita sebagai pengikut-Nya. —MIKE WITTMER

WAWASAN
Murid-murid yang disebutkan dalam Kisah Para Rasul 11 bukanlah orang Yahudi. Merekalah yang disebut “orang Kristen” oleh orang Yunani sekuler. Kemungkinan istilah itu dipakai sebagai ejekan, dengan menyamakan iman mereka sebagai salah satu program partai politik, seperti Partai Augustus (pembela Kaisar Nero) atau Partai Pompeius (pembela Pompeius, jenderal Roma). Meski begitu, orang-orang percaya baru itu tetap memakai sebutan tersebut. Namun, nama baru itu juga mengandung risiko. Orang percaya mula-mula mendapat perlindungan untuk bebas beribadah di bawah hukum Romawi, karena para penguasa percaya bahwa mereka hanyalah sebuah sekte Yudaisme. Namun, setelah orang-orang bukan Yahudi bergabung, dunia sekuler menganggap orang-orang percaya itu berbeda, sehingga “keamanan” umat pun terancam. Orang Yahudi dilindungi, tetapi orang Kristen tidak, seperti yang dialami Paulus dan para rasul di kemudian hari. Istilah “Kristen” memang menyatukan mereka, tetapi juga menjadikan mereka sasaran penganiayaan. —Jed Ostoich

Dikenal Sebagai Pengikut Yesus

Mengapa rasanya sulit menjangkau mereka yang berbeda dari kita? Apa yang telah Yesus sediakan untuk menolong kamu melakukannya?

Tuhan Yesus, kiranya mereka tahu aku seorang Kristen oleh karena kasih-Mu terpancar lewat hidupku.

Bacaan Alkitab Setahun: Nahum 1-3; Wahyu 14

Bagikan Konten Ini
29 replies
  1. rico art
    rico art says:

    Terimakasih Tuhan atas banyak berkat yang selalu Engkau limpahkan kepada kami hari lepas hari, pimpin dan kuatkanlah kami dimanapun kami berada ya Tuhan, serta tolong kami, sembuhkan juga orang – orang dikseitar kami dari segala macam penyakit akibat dari pandemi ini ya Tuhan, serta beri kekuatan kepada yang terkena bencana, kami menyerahkan segala rencana kehidupan kami kedalam TanganMu saja ya Tuhan, biarlah KehendakMu yang terjadi, terpujilah NamaMu kekal selamanya, amin

  2. Syelin Umur
    Syelin Umur says:

    orang kristen layaknya terang yang terus bersinar, dimanapun dan kapanpun. Semakin dikekang, harus semakin bersinar. jangan goyah , takut atau ragu dalam menjadi terang karena jika itu perintah-Nya, maka pasti Dia akan menyertai 😇

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *