Pahlawan yang Gagah Berani

Jumat, 26 November 2021

Baca: Hakim-Hakim 6:11-16

6:11 Kemudian datanglah Malaikat TUHAN dan duduk di bawah pohon tarbantin di Ofra, kepunyaan Yoas, orang Abiezer itu, sedang Gideon, anaknya, mengirik gandum dalam tempat pemerasan anggur agar tersembunyi bagi orang Midian.

6:12 Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya dan berfirman kepadanya, demikian: “TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani.”

6:13 Jawab Gideon kepada-Nya: “Ah, tuanku, jika TUHAN menyertai kami, mengapa semuanya ini menimpa kami? Di manakah segala perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib yang diceritakan oleh nenek moyang kami kepada kami, ketika mereka berkata: Bukankah TUHAN telah menuntun kita keluar dari Mesir? Tetapi sekarang TUHAN membuang kami dan menyerahkan kami ke dalam cengkeraman orang Midian.”

6:14 Lalu berpalinglah TUHAN kepadanya dan berfirman: “Pergilah dengan kekuatanmu ini dan selamatkanlah orang Israel dari cengkeraman orang Midian. Bukankah Aku mengutus engkau!”

6:15 Tetapi jawabnya kepada-Nya: “Ah Tuhanku, dengan apakah akan kuselamatkan orang Israel? Ketahuilah, kaumku adalah yang paling kecil di antara suku Manasye dan akupun seorang yang paling muda di antara kaum keluargaku.”

6:16 Berfirmanlah TUHAN kepadanya: “Tetapi Akulah yang menyertai engkau, sebab itu engkau akan memukul kalah orang Midian itu sampai habis.”

 

Tuhan menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani. —Hakim-Hakim 6:12

Diet Eman adalah seorang pemudi biasa yang pemalu asal Belanda. Ia sedang menikmati pekerjaan dan waktunya bersama keluarga serta teman-temannya ketika pasukan Jerman menyerbu negaranya pada tahun 1940. Di kemudian hari, Diet menulis, “Ketika bahaya sudah di depan mata, sebenarnya aku terdorong untuk bertindak seperti burung unta yang menyembunyikan kepalanya di dalam pasir.” Meski demikian, Diet merasa Allah memanggilnya untuk melawan penindasan Jerman, termasuk mempertaruhkan nyawanya dengan mencarikan tempat-tempat persembunyian bagi orang-orang Yahudi dan kalangan lain yang diburu oleh Nazi. Wanita muda yang sederhana ini menjelma menjadi pahlawan yang gagah berani bagi Allah.

Dalam Alkitab kita menemukan banyak kisah, seperti kisah Diet, tentang Allah yang memakai orang-orang yang kelihatannya tidak masuk hitungan untuk melayani Dia. Sebagai contoh, ketika malaikat Tuhan menampakkan diri kepada Gideon, ia berseru, “Tuhan menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani” (Hak. 6:12). Namun, Gideon sama sekali tidak tampak gagah apalagi berani. Ia mengirik gandum dengan sembunyi-sembunyi agar tidak terlihat oleh orang Midian yang menduduki Israel pada masa itu (ay.1-6,11). Gideon berasal dari kaum terkecil dalam suku Manasye, dan ia juga yang “paling muda” di dalam keluarganya (ay.15). Ia merasa tidak layak memenuhi panggilan Allah, bahkan sampai meminta beberapa tanda. Namun, Allah tetap memakainya untuk mengalahkan orang-orang Midian yang kejam (lihat hak. 7)

Allah menyebut Gideon “gagah berani.” Sama seperti Allah menyertai dan memperlengkapi Gideon, demikian pula Dia menyertai kita, “anak-anak [Allah] yang kekasih” (Ef. 5:1). Dia menyediakan semua yang kita butuhkan untuk hidup mengikut dan melayani Dia, dalam perkara kecil maupun besar. —Alyson Kieda

WAWASAN
Hakim-Hakim 6 mengikuti pola yang sering terlihat dalam kitab tersebut—kejahatan Israel mengakibatkan penindasan, lalu Israel berseru kepada Allah, dan Allah merespons dengan membebaskan mereka. Namun, berbeda dari versi-versi sebelumnya “pola” ini, Hakim-Hakim 6 menunjukkan bahwa kejahatan dan penderitaan di Israel menjadi semakin parah. Dalam Hakim-Hakim 4, setelah bangsa Israel berseru meminta tolong kepada Allah, Debora segera bertindak. Namun, di pasal 6, setelah penjelasan panjang mengenai penindasan orang Midian (ay. 2-6), Allah merespons seruan permintaan tolong Israel dengan pertama-tama menegur mereka (ay. 7-10).

Gideon muncul sebagai hakim yang enggan. Kisahnya mirip dengan pengutusan Musa. Gideon dan Musa sama-sama tidak yakin dengan kemampuan mereka untuk bertindak sebagai utusan Allah, tetapi Allah tetap memerintahkan dan mengutus mereka (Keluaran 3:10; Hakim-Hakim 6:14). Keduanya diberi tanda-tanda tentang kehadiran Allah dan janji bahwa Allah beserta mereka (Keluaran 3:12; 4:1-9; Hakim-Hakim 6:16-23). —Monica La Rose

Pahlawan yang Gagah Berani
 

Siapa saja tokoh Alkitab lain yang dipakai Allah melakukan perkara luar biasa meskipun memiliki kelemahan? Bagaimana Allah telah menarik kamu dari zona nyaman untuk melayani-Nya?

Allahku, aku bersyukur Engkau tidak melihatku seperti pandanganku sendiri. Tolonglah aku melihat diriku sebagai anak yang Kaukasihi, mampu melakukan perkara kecil maupun besar untuk melayani-Mu.

Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 27–29; 1 Petrus 3

Bagikan Konten Ini
31 replies
  1. rico art
    rico art says:

    Terimakasih Tuhan atas banyak berkat yang selalu Engkau limpahkan kepada kami hari lepas hari, pimpin dan kuatkanlah kami dimanapun kami berada ya Tuhan serta tolong kami, sembuhkan juga orang – orang disekitar kami dari segala macam penyakit akibat dari pandemi ini ya Tuhan, serta beri kekuatan kepada yang terkena bencana, kami menyerahkan segala rencana kehidupan kami kedalam tanganMu saja ya Tuhan biarlah KehendakMu yang terjadi, terpujilah NamaMu kekal selamanya, amin

  2. Sindhu
    Sindhu says:

    Amin. Terima kasih Tuhan, Engkau mau memakai aku, orang yg lemah & penuh kekurangan ini. Ajar aku, agar bisa menggenapi rancanganMu atas hidupku. Amin

Bagikan Komentar Kamu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *