Murid Yesus yang Sejati

Selasa, 9 November 2021

Baca: Yohanes 15:1-8

15:1 “Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.

15:2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.

15:3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

15:4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.

15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

15:6 Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.

15:7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.

15:8 Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.”

Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. —Yohanes 15:5

Ketika Christian Mustad menunjukkan lukisan pemandangan karya Van Gogh miliknya kepada kolektor seni Auguste Pellerin, Pellerin hanya mengamati sejenak dan langsung mengatakan bahwa lukisan tersebut bukan asli. Lukisan tersebut lalu disembunyikan Mustad di loteng rumahnya, dan bertahan di sana sampai lima puluh tahun. Mustad meninggal dunia, dan lukisan tersebut berulang kali dievaluasi selama empat puluh tahun berikutnya. Lukisan tersebut dinyatakan palsu setiap kali dievaluasi—hingga kemudian pada tahun 2012, seorang ahli menggunakan komputer untuk menghitung kepadatan benang kanvas dari lukisan tersebut. Ia menemukan bahwa kanvas lukisan tersebut merupakan bagian dari kain kanvas yang sama dengan lukisan-lukisan Van Gogh lainnya. Selama ini, ternyata Mustad memang memiliki lukisan Van Gogh yang asli. 

Apakah kamu merasa diri kamu seorang Kristen yang palsu? Apakah kamu takut ketika orang lain mengamati hidup kamu, mereka akan melihat kamu jarang berdoa, memberi, dan melayani? Apakah kamu tergoda untuk menyembunyikan diri dan menjauhi pandangan orang?

Lihatlah lebih dalam, di balik goresan warna dan kontur yang membentuk hidup kamu. Bila kamu pernah berbalik dari jalan hidup kamu yang lama dan beriman kepada Tuhan Yesus, maka kamu dan Dia berada pada kanvas yang sama. Ini seperti gambaran yang dipakai oleh Yesus, “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya” (Yoh. 15:5). Yesus dan kamu membentuk kesatuan yang utuh dan tak terpisahkan. 

Berserah kepada Yesus menjadikan kamu murid-Nya yang sejati. Itu juga menjadi satu-satunya cara memperbaiki gambar diri kamu. Dia berkata, “Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa” (ay.5).  —MIKE WITTMER

WAWASAN
Ketika Yesus berbicara tentang diri-Nya sebagai pokok anggur yang benar dan murid-murid-Nya sebagai ranting-ranting-Nya yang menghasilkan buah (Yohanes 15:1-8), Dia memberi mereka gambaran yang mungkin pernah mereka dengar sebelumnya. Asaf sang pemazmur dan Yesaya sang nabi (Mazmur 80:9; Yesaya 5:7) pernah mengumpamakan bangsa mereka sebagai kebun anggur yang menghasilkan panen pahit berupa kekerasan dan ketidakadilan. Dengan latar belakang inilah Yesus digambarkan sebagai pokok anggur yang benar dan baik, yang menghasilkan panen yang diinginkan Bapa-Nya. Namun, para murid-Nya masih harus banyak belajar. Mereka belum meninggalkan Yesus dengan cara yang akan menunjukkan kepada mereka, mengapa mereka membutuhkan Roh-Nya agar dapat menghasilkan buah yang layak bagi pokok anggur tersebut (Yohanes 15:9-17). Mereka juga belum tahu bahwa panen yang diinginkan Bapa adalah kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri yang dimungkinkan oleh Roh Kudus (Galatia 5:22-23). —Mart DeHaan

Murid Yesus yang Sejati

Hal apa saja yang membuat kamu bertanya-tanya apakah kamu murid Yesus yang sejati? Bagaimana keraguan tersebut seharusnya mengarahkan kamu kepada-Nya? 

Tuhan Yesus, aku berserah kepada-Mu bagaikan ranting yang melekat pada pokok anggur.  

Bacaan Alkitab Setahun: Yeremia 46–47; Ibrani 6

Bagikan Konten Ini
52 replies

Bagikan Komentar Kamu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *