Labrador Pengingat Kasih

Minggu, 21 November 2021

Baca: Mazmur 143

143:1 Mazmur Daud. Ya TUHAN, dengarkanlah doaku, berilah telinga kepada permohonanku! Jawablah aku dalam kesetiaan-Mu, demi keadilan-Mu!

143:2 Janganlah beperkara dengan hamba-Mu ini, sebab di antara yang hidup tidak seorangpun yang benar di hadapan-Mu.

143:3 Sebab musuh telah mengejar aku dan mencampakkan nyawaku ke tanah, menempatkan aku di dalam gelap seperti orang yang sudah lama mati.

143:4 Semangatku lemah lesu dalam diriku, hatiku tertegun dalam tubuhku.

143:5 Aku teringat kepada hari-hari dahulu kala, aku merenungkan segala pekerjaan-Mu, aku memikirkan perbuatan tangan-Mu.

143:6 Aku menadahkan tanganku kepada-Mu, jiwaku haus kepada-Mu seperti tanah yang tandus. Sela

143:7 Jawablah aku dengan segera, ya TUHAN, sudah habis semangatku! Jangan sembunyikan wajah-Mu terhadap aku, sehingga aku seperti mereka yang turun ke liang kubur.

143:8 Perdengarkanlah kasih setia-Mu kepadaku pada waktu pagi, sebab kepada-Mulah aku percaya! Beritahukanlah aku jalan yang harus kutempuh, sebab kepada-Mulah kuangkat jiwaku.

143:9 Lepaskanlah aku dari pada musuh-musuhku, ya TUHAN, pada-Mulah aku berteduh!

143:10 Ajarlah aku melakukan kehendak-Mu, sebab Engkaulah Allahku! Kiranya Roh-Mu yang baik itu menuntun aku di tanah yang rata!

143:11 Hidupkanlah aku oleh karena nama-Mu, ya TUHAN, keluarkanlah jiwaku dari dalam kesesakan demi keadilan-Mu!

143:12 Binasakanlah musuh-musuhku demi kasih setia-Mu, dan lenyapkanlah semua orang yang mendesak aku, sebab aku ini hamba-Mu!

 

Perdengarkanlah kasih setia-Mu kepadaku pada waktu pagi. —Mazmur 143:8

Pada tahun 2019, Cap Dashwood dan pendampingnya yang manis, seekor anjing labrador hitam bernama Chaela, berhasil melakukan sesuatu yang luar biasa: mereka mencapai puncak gunung setiap hari selama 365 hari berturut-turut.

Kisah hidup Dashwood sangat mengharukan. Ia meninggalkan rumah di usia enam belas tahun karena bermasalah dengan keluarganya. Namun, luka masa lalu itu menuntunnya menemukan pemulihan di tempat lain. Ia menjelaskan, “Terkadang ketika kita dikecewakan oleh manusia, kita memilih untuk beralih ke hal lain.” Bagi Dashwood, pendakian gunung dan kasih tanpa syarat dari anjing labrador hitamnya menjadi bagian besar dari “hal lain” tersebut.

Bagi sebagian dari kita, seperti juga saya, salah satu alasan kuat mengapa kita mencintai hewan-hewan peliharaan kita adalah karena mereka mencurahi kita kasih yang manis dan tak bersyarat—suatu kasih yang langka. Namun, saya berpikir bahwa kasih yang diberikan hewan-hewan tersebut sesungguhnya mengacu kepada realitas yang jauh lebih agung dan mendalam, yang lebih nyata daripada kegagalan orang lain yang menyakitkan kita. Realitas itu adalah kasih tak tergoyahkan dan tak terbatas dari Allah yang menopang alam semesta ini.

Dalam Mazmur 143, seperti juga diungkapkan dalam banyak doanya yang lain, hanya keyakinan Daud kepada “kasih setia” Allah yang tak terguncangkan (ay.12) yang menjaganya tetap berharap di saat ia merasa ditinggalkan sendirian. Perjalanan seumur hidup bersama Allah telah memberi Daud kekuatan untuk percaya bahwa Allah memperdengarkan kasih setia-Nya setiap pagi (ay.8).

Pengharapan itu cukup bagi Daud untuk kembali percaya dan membiarkan Allah memberitahukan jalan yang harus ditempuhnya (ay.8). —MONICA LA ROSE

WAWASAN
Tradisi gereja mengelompokkan Mazmur 143 sebagai salah satu dari tujuh mazmur pengakuan dosa. Di dalamnya penulis mengekspresikan duka dan pertobatan atas dosa. Namun, hanya ayat 2 yang cocok dengan deskripsi tersebut. Inti puisi ini adalah permintaan putus asa Daud agar ia diselamatkan. Ayat 3-4 menggambarkan masalah yang dihadapinya: ia tengah bersembunyi dari musuhnya—kemungkinan besar anaknya sendiri, Absalom. Ayat-ayat lain ditujukan langsung kepada Allah, untuk memohon pertolongan kepada-Nya, memuji kebenaran-Nya, dan mengingat pertolongan-Nya di masa-masa sulit sebelumnya. Aspek pengakuan dosa di ayat kedua dapat menjadi contoh bagi kita saat memohon kepada Allah untuk melepaskan kita dari bahaya. Penyelamatan terbesar yang kita butuhkan adalah dari dosa kita sendiri. —Tim Gustafson

Labrador Pengingat Kasih
 

Apa saja tanda kasih tak berkesudahan dari Allah yang kamu temukan di sekitar kamu? Bagaimana kamu telah memperoleh kembali harapan dan keberanian melalui kasih Allah yang dipancarkan orang lain, atau bahkan hewan peliharaan kamu?

Allah yang penuh kasih, terima kasih karena Engkau menunjukkan kepadaku bagaimana aku dapat kembali mengalami kasih dan sukacita. Mampukanlah aku meneruskan harapan itu bagi sesamaku.

Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 16–17; Yakobus 3

Bagikan Konten Ini
34 replies
  1. rico art
    rico art says:

    Bapa kami yang di sorga,
    Dikuduskanlah nama-Mu,
    datanglah Kerajaan-Mu,
    jadilah kehendak-Mu
    di bumi seperti di sorga.
    Berikanlah kami pada hari ini
    makanan kami yang secukupnya
    dan ampunilah kami akan kesalahan
    kami, seperti kami juga mengampuni
    orang yang bersalah kepada kami;
    dan janganlah membawa kami ke
    dalam pencobaan,
    tetapi lepaskanlah kami dari pada
    yang jahat.
    Karena Engkaulah yang empunya
    Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan
    sampai selama-lamanya.
    Amin.

  2. rico art
    rico art says:

    Terimakasih Tuhan atas banyak berkat yang selalu Engkau limpahkan kepada kami hari lepas hari, pimpin dan kuatkanlah kami dimana pun kami berada ya Tuhan serta tolong kami, sembuhkan juga orang – orang disekitar kami dari segala macam penyakit akibat dari pandemi ini ya Tuhan, serta beri kekuatan kepada yang terkena bencana, kami menyerahkan segala rencana kehidupan kami kedalam tanganMu saja ya Tuhan, biarlah KehendakMu yang terjadi, terpujilah namaMu kekal selamanya, amin

  3. Rosa
    Rosa says:

    aminnn… kasih setia Tuhan tak berkesudahan dalam hidupku dan ku percaya Tuhan akan melakukan Mujizatnya padaku😇🙏

Bagikan Komentar Kamu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *