kamu Tidak Sendiri

Rabu, 10 November 2021

Baca: 1 Raja-Raja 19:8-11,15-18

19:8 Maka bangunlah ia, lalu makan dan minum, dan oleh kekuatan makanan itu ia berjalan empat puluh hari empat puluh malam lamanya sampai ke gunung Allah, yakni gunung Horeb.

19:9 Di sana masuklah ia ke dalam sebuah gua dan bermalam di situ. Maka firman TUHAN datang kepadanya, demikian: “Apakah kerjamu di sini, hai Elia?”

19:10 Jawabnya: “Aku bekerja segiat-giatnya bagi TUHAN, Allah semesta alam, karena orang Israel meninggalkan perjanjian-Mu, meruntuhkan mezbah-mezbah-Mu dan membunuh nabi-nabi-Mu dengan pedang; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup dan mereka ingin mencabut nyawaku.”

19:11 Lalu firman-Nya: “Keluarlah dan berdiri di atas gunung itu di hadapan TUHAN!” Maka TUHAN lalu! Angin besar dan kuat, yang membelah gunung-gunung dan memecahkan bukit-bukit batu, mendahului TUHAN. Tetapi tidak ada TUHAN dalam angin itu. Dan sesudah angin itu datanglah gempa. Tetapi tidak ada TUHAN dalam gempa itu.

19:15 Firman TUHAN kepadanya: “Pergilah, kembalilah ke jalanmu, melalui padang gurun ke Damsyik, dan setelah engkau sampai, engkau harus mengurapi Hazael menjadi raja atas Aram.

19:16 Juga Yehu, cucu Nimsi, haruslah kauurapi menjadi raja atas Israel, dan Elisa bin Safat, dari Abel-Mehola, harus kauurapi menjadi nabi menggantikan engkau.

19:17 Maka siapa yang terluput dari pedang Hazael akan dibunuh oleh Yehu; dan siapa yang terluput dari pedang Yehu akan dibunuh oleh Elisa.

19:18 Tetapi Aku akan meninggalkan tujuh ribu orang di Israel, yakni semua orang yang tidak sujud menyembah Baal dan yang mulutnya tidak mencium dia.”

 

Aku akan meninggalkan tujuh ribu orang di Israel, yakni semua orang yang tidak sujud menyembah Baal. —1 Raja-raja 19:18

“Senang bertemu denganmu!” “Kamu juga!” “Senang sekali ketemu kamu di sini!” Mereka saling memberikan sapaan yang hangat dan ramah. Para anggota lembaga pelayanan di California Selatan itu berkumpul secara daring sebelum acara dimulai. Sebagai pembicara yang melayani dari jauh di Colorado, saya mengamati interaksi mereka diam-diam. Sebagai seorang introvert yang tidak kenal siapa-siapa, saya merasa seperti orang asing. Lalu, tiba-tiba, wajah pendeta saya muncul di layar. Kemudian seorang teman lama di gereja saya juga hadir. Saya tidak lagi merasa sendirian setelah melihat mereka. Kehadiran mereka terasa seperti dukungan yang dikirim Allah untuk saya.

Nabi Elia juga tidak sendirian, meskipun ia merasa “hanya [ia] seorang dirilah yang masih hidup” setelah melarikan diri dari murka Izebel dan Ahab (1Raj. 19:10). Setelah berjalan melintasi padang gurun selama empat puluh hari empat puluh malam, Elia bersembunyi dalam sebuah gua di Gunung Horeb. Namun, Allah memanggilnya untuk kembali melayani, dengan berkata kepadanya, “Pergilah, kembalilah ke jalanmu, melalui padang gurun ke Damsyik, dan setelah engkau sampai, engkau harus mengurapi Hazael menjadi raja atas Aram. Juga Yehu, cucu Nimsi, haruslah kauurapi menjadi raja atas Israel, dan Elisa bin Safat, dari Abel-Mehola, harus kauurapi menjadi nabi menggantikan engkau” (ay.15-16).

Kemudian Allah meyakinkan Elia, “Tetapi Aku akan meninggalkan tujuh ribu orang di Israel, yakni semua orang yang tidak sujud menyembah Baal dan yang mulutnya tidak mencium dia” (ay.18). Seperti yang Elia pelajari, ketika melayani Allah, kita tidak melayani seorang diri. Dengan pertolongan yang diberikan-Nya, kita akan melayani bersama-sama. —PATRICIA RAYBON

WAWASAN
Ketika membaca kisah pelarian Elia dari ancaman Izebel (1 Raja-Raja 19:1-9), kita melihat kemiripannya dengan pengalaman Musa. Seperti Musa, Elia juga melarikan diri dari penguasa yang bermaksud membunuhnya (Keluaran 2:15; 1 Raja-Raja 19:3). Elia berjalan selama empat puluh hari menuju Horeb, gunung Allah (juga dikenal sebagai Gunung Sinai), dan Musa menghabiskan empat puluh hari di gunung yang sama (1 Raja-Raja 19:8; Keluaran 24:18; 34:28). Kedua nabi tersebut bertemu Allah di Gunung Horeb (1 Raja-Raja 19:11; Keluaran 24:12-18). Ketika Elia tiba, ia menyelubungi mukanya dengan jubahnya untuk melindungi diri (1 Raja-Raja 19:13), seperti Musa dilindungi oleh bebatuan ketika Allah melewatinya (Keluaran 33:21-22). The NIV Application Commentary mencatat: “Narasi tersebut dengan sengaja menunjukkan bahwa Elia adalah nabi seperti Musa.” —J. R. Hudberg

kamu Tidak Sendiri
 

Dukungan apa yang Allah kirimkan dalam pelayanan kamu baru-baru ini? Siapa yang dapat kamu ajak untuk melayani bersama untuk meningkatkan dampak dari pelayanan kamu?

Ya Allah, ketika aku merasa sendirian melayani-Mu, ingatkanlah aku bahwa ada orang-orang yang Engkau utus untuk melayani bersamaku sehingga kami dapat melakukannya dengan penuh sukacita.

Bacaan Alkitab Setahun: Yeremia 48–49; Ibrani 7

Bagikan Konten Ini
41 replies
  1. rico art
    rico art says:

    Terimakasih Tuhan atas banyak berkat yang selalu Engkau limpahkan kepada kami hari lepas hari, pimpin dan kuatkanlah kami dimanapun kami berada ya Tuhan serta tolong kami, sembuhkan juga orang – orang disekitar kami dari segala macam penyakit akibat dari pandemi ini ya Tuhan, biarlah KehendakMu yang terjadi, terpujilah namaMu kekal selamanya, amin

  2. Sindhu
    Sindhu says:

    pelajaran yg aku dapat :
    1. Tuhan ingin menunjukkan kpd Elia, kpd qta utk masa kini, yakni keperkasaanNya & kedaulatanNya atas segala sesuatu
    2. Tuhan mengenal qta, name by name
    3. Tuhan berkuasa utk menunjuk dan mengangkat seseorang sesuai dng kehendakNya
    waow… Tuhanku dasyat & perkasa. Tiada yg spt Engkau, ya Tuhan. Amin

  3. Pe_Ka Eliza
    Pe_Ka Eliza says:

    Terima kasih, Tuhan Yesus, Engkau inginkan kami kembali melayani, dan percaya kepadaMu, Tuhan, tolong mampukan kami untuk terus setia kepadaMu, amin

Bagikan Komentar Kamu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *