Kabar Baik

Kamis, 11 November 2021

Baca: Kisah Para Rasul 13:32-39

13:32 Dan kami sekarang memberitakan kabar kesukaan kepada kamu, yaitu bahwa janji yang diberikan kepada nenek moyang kita,

13:33 telah digenapi Allah kepada kita, keturunan mereka, dengan membangkitkan Yesus, seperti yang ada tertulis dalam mazmur kedua: Anak-Ku Engkau! Aku telah memperanakkan Engkau pada hari ini.

13:34 Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan Ia tidak akan diserahkan kembali kepada kebinasaan. Hal itu dinyatakan oleh Tuhan dalam firman ini: Aku akan menggenapi kepadamu janji-janji yang kudus yang dapat dipercayai, yang telah Kuberikan kepada Daud.

13:35 Sebab itu Ia mengatakan dalam mazmur yang lain: Engkau tidak akan membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.

13:36 Sebab Daud melakukan kehendak Allah pada zamannya, lalu ia mangkat dan dibaringkan di samping nenek moyangnya, dan ia memang diserahkan kepada kebinasaan.

13:37 Tetapi Yesus, yang dibangkitkan Allah, tidak demikian.

13:38 Jadi ketahuilah, hai saudara-saudara, oleh karena Dialah maka diberitakan kepada kamu pengampunan dosa.

13:39 Dan di dalam Dialah setiap orang yang percaya memperoleh pembebasan dari segala dosa, yang tidak dapat kamu peroleh dari hukum Musa.

 

Kami sekarang memberitakan kabar kesukaan kepada kamu, yaitu bahwa janji yang diberikan kepada nenek moyang kita, telah digenapi Allah kepada kita. —Kisah Para Rasul 13:32-33

Pada tahun 1941, ketika kekuasaan Hitler mulai meluas ke seluruh Eropa, novelis John Steinbeck diminta membantu upaya perlawanan yang sedang berlangsung. Ia tidak diminta untuk berperang atau mengunjungi pasukan di garis depan, melainkan untuk menulis sebuah cerita. Hasilnya adalah novel The Moon Is Down, yang bercerita tentang wilayah yang tadinya damai tetapi kemudian diserang oleh suatu rezim yang jahat. Novel tersebut diproduksi oleh percetakan bawah tanah dan disebarluaskan secara diam-diam ke negara-negara yang diduduki Nazi. Pesan yang ingin disampaikan oleh novel itu: Pasukan Sekutu akan datang, dan dengan mencontoh tokoh-tokoh dalam novel itu, para pembaca dapat membantu meraih kemerdekaan mereka. Melalui novel The Moon Is Down, Steinbeck membawa kabar baik kepada orang-orang di bawah cengkeraman Nazi—kabar bahwa pembebasan mereka sudah dekat.

Seperti tokoh-tokoh dalam cerita Steinbeck, bangsa Yahudi di abad pertama juga terjajah, tetapi oleh pemerintahan Romawi yang kejam. Namun, berabad-abad sebelumnya, Allah sudah berjanji akan mengirimkan Sekutu untuk membebaskan mereka dan membawa perdamaian kepada dunia (Yes. 11). Sukacita pun meluap saat Sekutu itu datang! “Kami sekarang memberitakan kabar kesukaan kepada kamu,” kata Paulus. “Janji yang diberikan kepada nenek moyang kita, telah digenapi Allah kepada kita . . . dengan membangkitkan Yesus” (Kis. 13:32-33). Lewat kebangkitan Tuhan Yesus dan pengampunan yang ditawarkan-Nya, karya pemulihan dunia telah dimulai (ay.38-39; Rm. 8:21).

Sejak saat itu, kisah ini telah menyebar ke seluruh muka bumi, mendatangkan perdamaian dan kemerdekaan di mana pun kabar ini diberitakan. Yesus telah bangkit dari kematian. Karya pembebasan kita dari dosa dan kejahatan telah dimulai. Di dalam Dia kita merdeka! —SHERIDAN VOYSEY

WAWASAN
Dalam Kisah Para Rasul 13, Paulus dan Barnabas sedang melakukan perjalanan misi pertama. Setibanya di Antiokhia di Pisidia, mereka memasuki rumah ibadat (ay. 14). Di sana Paulus menyampaikan pesan pertamanya yang dicatat dalam Kitab Kisah Para Rasul. Sebagai cendekiawan Yahudi terpandang yang berbicara kepada pendengar Yahudi yang taat, Paulus banyak menggunakan Perjanjian Lama dalam menyampaikan kabar baik mengenai Yesus. Setelah menceritakan tentang sejarah Israel dan menunjukkan bagaimana sejarah tersebut merujuk kepada Yesus, Paulus menggunakan Mazmur 2 (lihat Kisah Para Rasul 13:33) untuk mendukung argumennya bahwa Yesus adalah Anak Allah. Strategi ini sangat tepat, karena orang Yahudi menganggap Mazmur 2 sebagai mazmur mesianik, karena di dalamnya Bapa dan Anak berbicara kepada satu sama lain untuk memenuhi janji akan lahirnya seorang “keturunan yang lebih besar” dari Daud, yakni Yesus (lihat Lukas 1:31-33), yang suatu hari nanti akan memerintah seluruh dunia. —Bill Crowder

Kabar Baik
 

Dibandingkan dengan para penguasa dunia, bagaimana cara Yesus mendatangkan perdamaian bagi dunia? Bagaimana kamu dapat ikut serta bersama-Nya dalam karya perdamaian tersebut?

Tuhan Yesus, Engkaulah Sekutuku yang utama. Aku berserah kepada kekuasaan-Mu yang sah.

Bacaan Alkitab Setahun: Yeremia 50; Ibrani 8

Bagikan Konten Ini
38 replies
  1. rico art
    rico art says:

    Terimakasih Tuhan atas banyak berkat yang selalu Engkau limpahkan kepada kami hari lepas hari, pimpin dan kuatkanlah kami dimanapun kami berada ya Tuhan serta tolong kami, sembuhkan juga orang – orang disekitar kami dari segala macam penyakit akibat dari pandemi ini ya Tuhan, serta beri kekuatan kepada yang terkena bencana, kami menyerahkan segala rencana kehidupan kami kedalam tangan Mu saja ya Tuhan, biarlah kehendakMu yang terjadi, terpujilah NamaMu kekal selamanya, amin

  2. Diana Beni Siallagan
    Diana Beni Siallagan says:

    Tuhan Yesus, Engkaulah Sekutuku yang utama. Aku berserah kepada kekuasaan-Mu yang sah, sertailah setiap langkahku. Aminn

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *