Saatnya Berkorban

Selasa, 19 Oktober 2021

Baca: Galatia 5:22-26

5:22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,

5:23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

5:24 Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.

5:25 Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh,

5:26 dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki.

Buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. —Galatia 5:22-23

Pada Februari 2020, ketika krisis COVID-19 baru mulai merebak, saya tertegun membaca tulisan seorang kolumnis surat kabar. Penulis itu ingin tahu, apakah kita bersedia mengisolasi diri, mengubah kebiasaan dalam bekerja, bepergian, dan berbelanja agar orang lain tidak tertular dan menjadi sakit? ”Yang diuji di sini tidak hanya sumber daya kesehatan masyarakat,” tulisnya, “tetapi juga kerelaan diri kita untuk mendahulukan orang lain.” Tiba-tiba saja, kebajikan menjadi kebutuhan yang dicari di mana-mana. 

Memang tidak mudah memperhatikan kebutuhan dan kepentingan orang lain di saat kita sendiri cemas memikirkan keadaan diri sendiri. Syukurlah, kita tidak hanya bermodalkan tekad dalam upaya memenuhi kebutuhan sesama. Kita dapat meminta Roh Kudus untuk memberikan kepada kita kasih sebagai ganti ketidakpedulian, sukacita untuk melawan kesedihan, damai sejahtera untuk mengusir kecemasan, kesabaran untuk menghalau sikap terburu-buru, kemurahan untuk mempedulikan orang lain, kebaikan agar dapat mengenali kebutuhan orang lain, kesetiaan untuk menepati janji, kelemahlembutan menggantikan sikap kasar, serta penguasaan diri untuk mengalihkan fokus kita dari diri sendiri (Gal. 5:22-23). Walaupun kita tidak akan sempurna melakukan itu semua, kita dipanggil untuk terus-menerus mengejar karunia kebajikan dari Roh Kudus (Ef. 5:18).

Penulis Richard Foster menggambarkan kekudusan sebagai kesanggupan untuk melakukan apa yang perlu dilakukan pada saat diperlukan. Kekudusan itu kita perlukan setiap hari, tidak hanya pada masa pandemi. Apakah kita memiliki kapasitas untuk berkorban demi kepentingan orang lain? Roh Kudus, penuhilah kami dengan kuasa untuk melakukan apa yang perlu dilakukan. —SHERIDAN VOYSEY

WAWASAN
Kitab Galatia dengan tepat disebut sebagai karya yang “pendek dan berapi-api”. Nada dan kata yang dipilih oleh Paulus sesuai dengan seriusnya kesalahan yang dilakukan oleh jemaat di Galatia (suatu daerah di Asia Kecil di mana Paulus berkhotbah dan mendirikan jemaat-jemaat). Apa saja yang harus diperbaiki? Guru-guru palsu mengkhotbahkan injil palsu yang mewajibkan dipenuhinya tuntutan Hukum Taurat Musa sebagai syarat pengampunan dosa selain kepercayaan kepada Yesus. Padahal, bukan saja kita sudah dibenarkan— dibenarkan dengan Allah—oleh iman dalam Kristus semata (Galatia 2:15-21), tetapi orang percaya semakin menyerupai Dia (dikuduskan) dengan cara yang sama—yaitu oleh iman, bukan karena menaati hukum Taurat (5:1-11). Dengan Roh Kudus Allah, orang percaya dimampukan untuk hidup secara saleh, termasuk mengasihi sesama seperti diri sendiri (ay. 13-26). —Arthur Jackson

Saatnya Berkorban

Pernahkah kamu berkorban demi kepentingan orang lain? Apa saja kebutuhan di sekitar kamu yang membutuhkan hadirnya buah Roh Kudus dalam diri kamu hari ini?  

Ya Roh Kudus, penuhilah aku kembali hari ini dan jadikanlah aku pribadi yang melimpah dengan kebajikan.

Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 56–58; 2 Tesalonika 2

Bagikan Konten Ini
37 replies
  1. Erin Goklas Asi Marbun
    Erin Goklas Asi Marbun says:

    semoga yang membaca ini penuh dengan hikmat kebijaksanaan dan selalu penuh dengan sukacita dari Roh Kudus 🙏

  2. rico art
    rico art says:

    Terimakasih Tuhan atas banyak berkat yang selalu Engkau limpahkan kepada kami hari lepas hari, pimpin dan kuatkanlah kami dimanapun kami berada ya Tuhan, serta tolong kami, sembuhkan juga orang – orang disekitar kami dari segala macam penyakit akibat dari pandemi ini ya Tuhan, serta beri kekuatan kepada yang terkena bencana, kami menyerahkan segala rencana kami kedalam tangan Mu saja ya Tuhan, biarlah kehendakMu yang terjadi, terpujilah namaMu kekal selamanya, amin

  3. Sandra Ria
    Sandra Ria says:

    Puji Tuhan, terima kasih atas renungan Pagi ini, Tuhan Yesus Memberkati 😇🙏✨

Bagikan Komentar Kamu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *