Di Mana Pun Kita Menyembah

Senin, 4 Oktober 2021

Baca: Yohanes 4:7-24

4:7 Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya: “Berilah Aku minum.”

4:8 Sebab murid-murid-Nya telah pergi ke kota membeli makanan.

4:9 Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: “Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?” (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.)

4:10 Jawab Yesus kepadanya: “Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup.”

4:11 Kata perempuan itu kepada-Nya: “Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu?

4:12 Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub, yang memberikan sumur ini kepada kami dan yang telah minum sendiri dari dalamnya, ia serta anak-anaknya dan ternaknya?”

4:13 Jawab Yesus kepadanya: “Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi,

4:14 tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.”

4:15 Kata perempuan itu kepada-Nya: “Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air.”

4:16 Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, panggillah suamimu dan datang ke sini.”

4:17 Kata perempuan itu: “Aku tidak mempunyai suami.” Kata Yesus kepadanya: “Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami,

4:18 sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar.”

4:19 Kata perempuan itu kepada-Nya: “Tuhan, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi.

4:20 Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan, bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah.”

4:21 Kata Yesus kepadanya: “Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem.

4:22 Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi.

4:23 Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.

4:24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”

Saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. —Yohanes 4:23

Rasa sakit kepala hebat yang tidak tertahankan membuat saya, lagi-lagi, tidak bisa beribadah di gereja. Saya lalu mengikuti ibadah secara daring, sambil menyesali hilangnya kesempatan beribadah bersama jemaat lainnya. Awalnya, saya banyak mengeluh. Kualitas suara dan gambar yang buruk membuat saya terganggu. Namun, kemudian terdengar suara dari video itu menyanyikan himne yang sudah akrab di telinga. Air mata saya mengalir sembari menyanyikan: “Kaulah, ya Tuhan, Surya hidupku; asal Kau ada, yang lain tak perlu. Siang dan malam Engkau kukenang; di hadirat-Mu jiwaku tenang!” (Kidung Jemaat No. 405). Dengan berfokus pada kehadiran Allah yang setia, saya pun menyembah Dia sambil duduk di ruang tamu rumah saya.

Walaupun Alkitab menegaskan pentingnya ibadah bersama (Ibr. 10:25), kehadiran Allah tidak dibatasi oleh dinding-dinding gereja. Dalam percakapan Yesus dengan perempuan Samaria di sebuah sumur, Dia membalikkan semua anggapan orang tentang sosok Mesias (Yoh. 4:9). Alih-alih mengecam, Yesus mengucapkan kebenaran dan mengasihi perempuan yang dijumpai-Nya itu (ay.10). Dia menunjukkan bahwa Dia sangat mengenal anak-anak-Nya bahkan hingga ke hal-hal yang tersembunyi (ay.17-18). Yesus menyatakan keilahian-Nya dengan mengatakan bahwa Roh Kudus membangkitkan penyembahan yang benar dalam hati umat Allah, dan ini bukan soal lokasi secara fisik (ay.23-24).

Ketika kita berfokus pada pribadi, karya, dan janji Allah, kita dapat bersukacita dalam hadirat-Nya senantiasa saat kita menyembah-Nya bersama saudara-saudari seiman, di rumah masing-masing . . . dan di mana saja! —Xochitl Dixon

WAWASAN
Siapakah orang-orang Samaria? Menurut 2 Raja-raja 17, setelah kerajaan utara Israel dikalahkan oleh Asyur di tahun 722 SM dan sebagian besar rakyatnya dibawa ke pembuangan, orang-orang tawanan lain dibawa masuk untuk menduduki daerah yang dikenal sebagai Samaria (ay. 24). Ketika mereka baru tiba, mereka tidak “takut kepada TUHAN,” jadi Allah melepaskan singa-singa ke antara mereka (ay. 25). Kemudian raja Asyur mengirimkan imam Yahudi ke tanah Samaria untuk mengajarkan orang-orang cara menyembah Allah, tetapi mereka tetap menyembah allah lain (ay. 27-29). Orang-orang Samaria terjadi dari pertukaran bangsa-bangsa dan percampuran kepercayaan. —Alyson Kieda

Di Mana Pun Kita Menyembah

Di manakah kamu senang menyembah Allah? Bagaimana kamu menikmati kehadiran-Nya dan merasakan sukacita saat kamu menaikkan penyembahan kepada-Nya?

Allah yang ajaib, tolonglah aku menyembah-Mu dengan benar karena aku bersukacita mengenal diri, karya, dan janji-janji-Mu.

Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 20–22; Efesus 6

Bagikan Konten ini
34 replies
  1. REIN ELIAS RAUBABA
    REIN ELIAS RAUBABA says:

    Terimakasih Tuhan Yesus memberkati kita semua sehat selalu sukses selalu dalam keadaan apapun Tuhan Yesus memberkati kita amin

  2. Tety Vera hayati br.ginting
    Tety Vera hayati br.ginting says:

    Tuhan Yesus tetap tolong dan berkehdaklah di Hidupku untuk selalu setia dan tekun atas semua penyembahan ku untuk mu dan selalu bersyukur atas kuasa kebaikan-Mu di dalam ku tetap sertai aku untuk selalu engaku kehendaki dan menjadi alat berkat kuasa-Mu yang menyatakan semua kebaikan Kuasa-Mu
    amin.🙏🏻

  3. rico art
    rico art says:

    Terimakasih Tuhan atas banyak berkat yang selalu Engkau limpahkan kepada kami hari lepas hari, pimpin dan kuatkanlah kami dimanapun kami berada ya Tuhan serta tolong kami, sembuhkan juga orang-orang disekitar kami dari segala macam penyakit akibat dari pandemi ini ya Tuhan, serta beri kekuatan kepada yang terkena bencana , kami menyerahkan segala rencana kehidupan kami kedalam tanganMu saja ya Tuhan, biarlah KehendakMu yang terjadi, terpujilah NamaMu kekal selamanya, amin

  4. Fany simbolon
    Fany simbolon says:

    Allah yang ajaib, tolonglah aku menyembah-Mu dengan benar karena aku bersukacita mengenal diri, karya, dan janji-janji-Mu

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *