Allah Bernyanyi Karena Kita

Jumat, 29 Oktober 2021

Baca: Zefanya 3:14-17

3:14 Bersorak-sorailah, hai puteri Sion, bertempik-soraklah, hai Israel! Bersukacitalah dan beria-rialah dengan segenap hati, hai puteri Yerusalem!

3:15 TUHAN telah menyingkirkan hukuman yang jatuh atasmu, telah menebas binasa musuhmu. Raja Israel, yakni TUHAN, ada di antaramu; engkau tidak akan takut kepada malapetaka lagi.

3:16 Pada hari itu akan dikatakan kepada Yerusalem: “Janganlah takut, hai Sion! Janganlah tanganmu menjadi lemah lesu.

3:17 TUHAN Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai,

[Allah] bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai. —Zefanya 3:17

Tujuh belas bulan setelah anak pertama kami—laki-laki—lahir, istri saya melahirkan seorang anak perempuan. Rasa senang saya karena memiliki anak perempuan bercampur dengan perasaan kikuk, karena saya sudah terbiasa dengan anak laki-laki dan tidak begitu paham cara membesarkan anak perempuan. Kami memberinya nama Sarah, dan salah satu sukacita saya adalah meninabobokannya sampai tertidur supaya istri saya bisa beristirahat. Entah mengapa, ketika saya mulai mencoba meninabobokannya, saya memilih lagu “You Are My Sunshine” (Kaulah Cahaya Matahariku). Entah ketika saya menimangnya atau berdiri di samping tempat tidurnya, saya pasti bernyanyi karena kehadirannya, dan saya sangat menikmatinya. Sekarang putri saya sudah berumur dua puluhan tahun, tetapi saya masih memanggilnya Sunshine.

Biasanya kita berpikir para malaikatlah yang bernyanyi, tetapi pernahkah kamu berpikir Allah juga bernyanyi? Ya, benar, Allah bernyanyi dengan penuh sorak-sorai. Lebih dari itu, pernahkah kamu berpikir Allah bernyanyi karena kamu? Pesan yang disampaikan Nabi Zefanya kepada Yerusalem sangatlah jelas: “Tuhan Allahmu bergirang karena engkau dengan sukacita”, bahkan “Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai” (3:17). Meskipun pesan tersebut disampaikan secara langsung kepada Yerusalem, besar kemungkinan Allah juga bersorak-sorai dengan nyanyian karena kita, umat yang sudah menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat! Apa yang Allah nyanyikan? Kitab Suci tidak menjelaskannya. Namun, nyanyian itu tercipta dari kasih-Nya, maka kita percaya bahwa itu benar, mulia, adil, suci, manis, dan sedap didengar (flp. 4:8).  —John Blase

WAWASAN
Ketika kitab Zefanya (yang berarti “Tuhan menyembunyikan/menutupi”) berakhir dengan nada sukacita dan puji-pujian karena pemulihan Allah (Zefanya 3:14-20), sebagian besar dari kitab itu mencatat penghakiman Allah atas Yehuda dan bangsa-bangsa. “Hari Tuhan” adalah tema utama (1:2-3:8). Istilah itu mengacu kepada hari ketika Allah membuat perhitungan dengan mereka yang menentang-Nya (hari penghakiman) dan memberi penghargaan kepada para pengikut setia yang masih tersisa (hari pelepasan/penyelamatan). Sesungguhnya “pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau” (3:17) adalah juga “prajurit-prajurit yang paling perkasa [yang] akan meraung-raung karena putus asa” (1:14). Allah yang berdaulat atas seluruh bumi berhak meminta pertanggungjawaban semua bangsa. —Arthur Jackson

Allah Bernyanyi Karena Kita

Apakah perasaan kamu tergugah saat membayangkan Allah menyanyi dengan sorak-sorai karena diri kamu? Apakah kenyataan itu sulit untuk dipercaya atau menghibur hati kamu? Mengapa?

Bapa yang baik, aku sangat terhibur dan dikuatkan oleh kenyataan bahwa Engkau menyanyi dengan penuh sukacita karena diriku. Terima kasih, ya Allahku.

Bacaan Alkitab Setahun: Yeremia 18–19; 2 Timotius 3

Bagikan Konten Ini
39 replies
  1. Samsarif
    Samsarif says:

    semoga lewat sate saya yang pertama hari ini,tuhan Yesus bersorak Sorai luar biasa,sehingga saya diberikan keselamatan dari Tuhan Yesus…thank God..saya sungguh bahagia bisa bersorak Sorai hari ini

  2. rico art
    rico art says:

    Terimakasih Tuhan atas banyak berkat yang selalu Engkau limpahkan kepada kami hari lepas hari, pimpin dan kuatkanlah kami dimanapun kami berada ya Tuhan serta tolong kami, sembuhkan juga orang – orang disekitar kami dari segala macam penyakit akibat dari pandemi ini ya Tuhan, serta beri kekuatan kepada yang terkena bencana, kami menyerahkan segala rencana kehidupan kami kedalam tangan Mu saja ya Tuhan, biarlah kehendakMu yang terjadi, terpujilah namaMu kekal selamanya, amin

  3. Sindhu
    Sindhu says:

    apa yg membuat Tuhan bersukacita krn qta? ketika qta hidup utk menyenangkan hatiNya. Tq God, Jesus. Amin

Bagikan Komentar Kamu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *