Tamu yang Tak Terduga

Senin, 20 September 2021

Tamu yang Tak Terduga

Baca: Lukas 19:1-10

19:1 Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu.

19:2 Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya.

19:3 Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek.

19:4 Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ.

19:5 Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.”

19:6 Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita.

19:7 Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: “Ia menumpang di rumah orang berdosa.”

19:8 Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.”

19:9 Kata Yesus kepadanya: “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham.

19:10 Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”

[Yesus berkata,] “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.” —Lukas 19:5

Tamu yang Tak Terduga

Zakheus pernah menjadi orang yang kesepian. Ketika sedang berjalan-jalan di tengah kota, ia bisa merasakan tatapan benci orang-orang yang tertuju kepadanya. Namun, hidupnya kemudian berubah total. Klemens dari Alexandria, salah seorang bapa gereja mula-mula, berkata bahwa Zakheus lalu menjadi pemimpin Kristen yang disegani dan gembala jemaat di Kaisarea. Ya, ini adalah Zakheus si kepala pemungut cukai yang pernah memanjat pohon ara untuk melihat Yesus (Luk. 19:1-10).

Apa yang mendorong Zakehus untuk memanjat pohon itu? Di mata orang Yahudi, para pemungut cukai dianggap sebagai pengkhianat karena membebankan cukai yang tinggi dari bangsanya sendiri demi kepentingan Kekaisaran Romawi. Namun, Yesus dikenal luas senang menerima orang-orang seperti para pemungut cukai. Zakheus sendiri mungkin bertanya-tanya apakah Yesus mau menerima dirinya juga. Akan tetapi, karena perawakannya yang pendek, ia tidak berhasil melihat Yesus di antara kerumunan orang banyak (ay.3). Mungkin tujuannya memanjat pohon itu memang untuk mencari Yesus.

Sesungguhnya, Yesus pun sedang mencari Zakheus. Ketika Kristus tiba di dekat pohon yang dipanjat Zakehus, Dia melihat ke atas dan berkata, “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu” (ay.5). Yesus memandang sangat perlu diri-Nya bertamu di rumah seorang pendosa yang dikucilkan orang. Bayangkan! Sang Juruselamat dunia ingin meluangkan waktu bersama seseorang yang dijauhi masyarakat.

Apakah yang perlu dipulihkan dalam kehidupan kamu? Entah itu hati, hubungan, atau hidup kita, sama seperti Zakheus, kita boleh berharap kepada Tuhan. Yesus tidak akan pernah menolak kita saat kita datang kepada-Nya. Dia sanggup memperbaiki apa yang telah rusak, memulihkan yang terhilang, dan memberikan arti dan tujuan baru bagi hidup kita. —Poh Fang Chia

WAWASAN
Para pemungut cukai dikenal suka memeras orang. Kedudukan mereka memudahkan mereka untuk memenjarakan seseorang dengan tuduhan palsu, jadi orang tidak mempunyai pilihan selain bekerja sama. Beberapa orang bahkan mencoba menyogok pemungut cukai dengan harapan tidak dikenai biaya lebih besar. Zakheus yang kaya raya kemungkinan juga berperilaku demikian, sesuatu yang secara tidak langsung diakuinya di Lukas 19:8 (“sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang”). Namun, kesediaan Yesus menjadi tamu Zakheus mendorong Zakheus untuk menanggapi-Nya dengan pertobatan. Ia kemudian berjanji akan memberikan setengah hartanya kepada orang miskin dan mengembalikan empat kali lipat jumlah uang yang ia peras dari seseorang. Membayar “empat kali lipat” (ay.8) agaknya mengacu kepada hukum Perjanjian Lama tentang ganti rugi (lihat Keluaran 22). Perkataan Zakheus menunjukkan bahwa ia mengakui perbuatannya sebagai pencurian yang memerlukan ganti rugi tambahan. —Monica La Rose

Hubungan apa saja dalam hidup kamu yang perlu dipulihkan oleh Tuhan Yesus? Apa artinya diri kamu dipulihkan oleh Dia?

Tuhan Yesus, terima kasih karena ketika aku tersesat dalam dosa, Engkau mencariku dan menebus hidupku yang telah hancur.

Bacaan Alkitab Setahun: Pengkhotbah 4–6; 2 Korintus 12

Bagikan Konten ini
1 reply

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *