Pertolongan Roh Kudus

Minggu, 5 September 2021

Pertolongan Roh Kudus

Baca: Yeremia 3:11-15,22

3:11 Dan TUHAN berfirman kepadaku: “Israel, perempuan murtad itu, membuktikan dirinya lebih benar dari pada Yehuda, perempuan yang tidak setia itu.

3:12 Pergilah menyerukan perkataan-perkataan ini ke utara, katakanlah: Kembalilah, hai Israel, perempuan murtad, demikianlah firman TUHAN. Muka-Ku tidak akan muram terhadap kamu, sebab Aku ini murah hati, demikianlah firman TUHAN, tidak akan murka untuk selama-lamanya.

3:13 Hanya akuilah kesalahanmu, bahwa engkau telah mendurhaka terhadap TUHAN, Allahmu, telah melampiaskan cinta berahimu kepada orang-orang asing di bawah setiap pohon yang rimbun, dan tidak mendengarkan suara-Ku, demikianlah firman TUHAN.”

3:14 Kembalilah, hai anak-anak yang murtad, demikianlah firman TUHAN, karena Aku telah menjadi tuan atas kamu! Aku akan mengambil kamu, seorang dari setiap kota dan dua orang dari setiap keluarga, dan akan membawa kamu ke Sion.

3:15 Aku akan mengangkat bagimu gembala-gembala yang sesuai dengan hati-Ku; mereka akan menggembalakan kamu dengan pengetahuan dan pengertian.

3:22 Kembalilah, hai anak-anak yang murtad! Aku akan menyembuhkan engkau dari murtadmu.” “Inilah kami, kami datang kepada-Mu, sebab Engkaulah TUHAN, Allah kami.

Kembalilah, hai anak-anak yang murtad! Aku akan menyembuhkan engkau dari murtadmu. —Yeremia 3:22

Pertolongan Roh Kudus

Meskipun saya dan teman-teman sesekali bolos kuliah, kami semua pasti hadir di kelas yang diajar Pak Chris seminggu sebelum ujian akhir semester. Pada saat itulah beliau pasti memberikan banyak kisi-kisi dari daftar pertanyaan ujian yang sudah disiapkannya.

Saya sebenarnya heran mengapa ia melakukannya, tetapi kemudian saya menyadari bahwa Pak Chris benar-benar ingin kami mengerjakan ujian dengan baik. Ia memiliki standar yang tinggi, tetapi ia membantu kami mencapai standar itu. Yang perlu kami lakukan hanyalah menghadiri kuliahnya dan menyimak kisi-kisi yang diberikan agar kami dapat mempersiapkan diri dengan baik.

Saya pun berpikir bahwa Allah juga seperti itu. Allah tidak dapat menurunkan standar-Nya yang mahatinggi, tetapi karena sungguh-sungguh rindu agar kita dapat menjadi seperti Dia, Dia mengaruniakan Roh Kudus kepada kita untuk menolong kita mencapai standar yang ditetapkan-Nya.

Dalam Yeremia 3:11-14, Allah mendesak bangsa Israel yang tidak setia untuk menyadari kesalahan mereka dan kembali kepada-Nya. Namun, karena tahu betapa keras kepala dan lemahnya iman mereka, Dia ingin menolong mereka. Allah berjanji menyembuhkan mereka dari kemurtadan (ay.22), dan mengutus para gembala untuk mengajar serta menuntun mereka (ay.15).

Sungguh melegakan mengetahui bahwa sebesar apa pun dosa yang telah menjerat kita atau seberapa jauh kita sudah berpaling dari Allah, Dia bersedia menyembuhkan kita dari ketidaksetiaan kita! Yang perlu kita lakukan hanyalah mengakui kesesatan kita dan mengizinkan Roh-Nya yang kudus untuk mulai mengubah hati kita. —LESlIE KOH

WAWASAN
Kisah ketidaksetiaan bangsa Israel di Perjanjian Lama dimulai dari peristiwa di kaki Gunung Sinai. Di sana, ikatan perjanjian antara Allah dan bangsa Israel (Keluaran 24:3) menetapkan bangsa baru itu sebagai umat Allah. Namun, perjanjian itu dengan cepat mereka lupakan. Setelah dilepaskan dari perbudakan oleh Allah nenek moyang mereka dan menyaksikan berbagai keajaiban yang diperbuat Allah yang sama, bangsa Israel berbalik dari-Nya dan menyembah ilah yang mereka buat sendiri berupa seekor anak lembu emas (Keluaran 32). Lebih celakanya, arsitek dari ilah palsu itu adalah Harun, orang yang dipilih Allah untuk menjadi imam besar bangsanya! Pola ini masih berlanjut sepanjang masa kekuasaan para hakim dan raja. Puncaknya adalah pembuangan mereka, cara Allah mendisiplinkan umat-Nya dengan penuh kasih supaya mereka kembali kepada-Nya. Ketidaksetiaan bangsa Israel yang terus berulang ini sangat bertolak belakang dengan kesetiaan Allah yang tidak berubah. —Bill Crowder

Kapan kamu merasa sulit mengikuti Allah dengan taat dan setia? Bagaimana kamu dapat memohon kepada Allah untuk menyembuhkan dan menolong kamu?

Allah yang penuh kasih, terima kasih untuk belas kasihan-Mu yang memampukan kami menjadi kudus seperti Engkau. Tolonglah aku untuk mengizinkan Roh-Mu menyembuhkanku dari ketidaksetiaan dan memperbarui hatiku.

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 146–147; 1 Korintus 15:1-28

Bagikan Konten Ini
43 replies
  1. Tommy M
    Tommy M says:

    sulit mengikuti Allah yg setia, ketika masalah datang bertubi tubi, n Allah seakan diam. atau Allah selalu menunggu n meliat reaksi hati saya, apakah saya melakukan cara saya sendiri atau mencari jawaban n cara Dia. inilah saat saat yg tersulit menunggu dgn setia cara n jawaban yg mau saya kerjakan. yg saya benci mengerjakannya.

    saya lebih suka to the point, tp cara Allah jarang lgs to the point. cara Allah tersembunyi, kesana kemari. penuh lika n liku

  2. rico art
    rico art says:

    Bapa kami yang di sorga,
    Dikuduskanlah nama-Mu,
    datanglah Kerajaan-Mu,
    jadilah kehendak-Mu
    di bumi seperti di sorga.
    Berikanlah kami pada hari ini
    makanan kami yang secukupnya
    dan ampunilah kami akan kesalahan
    kami, seperti kami juga mengampuni
    orang yang bersalah kepada kami;
    dan janganlah membawa kami ke
    dalam pencobaan,
    tetapi lepaskanlah kami dari pada
    yang jahat.
    Karena Engkaulah yang empunya
    Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan
    sampai selama-lamanya.
    Amin.

  3. rico art
    rico art says:

    Terimakasih Tuhan atas banyak berkat yang selalu Engkau limpahkan kepada kami hari lepas hari, pimpin dan kuatkanlah kami dimanapun kami berada ya Tuhan, serta tolong kami, sembuhkan juga orang-orang disekitar kami dari segala macam penyakit akibat dari pandemi ini dan beri kekuatan kepada yang terkena bencana, kami menyerahkan segala rencana kehidupan kami kedalam tanganMu saja ya Tuhan, biarlah kehendakMu yang terjadi, terpujilah namaMu kekal selamanya, amin

  4. Siska Tandy
    Siska Tandy says:

    terima kasih Tuhan Yesus untuk semua kesempatan yang selalu Engkau berikan atas hidupku, ubah hidupku Tuhan, pakai hidupku ini Ya Allah, jamah hatiku sehingga aku menjadi manusia baru di dalam nama-Mu. terima kasih Tuhan Yesus, ampunilah daki ya Tuhan, terpujilah Allah kini sampai maranatha. amin

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *