Di Luar Perkemahan

Selasa, 14 September 2021

Di Luar Perkemahan

Baca: Ibrani 13:11-16

13:11 Karena tubuh binatang-binatang yang darahnya dibawa masuk ke tempat kudus oleh Imam Besar sebagai korban penghapus dosa, dibakar di luar perkemahan.

13:12 Itu jugalah sebabnya Yesus telah menderita di luar pintu gerbang untuk menguduskan umat-Nya dengan darah-Nya sendiri.

13:13 Karena itu marilah kita pergi kepada-Nya di luar perkemahan dan menanggung kehinaan-Nya.

13:14 Sebab di sini kita tidak mempunyai tempat tinggal yang tetap; kita mencari kota yang akan datang.

13:15 Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya.

13:16 Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah.

Yesus telah menderita di luar pintu gerbang untuk menguduskan umat-Nya dengan darah-Nya sendiri. —Ibrani 13:12

Di Luar Perkemahan

Jumat adalah hari pasar di sebuah kota kecil tempat saya dibesarkan di Ghana. Meski telah lama berlalu, saya masih ingat sebuah lapak di pasar itu. Jari tangan dan kaki pedagang di lapak itu telah terkikis oleh penyakit Hansen (kusta). Wanita pedagang itu meringkuk di atas tikarnya dan mengambil dagangannya menggunakan ciduk yang terbuat dari labu kering yang dikosongkan isinya. Banyak orang yang menghindarinya. Namun, ibu saya bersikukuh untuk berbelanja dari wanita itu. Saya hanya melihat wanita itu pada hari pasar dibuka. Pada hari-hari lain, ia menghilang dengan pergi keluar kota. 

Pada zaman Israel kuno, penyakit seperti kusta membuat para penderitanya harus hidup “di luar perkemahan”. Mereka hidup dalam pengucilan. Hukum Taurat menyatakan bahwa penderita kusta “harus tinggal terasing” (Im. 13:46). Selain itu, bangkai hewan korban persembahan juga dibakar di luar perkemahan (4:12). Jelas, daerah di luar perkemahan bukanlah tempat yang layak untuk didiami. 

Kenyataan pahit ini menjadi sarat dengan makna ketika kita membaca pernyataan tentang Yesus di Ibrani 13: ”Karena itu marilah kita pergi kepada-Nya di luar perkemahan dan menanggung kehinaan-Nya” (ay.13). Fakta Yesus disalibkan di luar pintu gerbang kota Yerusalem menjadi poin penting ketika kita mempelajari sistem korban persembahan yang diterapkan orang Ibrani.

Kita ingin dikenal, dihormati, dan hidup dengan nyaman. Namun, Allah memanggil kita untuk pergi “ke luar perkemahan”—ke suatu tempat yang hina. Di sanalah kita akan menemukan si pedagang yang menderita kusta. Di sanalah kita akan menemukan orang-orang yang telah ditolak dunia. Di sanalah kita akan menemukan Yesus.  —Tim Gustafson

WAWASAN
Surat kepada orang Ibrani di Perjanjian Baru ditujukan kepada Diaspora, yaitu orang-orang Yahudi pengikut Kristus yang terserak karena penganiayaan. Karakteristik penerimanya mungkin menjelaskan penekanan yang kuat soal sejarah Israel dan sistem pengorbanan dalam Yudaisme, yang menjadi acuan bagi karya Yesus di masa kemudian. Isi suratnya jelas berpusat kepada Kristus, dengan meninggikan Yesus jauh di atas malaikat, imam, dan Musa, serta menegaskan karya pengorbanan Kristus yang menebus jauh mengungguli sistem pengorbanan yang dilakukan di bait Allah Israel. Surat Ibrani juga penuh misteri, terutama karena surat ini anonim. Penulis Ibrani telah lama menjadi bahan penelitian ilmiah maupun religius, dengan perdebatan panjang untuk menentukan identitas penulisnya. Yang dianggap mungkin menjadi penulisnya antara lain adalah Paulus, Apolos, Barnabas, Lukas, Priskila, dan masih banyak lagi. —Bill Crowder

Apa respons kamu saat pertama kali bertemu orang asing dan orang yang tidak diterima oleh umum? Bagi kamu, apa bentuk nyata dari tindakan “pergi kepada Yesus di luar perkemahan”?

Terima kasih, Tuhan Yesus, karena Engkau tidak pernah membeda-bedakan siapa saja. Terima kasih karena Engkau rela menderita di luar perkemahan demi diriku. 

Bacaan Alkitab Setahun: Amsal 19–21; 2 Korintus 7

Bagikan Konten Ini
54 replies
Newer Comments »
  1. rico art
    rico art says:

    Terimakasih Tuhan atas banyak berkat yang selalu Engkau limpahkan kepada kami hari lepas hari. pimpin dan kuatkanlah kami dimanapun kami berada ya Tuhan serta tolong kami, sembuhkan juga orang – orang disekitar kami dari segala macam penyakit akibat dari pandemi ini ya Tuhan, dan beri kekuatan kepada yang terkena bencana, kami menyerahkan segala rencana kehidupan kami kedalam tanganMu saja ya Tuhan, biarlah kehendakMu yang terjadi, terpujilah namaMu kekal selamanya, amin

  2. Feodora Judith
    Feodora Judith says:

    Terima kasih, Tuhan Yesus, karena Engkau tidak pernah membeda-bedakan siapa saja. Terima kasih karena Engkau rela menderita di luar perkemahan demi diriku.

  3. Rubi Prasetyo
    Rubi Prasetyo says:

    2021 09 14 – 22:14
    CMI

    Perjumpaan dengan pribadi Kristus seringkali terjadi pada perjumpaan dengan seseorang yang tidak pernah kita duga

  4. monita siahaan
    monita siahaan says:

    amin. Terimakasih Tuhan Yesus. ampuni aku ketika aku masih sering mengecewakan Tuhan. Tuhan mampukan aku menghadapi segala kesulitan.

  5. Noviana Rosaria Da Silva
    Noviana Rosaria Da Silva says:

    Shalom.
    Tuhan Yesus Kristus seringkali, sikap kami trhadp orang-orang yg asing di luar sana, blm mencerminkn akan kasih yg Engkau berikan kepada kami. Mampukan kami yg Tuhan agar mau menerima dan berbagi kasih kepada siapapun, baik orng yg kami kenal maupun tidak kami kenal, bahkan yh ditolak oleh orang orang disekitar mereka. Smoga kmi bisa mengawali hari hari kehidupan kami dengan mengikuti jejak-Mu untuk memberikan penghiburan dan kasih bagi mereka yg ditolak, sama hal Engkau yang rela wafat di kayu salib di luar perkemahan untuk kami tnpa membedakan. Amin🙏🙏

Newer Comments »

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *