Mendengarkan Itu Penting

Kamis, 12 Agustus 2021

Mendengarkan Itu Penting

Baca: Mazmur 85

85:1 Untuk pemimpin biduan. Mazmur bani Korah.

85:2 Engkau telah berkenan kepada tanah-Mu, ya TUHAN, telah memulihkan keadaan Yakub.

85:3 Engkau telah mengampuni kesalahan umat-Mu, telah menutupi segala dosa mereka. Sela

85:4 Engkau telah menyurutkan segala gemas-Mu, telah meredakan murka-Mu yang menyala-nyala.

85:5 Pulihkanlah kami, ya Allah penyelamat kami, dan tiadakanlah sakit hati-Mu kepada kami.

85:6 Untuk selamanyakah Engkau murka atas kami dan melanjutkan murka-Mu turun-temurun?

85:7 Apakah Engkau tidak mau menghidupkan kami kembali, sehingga umat-Mu bersukacita karena Engkau?

85:8 Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, ya TUHAN, dan berikanlah kepada kami keselamatan dari pada-Mu!

85:9 Aku mau mendengar apa yang hendak difirmankan Allah, TUHAN. Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya dan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya, supaya jangan mereka kembali kepada kebodohan?

85:10 Sesungguhnya keselamatan dari pada-Nya dekat pada orang-orang yang takut akan Dia, sehingga kemuliaan diam di negeri kita.

85:11 Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan bercium-ciuman.

85:12 Kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan menjenguk dari langit.

85:13 Bahkan TUHAN akan memberikan kebaikan, dan negeri kita akan memberi hasilnya.

85:14 Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya, dan akan membuat jejak kaki-Nya menjadi jalan.

Aku mau mendengar apa yang hendak difirmankan Allah, Tuhan. —Mazmur 85:9

Mendengarkan Itu Penting

“Datang segera. Kami menabrak gunung es.” Itulah kata-kata pertama yang diterima Harold Cottam, operator telegraf di atas kapal RMS Carpathia, dari kapal RMS Titanic yang sedang tenggelam pada pukul 00.25 tanggal 15 April 1912. Carpathia, kapal pertama yang tiba di lokasi kecelakaan, akhirnya berhasil menyelamatkan 706 jiwa.

Dalam sidang dengar pendapat di hadapan Senat Amerika Serikat beberapa hari kemudian, Arthur Rostron, kapten kapal Carpathia, bersaksi, “Semuanya terjadi di saat yang tepat . . . Operator telegraf sedang berada di dalam kabinnya saat itu, padahal sebenarnya ia sedang tidak bertugas, hanya kebetulan sedang mendengarkan saja sambil ganti baju . . . . Bisa jadi sepuluh menit kemudian ia sudah tidur, dan kami tidak akan mendengar pesan tersebut sama sekali.”

Mendengarkan itu penting—terutama mendengarkan Allah. Bani Korah yang menulis Mazmur 85 menekankan ketaaatan yang datang dari pendengaran ketika mereka menulis, “Aku mau mendengar apa yang hendak difirmankan Allah, Tuhan. Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya dan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya, supaya jangan mereka kembali kepada kebodohan? Sesungguhnya keselamatan dari pada-Nya dekat pada orang-orang yang takut akan Dia” (ay.9-10). Peringatan mereka terasa memilukan mengingat bagaimana leluhur mereka, Korah, pernah memberontak terhadap Allah dan mati di padang gurun (Bil. 16:1-35).

Sebenarnya, pada malam ketika kapal Titanic tenggelam, ada kapal lain yang lebih dekat, tetapi operatornya sudah tidur. Seandainya saat itu ia mendengar panggilan keadaan bahaya, mungkin lebih banyak jiwa bisa diselamatkan. Ketika kita mendengarkan Allah dengan mematuhi ajaran-Nya, Dia akan menolong kita mengarungi badai kehidupan yang paling sulit sekalipun. —James Banks

WAWASAN
Ketika kitab Mazmur sedang dikumpulkan, kitab tersebut disusun ke dalam lima jilid: 1-41; 42-72; 73-89; 90-106; dan 107-150. Setiap kitab ditutup dengan sebuah pernyataan pujian atau pengagungan kepada Allah. Misalnya, Jilid III ditutup dengan Mazmur 89:53: “Terpujilah TUHAN untuk selama-lamanya! Amin, ya amin.” Daud adalah pemazmur yang paling dikenal dan kebanyakan (walaupun tidak semua) mazmurnya terdapat dalam Jilid I dan II.Setiap jilid dikumpulkan menurut tema tertentu. Jilid III, yang memuat Mazmur 85, adalah salah satu jilid terpendek tetapi sarat dengan mazmur ratapan-banyak di antaranya digubah oleh Asaf atau bani Korah. Dengan penekanan pada ratapan, Mazmur 85 yang ditulis oleh bani Korah sebagai seruan memohon penyelamatan dan pemulihan oleh Allah ini sangat cocok berada di jilid III. —Bill Crowder

Bagaimana cara kamu untuk dapat tetap mendengarkan Allah dan firman-Nya hari ini? Bagaimana sikap yang siap mendengarkan tersebut dapat membantu kamu menolong orang lain?

Ya Bapa, tolonglah aku agar tetap dekat kepada-Mu dalam pikiran, perkataan, dan perbuatanku. Pakailah aku sebagai hamba-Mu untuk membawa pengharapan dari-Mu kepada orang lain.

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 84–86; Roma 12

Bagikan Konten Ini
67 replies
« Older Comments
  1. Rubi
    Rubi says:

    2021 08 12 (13) – 6:19
    CMI

    Mendengar adalah kemampuan yang sesungguhnya mudah namun perlu kemauan untuk lebih peka mendengar suara Tuhan & sesama untuk menjadikan kehidupan lebih baik

« Older Comments

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *