Belas Kasih dan Kebaikan

Senin, 30 Agustus 2021

Belas Kasih dan Kebaikan

Baca: 2 Tawarikh 34:1-8

34:1 Yosia berumur delapan tahun pada waktu ia menjadi raja dan tiga puluh satu tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem.

34:2 Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN dan hidup seperti Daud, bapa leluhurnya, dan tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri.

34:3 Pada tahun kedelapan dari pemerintahannya, ketika ia masih muda belia, ia mulai mencari Allah Daud, bapa leluhurnya, dan pada tahun kedua belas ia mulai mentahirkan Yehuda dan Yerusalem dari pada bukit-bukit pengorbanan, tiang-tiang berhala, patung-patung pahatan dan patung-patung tuangan.

34:4 Mezbah-mezbah para Baal dirobohkan di hadapannya; ia menghancurkan pedupaan-pedupaan yang ada di atasnya; ia meremukkan dan menghancurluluhkan tiang-tiang berhala, patung-patung pahatan dan patung-patung tuangan, dan menghamburkannya ke atas kuburan orang-orang yang mempersembahkan korban kepada berhala-berhala itu.

34:5 Tulang-tulang para imam dibakarnya di atas mezbah-mezbah mereka. Demikianlah ia mentahirkan Yehuda dan Yerusalem.

34:6 Juga di kota-kota Manasye, Efraim dan Simeon, sampai di kota-kota Naftali, yang di mana-mana telah menjadi reruntuhan,

34:7 ia merobohkan segala mezbah dan tiang berhala, meremukkan segala patung pahatan serta menghancurluluhkannya, dan menghancurkan semua pedupaan di seluruh tanah Israel. Sesudah itu ia kembali ke Yerusalem.

34:8 Pada tahun kedelapan belas dari pemerintahannya, setelah selesai mentahirkan negeri dan rumah TUHAN, ia menyuruh Safan bin Azalya, dan Maaseya, penguasa kota, serta Yoah bin Yoahas, bendahara negara, untuk memperbaiki rumah TUHAN, Allahnya.

[Yosia] mulai mencari Allah Daud, bapa leluhurnya. —2 Tawarikh 34:3

Belas Kasih dan Kebaikan

Sebatang bunga matahari berdiri tegak sendirian di median jalan raya antarkota yang panjang dan sepi, hanya beberapa meter dari jalur cepat. Ketika mobil saya melaju melewatinya, dalam hati saya bertanya-tanya bagaimana bunga itu dapat tumbuh di sana, padahal tidak terlihat bunga matahari lainnya dalam jarak bermil-mil dari tempat itu. Hanya Allah yang dapat menciptakan tumbuhan sekuat itu untuk dapat bertahan hidup berdekatan dengan jalan raya di atas tanah berkerikil yang melapisi median jalan. Sambil terayun lembut ditiup angin, bunga matahari yang bertumbuh dengan baik itu dengan riang menyapa setiap pengendara yang lewat di sana.

Alkitab Perjanjian Lama menceritakan seorang raja baik dari Yehuda yang kemunculannya juga tidak terduga. Ayah dan kakeknya telah menyembah dewa-dewa semasa hidup mereka; tetapi setelah Yosia berkuasa selama delapan tahun, “ketika ia masih muda belia, ia mulai mencari Allah Daud, bapa leluhurnya” (2Taw. 34:3). Ia memerintahkan para pekerja “untuk memperbaiki rumah Tuhan” (ay.8), dan di tengah pekerjaan itu, mereka menemukan kitab Taurat (kelima kitab pertama dalam Perjanjian Lama; ay.14). Allah lalu menggerakkan Yosia untuk memimpin seluruh bangsa Yehuda kembali kepada iman nenek moyang mereka, dan mereka pun melayani Tuhan “sepanjang hidup Yosia” (ay.33).

Allah kita senang memberikan belas kasihan yang tidak terduga. Dia sanggup memunculkan kebaikan secara ajaib di tengah situasi hidup yang keras dan keadaan yang tidak mendukung. Perhatikan Dia baik-baik. Mungkin saja Dia akan melakukannya lagi hari ini. —James Banks

WAWASAN
2 Tawarikh 34-35 disusun berdasarkan catatan pada 2 Raja-Raja 22-23, tetapi dengan detil-detil tambahan di dalamnya. Contohnya, 2 Raja-Raja 22 menunjukkan tindakan-tindakan Yosia terutama dilakukan pada tahun kedelapan belas pemerintahannya, sedangkan 2 Tawarikh 34 membagi-baginya sehingga peristiwa-peristiwa tersebut dicatat terjadi pada tahun kedelapan, kedua belas, dan kedelapan belas. Perbedaan detail ini bukan tanda ketidakakuratan, melainkan suatu gambaran Alkitab yang lebih lengkap. Masing-masing kitab memberikan penekanan yang berbeda: 2 Raja-Raja berfokus pada Yosia sebagai seorang raja, sedangkan 2 Tawarikh memakai kisahnya untuk menunjukkan arti penting Paskah. —Julie Schwab

Belas kasihan seperti apa yang pernah kamu alami secara tidak terduga dari Allah? Bagaimana kesadaran bahwa Dia sanggup memunculkan kebaikan-Nya secara ajaib dapat memberi pengharapan kepada kamu hari ini?

Bapa Surgawi, aku memuji-Mu karena Engkau tidak pernah berubah. Belas kasihan-Mu “selalu baru tiap pagi” (rat. 3:23). Tolonglah aku untuk menantikan apa yang telah Engkau sediakan bagiku hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 129–131; 1 Korintus 11:1-16

Bagikan Konten Ini
58 replies
« Older Comments
« Older Comments

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *