Yesus Memulihkan Kita

Senin, 12 Juli 2021

Yesus Memulihkan Kita

Baca: Kejadian 3:17-24

3:17 Lalu firman-Nya kepada manusia itu: “Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:

3:18 semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu;

3:19 dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.”

3:20 Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup.

3:21 Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka.

3:22 Berfirmanlah TUHAN Allah: “Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya.”

3:23 Lalu TUHAN Allah mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil.

3:24 Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyalah beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.

Tuhan Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka. —Kejadian 3:21

Yesus Memulihkan Kita

Meski tidak bersalah, Sam harus kehilangan pekerjaannya di pabrik. Kecerobohan dari divisi lain meninggalkan masalah pada mobil-mobil yang mereka produksi. Setelah terjadi sejumlah kecelakaan, para pelanggan merasa khawatir dan berhenti membeli mobil dari perusahaan itu. Akibatnya, perusahaan harus melakukan perampingan dan Sam terkena imbasnya. Ia ikut menjadi korban dari kesalahan orang lain. Sungguh tidak adil.

Korban dari kesalahan orang lain terjadi pertama kalinya dalam sejarah setelah manusia pertama jatuh ke dalam dosa. Adam dan Hawa merasa malu atas ketelanjangan mereka, sehingga Allah bermurah hati mengenakan pakaian dari kulit binatang kepada mereka (Kej. 3:21). Sungguh bayangan yang menyedihkan—satu atau beberapa ekor binatang yang sebelumnya hidup tenteram di Taman Eden tiba-tiba harus dibunuh dan dikuliti.

Berikutnya, lebih banyak lagi binatang yang harus dikorbankan. Allah memerintahkan bangsa Israel, “Tiap hari ia harus mengolah domba yang berumur satu tahun dan yang tiada bercela sebagai korban bakaran bagi Tuhan; setiap pagi ia harus melakukan itu” (Yeh. 46:13). Tiap-tiap hari. Bayangkan, berapa banyak binatang yang telah dikorbankan karena dosa manusia?

Kematian binatang-binatang tersebut diperlukan untuk menutupi dosa kita sebelum Yesus, Anak Domba Allah, datang untuk menghapusnya (Yoh. 1:29). Inilah kebenaran satu orang yang sanggup memulihkan semua. Sama seperti ketidaktaatan Adam membinasakan kita, ketaatan Adam yang akhir (Kristus) membenarkan semua yang percaya kepada-Nya (Rm. 5:17-19). Pembenaran oleh satu orang ini juga tidak adil—Yesus korban yang tidak berdosa—tetapi Dia rela. Percayalah kepada Yesus dalam iman dan terimalah keselamatan yang Dia tawarkan, maka hidup-Nya yang benar akan menjadi milikmu. —Mike Wittmer

WAWASAN
Penjelasan Allah tentang konsekuensi dosa Adam dan Hawa dalam Kejadian 3:17-24 menggambarkan prinsip yang sering kali ditemukan dalam Kitab Suci: perilaku manusia berdampak besar terhadap perkembangan dan kesejahteraan alam ciptaan secara keseluruhan. Prinsip ini juga ditekankan Kejadian 4:12 dan Roma 8:19-21. Dalam Roma 8, kita melihat dosa dan kebobrokan manusia membawa kehancuran bagi seluruh ciptaan, sementara keselamatan dan kebangkitan manusia akan mentransformasi segala sesuatu: “Pada suatu waktu alam akan dibebaskan dari kuasa yang menghancurkannya dan akan turut dimerdekakan dan diagungkan bersama-sama dengan anak-anak Allah” (ay.21 BIS). —Monica La Rose

Pernahkah kamu dirugikan karena kesalahan orang lain? Pernahkah kamu diuntungkan oleh keberhasilan orang lain, dan bagaimana kamu membandingkan kedua situasi tersebut?

Tuhan Yesus, aku percaya kepada-Mu, dan aku tahu bahwa hidup-Mu yang benar sudah menjadi milikku sekarang.

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 4-6; Kisah Para Rasul 17:16-34

Bagikan Konten Ini
55 replies
Newer Comments »
  1. rico art
    rico art says:

    Terimakasih Tuhan atas banyak berkat yang selalu Engkau limpahkan kepada kami hari lepas hari, pimpin dan kuatkanlah kami dimanapun kami berada ya Tuhan serta tolong kami, sembuhkan juga orang-orang disekitar kami dari segala macam penyakit akibat dari pandemi ini ya Tuhan, serta beri kekuatan kepada yang terkena bencana, kami menyerahkan segala rencana kehidupan kami kedalam TanganMu saja ya Tuhan, biarlah kehendakMu yang terjadi, terpujilah namaMu kekal selamanya, amin

  2. Setiawati Herawati
    Setiawati Herawati says:

    terima kasih ya bpk atas kebaikan yg kau beri ngkau sdh bpk mengangkat anak2 mu dari lumpur dosa sehingga saya dpt memperoleh ke selamatan yg kau beri ya bpk mksh haleluyah amin

  3. Audrey Yohana Jeruscha Parengkuan
    Audrey Yohana Jeruscha Parengkuan says:

    Amen Tuhan Engkau sanggup Memulihkanku Bapa . Amen Berkati ibu ku Ellen Lumban Gaol yang sedang ulang tahun berilah dia kesehatan dan umur panjjang Bapa,Amen

  4. Eliyunus Gulo
    Eliyunus Gulo says:

    Amin. Mengenal,.menyembah dan melayani-Nya adalah serpon atas segala karya Kristus yg sempurna dan.memukihkan segala sesuatu.

  5. Feodora Judith
    Feodora Judith says:

    Tuhan Yesus, aku percaya kepada-Mu, dan aku tahu bahwa hidup-Mu yang benar sudah menjadi milikku sekarang.

  6. Arisman Hulu
    Arisman Hulu says:

    Tuhan Yesus, aku percaya kepada-Mu, dan aku tahu bahwa hidup-Mu yang benar sudah menjadi milikku sekarang. Amin 🙏🏻💙

  7. Audrey Yohana Jeruscha Parengkuan
    Audrey Yohana Jeruscha Parengkuan says:

    pengorbanan Yesuspun kini menjadi satu”nya obat untuk rasa kecewaku kepada salah seorang hambaNya

  8. Audrey Yohana Jeruscha Parengkuan
    Audrey Yohana Jeruscha Parengkuan says:

    Amin, semoga kita semua bisa memiliki Hidup Nya yang benar 🙏🙏😇

Newer Comments »

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *