Mencari Pertolongan Allah

Info

Kamis, 22 Juli 2021

Mencari Pertolongan Allah

Baca: 2 Tawarikh 20:5-12,15

20:5 Lalu Yosafat berdiri di tengah-tengah jemaah Yehuda dan Yerusalem di rumah TUHAN, di muka pelataran yang baru

20:6 dan berkata: “Ya TUHAN, Allah nenek moyang kami, bukankah Engkau Allah di dalam sorga? Bukankah Engkau memerintah atas segenap kerajaan bangsa? Kuasa dan keperkasaan ada di dalam tangan-Mu, sehingga tidak ada orang yang dapat bertahan melawan Engkau.

20:7 Bukankah Engkau Allah kami yang menghalau penduduk tanah ini dari depan umat-Mu Israel, dan memberikannya kepada keturunan Abraham, sahabat-Mu itu, untuk selama-lamanya?

20:8 Lalu mereka mendiami tanah itu, dan mendirikan bagi-Mu tempat kudus untuk nama-Mu. Kata mereka:

20:9 Bila sesuatu malapetaka menimpa kami, yakni pedang, penghukuman, penyakit sampar atau kelaparan, kami akan berdiri di muka rumah ini, di hadapan-Mu, karena nama-Mu tinggal di dalam rumah ini. Dan kami akan berseru kepada-Mu di dalam kesesakan kami, sampai Engkau mendengar dan menyelamatkan kami.

20:10 Sekarang, lihatlah, bani Amon dan Moab, dan orang-orang dari pegunungan Seir ini! Ketika orang Israel datang dari tanah Mesir, Engkau melarang mereka memasuki negerinya. Oleh sebab itu mereka menjauhinya dan tidak memusnahkannya.

20:11 Lihatlah, sebagai pembalasan mereka datang mengusir kami dari tanah milik yang telah Engkau wariskan kepada kami.

20:12 Ya Allah kami, tidakkah Engkau akan menghukum mereka? Karena kami tidak mempunyai kekuatan untuk menghadapi laskar yang besar ini, yang datang menyerang kami. Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan, tetapi mata kami tertuju kepada-Mu.”

20:15 dan berseru: “Camkanlah, hai seluruh Yehuda dan penduduk Yerusalem dan tuanku raja Yosafat, beginilah firman TUHAN kepadamu: Janganlah kamu takut dan terkejut karena laskar yang besar ini, sebab bukan kamu yang akan berperang melainkan Allah.

Kami akan berdiri . . . di hadapan-Mu . . . berseru kepada-Mu di dalam kesesakan kami. —2 Tawarikh 20:9

Mencari Pertolongan Allah

Selama lima tahun di penghujung abad ke-19, hama belalang menyerang Minnesota dan merusak tanaman pertanian. Para petani berusaha menjerat hewan-hewan itu dengan ter dan membakar lahan untuk memusnahkan telur-telurnya. Dalam keputusasaan dan terancam bahaya kelaparan, warga menyerukan agar dilakukan doa serentak di seluruh penjuru negara bagian untuk memohon pertolongan Allah. Gubernur pun menuruti seruan tersebut dan menetapkan tanggal 26 April sebagai hari doa bersama.

Beberapa hari setelah doa serentak dilangsungkan, cuaca sempat menghangat dan telur-telur belalang mulai menetas. Namun, empat hari kemudian, tiba-tiba saja suhu udara turun drastis dan mematikan larva-larva belalang. Warga Minnesota pun kaget sekaligus bergembira. Akhirnya mereka bisa kembali memanen jagung, gandum, dan oat.

Doa jugalah yang berada di balik peristiwa selamatnya umat Allah dalam masa pemerintahan Raja Yosafat. Ketika sang raja mendengar kabar serangan dari suatu pasukan yang besar, ia menyerukan kepada umat Tuhan untuk berdoa dan berpuasa. Dalam doa, bangsa itu mengingatkan Allah bagaimana Dia pernah menyelamatkan mereka pada masa lampau. Raja Yosafat berkata bahwa sekiranya malapetaka menimpa mereka, baik “pedang, penghukuman, penyakit sampar atau kelaparan,” mereka akan berseru kepada Allah, karena mereka tahu bahwa Dia akan mendengar dan menyelamatkan mereka (2Taw. 20:9).

Allah menyelamatkan umat-Nya dari serangan musuh, dan Dia mendengarkan kita ketika kita berseru kepada-Nya dalam kesesakan. Apa pun yang menjadi pergumulanmu—baik masalah hubungan dengan orang lain atau ancaman bencana alam—bawalah semuanya itu kepada Allah di dalam doa. Tidak ada yang terlalu sulit bagi Dia. —Amy Boucher Pye

WAWASAN
Kerajaan Israel terbagi setelah Rehabeam bertakhta dan menolak menghapus pajak yang diberlakukan Salomo, ayahnya. Yerobeam, sang pemimpin pemberontakan, lalu mendirikan Kerajaan Utara Israel dengan ibu kota Samaria. Kerajaan Selatan, Yehuda, tetap diperintah oleh keturunan Daud, dengan ibu kota Yerusalem. Dalam perikop hari ini, kita membaca tentang Yosafat, raja keempat Yehuda. Dalam 2 Tawarikh 17:3-4, kita melihat bagaimana “TUHAN menyertai Yosafat, karena ia . . . mencari Allah ayahnya. Ia hidup menurut perintah-perintah-Nya dan tidak berbuat seperti Israel.” —Alyson Kieda

Bagaimana cara Allah menjawab doa-doamu di masa lalu? Apa saja situasi dalam hidupmu atau peristiwa dalam dunia ini yang dapat kamu serahkan kepada-Nya hari ini?

Allah Sang Pencipta, Engkaulah yang menciptakan dunia ini serta segala isinya. Pulihkanlah keadaan kami dan selamatkanlah umat-Mu yang Kaukasihi.

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 31-32; Kisah Para Rasul 23:16-35

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, Santapan Rohani, SaTe Kamu

67 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!