Siapakah Dirimu?

Info

Kamis, 10 Juni 2021

Siapakah Dirimu?

Baca: Yehezkiel 32:2-10

32:2 “Hai anak manusia, ucapkanlah suatu ratapan mengenai Firaun, raja Mesir dan katakanlah kepadanya: Engkau menyamakan dirimu dengan singa muda di antara bangsa-bangsa. Tetapi engkau seperti buaya di laut; sungai-sungaimu kaubuat berbuih, engkau mengeruhkan airnya dengan kaki dan menggelompar dalam lumpur sungainya.

32:3 Beginilah firman Tuhan ALLAH: Aku memasang jaringku menangkap engkau dengan sekumpulan bangsa-bangsa yang banyak, dan mengangkat engkau di dalam pukat-Ku.

32:4 Kuhempaskan engkau ke tanah, Kulemparkan engkau ke padang. Dan ke atasmu Kusuruh hinggap segala burung di udara, dengan dagingmu Kukenyangkan binatang-binatang seluruh bumi.

32:5 Dagingmu Kubiarkan berhamburan di atas pegunungan, lembah-lembah Aku penuhi dengan bangkai-bangkaimu.

32:6 Bumi Kuberi minum darahmu yang mengalir, ya, juga gunung-gunung; dan alur-alur sungai akan penuh dengannya.

32:7 Waktu Aku membinasakan engkau, langit akan Kututup dan bintangnya Kubuat berkabut. Matahari Kututup dengan awan dan bulan, cahayanya tak disinarkan.

32:8 Semua yang bersinar di langit akan Kugelapkan demi engkau. Kegelapan Kudatangkan atas tanahmu, demikianlah firman Tuhan ALLAH.

32:9 Aku menggelisahkan hati banyak bangsa, kalau Aku membawa kamu sebagai tawanan di tengah bangsa-bangsa, ke negeri-negeri yang belum kamu kenal.

32:10 Aku akan membuat banyak bangsa kaget melihat engkau, dan raja-rajanya akan menggigil melihatmu, kalau Aku menetak-netakkan pedang-Ku di hadapan mereka. Mereka akan gentar, terus-menerus, masing-masing demi hidupnya, pada hari kesudahanmu.

Engkau menyamakan dirimu dengan singa muda di antara bangsa-bangsa. Tetapi engkau seperti buaya di laut. —Yehezkiel 32:2

Siapakah Dirimu?

Suatu hari, pemimpin rapat daring kami menyapa, “Selamat Pagi!” Saya membalas sapaannya, tetapi pandangan saya tidak sedang ke arah beliau. Pikiran saya justru tertuju kepada tampilan wajah saya di layar komputer. Inikah penampilanku? Saya lalu memandangi wajah-wajah lainnya yang hadir dalam rapat melalui video tersebut. Saya dapat mengenali mereka semua. Kemudian saya kembali memperhatikan penampilan saya. Rasanya aku harus menurunkan berat badanku . . . dan mencukur rambut juga.

Dalam benaknya, Firaun merasa dirinya hebat. Ia menganggap dirinya “singa muda di antara bangsa-bangsa . . . seperti buaya di laut” (Yeh. 32:2). Namun, kemudian Firaun melihat sekilas gambaran dirinya dari sudut pandang Allah. Allah menyatakan bahwa Firaun akan dijatuhi hukuman dan mayatnya akan dibuat Allah menjadi makanan bagi binatang liar, sehingga “banyak bangsa kaget melihat engkau, dan raja-rajanya akan menggigil melihatmu” (ay.10). Ternyata Firaun tidak sehebat yang ia kira.

Kita mungkin mengira kerohanian kita “baik-baik saja”—sampai kita melihat dosa kita sebagaimana Allah melihatnya. Jika dibandingkan dengan standar kekudusan dari Allah, “segala kesalehan [kita] seperti kain kotor” (Yes. 64:6). Meski demikian, Allah juga melihat sesuatu yang lain, sesuatu yang menjadi kebenaran bagi orang percaya: Dia melihat Yesus, dan melihat kita di dalam Yesus. 

Apakah kecewa melihat keadaamu saat ini? Ingatlah bahwa keadaan itu bukanlah dirimu yang sebenarnya. Jika telah beriman kepada Yesus Kristus, hidupmu berada di dalam Yesus, dan kekudusan-Nya melingkupi dirimu. Sesungguhnya, lebih indah daripada yang kira. —Mike Wittmer

WAWASAN
Nubuat yang panjang dan gamblang mengenai Mesir dalam Yehezkiel 32 menegaskan kedaulatan Allah atas perjalanan sejarah dunia dan segala raja serta kerajaan yang pernah ada. Dia menyatakan kepada raja Mesir, yang digambarkan sebagai sumber kekacauan (“mengeruhkan dan mengotorkan segala sungai” ay.2 BIS), bahwa ia akan dihancurkan. Di sepanjang ayat 3-10, Allah menggunakan kata ganti orang pertama tunggal (“Aku” dan “Ku-”) hingga belasan kali untuk menyatakan rencana-Nya atas sang raja. Meski Allah menggunakan bangsa-bangsa untuk menggenapi keinginan-Nya (ay.3), sesungguhnya Dia sendirilah yang mewujudkannya. —J.R. Hudberg

Bagaimana menggambarkan dirimu sendiri? Apakah gambaran itu sesuai dengan citra Allah tentang dirimu?

Tuhan Yesus, aku bersandar pada-Mu. Jadikanku semakin indah dengan kasih dan kebaikan-Mu.

Bacaan Alkitab Setahun: 2 Tawarikh 34-36; Yoh 19:1-22

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, Santapan Rohani, SaTe Kamu

60 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!