Meluangkan Waktu Bersama Allah

Info

Minggu, 20 Juni 2021

Meluangkan Waktu Bersama Allah

Baca: Lukas 5:12-16

5:12 Pada suatu kali Yesus berada dalam sebuah kota. Di situ ada seorang yang penuh kusta. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia dan memohon: “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.”

5:13 Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan berkata: “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga lenyaplah penyakit kustanya.

5:14 Yesus melarang orang itu memberitahukannya kepada siapapun juga dan berkata: “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan seperti yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka.”

5:15 Tetapi kabar tentang Yesus makin jauh tersiar dan datanglah orang banyak berbondong-bondong kepada-Nya untuk mendengar Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka.

5:16 Akan tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa.

[Yesus] mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa. —Lukas 5:16

Meluangkan Waktu Bersama Allah

A River Runs Through It adalah kisah indah yang ditulis Norman Maclean tentang dua anak laki-laki yang besar di wilayah barat Montana bersama ayah mereka, seorang pendeta gereja Presbiterian. Biasanya pada Minggu pagi, Norman dan adiknya, Paul, beribadah di gereja dan mendengarkan ayah mereka berkhotbah. Pada Minggu sore ada satu kali kebaktian lagi dan ayah mereka akan kembali berkhotbah. Namun, di antara kedua kebaktian tersebut, kedua anak itu mempunyai waktu bebas untuk menjelajahi bukit dan sungai bersama ayah mereka “yang ingin melepas lelah di antara pelayanan.” Sang ayah sengaja menarik diri dari kesibukannya agar “semangatnya dipulihkan dengan kekuatan yang berlimpah-limpah untuk berkhotbah pada sore harinya.”

Di sepanjang kitab-kitab Injil, Yesus terlihat mengajar orang banyak di atas bukit dan dari kota ke kota, menyembuhkan orang sakit dan penderita yang dibawa kepada-Nya. Semua interaksi ini sejalan dengan misi Sang Anak Manusia “untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang” (Luk. 19:10). Namun, dicatat juga bahwa Yesus sering “mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa” (5:16). Waktu yang diluangkan-Nya di sana digunakan untuk bersekutu dengan Allah Bapa, supaya diri-Nya diperbarui dan disegarkan sebelum kembali menjalankan misi-Nya di dunia.

Dalam pengabdian kita kepada Allah, ada baiknya kita mengingat kebiasaan Yesus yang sering menarik diri untuk berdoa. Jika kebiasaan ini begitu penting bagi Yesus, apalagi untuk kita? Kiranya kita rindu untuk meluangkan waktu yang teratur bersama Allah Bapa kita, yang sanggup memulihkan kembali semangat kita dengan kekuatan yang berlimpah-limpah.—John Blase

WAWASAN
Karena popularitas-Nya, Yesus sengaja pergi menyendiri ke “tempat-tempat sunyi” untuk berdoa (Lukas 5:16). Mungkin itulah alasan Dia melarang orang yang disembuhkan dari kusta untuk memberi tahu siapa pun juga (ay.14). Namun, “kabar tentang Yesus makin jauh tersiar dan datanglah orang banyak berbondong-bondong kepada-Nya” (ay.15). Dalam kitab Lukas jelas terlihat, waktu bersama Bapa menjadi prioritas Yesus. Secara konsisten Dia pergi untuk berdoa sebelum peristiwa-peristiwa besar, seperti ketika Dia memilih kedua belas murid-Nya (6:12-16), sebelum menubuatkan kematian-Nya (9:18), selama pemuliaan-Nya ketika Musa dan Elia muncul untuk berbicara tentang kepergian-Nya (ay.28-31), sebelum pengajaran-Nya tentang doa (11:1), sebelum penangkapan-Nya (22:41), ketika disalib (23:34), dan tepat sebelum Dia menyerahkan nyawa-Nya (ay.46). —Julie Schwab

Apa yang terlintas dalam pikiran ketika mendengar tentang “tempat yang sunyi”? Kapan dan di mana dapat menarik diri sejenak untuk meluangkan waktu bersama Allah Bapa?

Terima kasih sudah mengingatkanku, Bapa, pada kebutuhanku untuk meluangkan waktu bersama-Mu. Aku membutuhkan anugerah dan kekuatan dari-Mu untuk memperbarui jiwaku yang sering letih lesu.

Bacaan Alkitab Setahun: Ester 1-2; Kisah Para Rasul 5:1-21

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, Santapan Rohani, SaTe Kamu

69 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!