Kerajaan Allah

Info

Minggu, 13 Juni 2021

Kerajaan Allah

Baca: Markus 10:13-16

10:13 Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.

10:14 Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: “Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah.

10:15 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.”

10:16 Lalu Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya atas mereka Ia memberkati mereka.

Orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. —Markus 10:14

Kerajaan Allah

Ibu saya mengabdikan dirinya kepada banyak hal di sepanjang hidupnya, tetapi satu yang tidak pernah berubah adalah kerinduannya melihat anak-anak kecil diperkenalkan kepada Tuhan Yesus. Saya jarang melihat ibu saya menyatakan ketidaksetujuannya di depan umum, tetapi setiap kali beliau melakukannya adalah ketika seseorang mengajukan rencana pemotongan anggaran pelayanan anak supaya dananya dapat dipakai untuk pelayanan lain yang dianggap lebih “serius”. “Ibu hanya pernah cuti pelayanan satu kali, yaitu waktu mengandung kakak laki-lakimu, sekali itu saja,” katanya kepada saya. Jika saya hitung-hitung, ibu saya sudah aktif dalam pelayanan anak di gereja selama lima puluh lima tahun.

Markus 10 mencatat salah satu kisah paling menawan dalam Injil yang biasanya diberi judul “Yesus Memberkati Anak-Anak”. Orang-orang membawa anak-anak kepada Yesus supaya Dia menjamah dan memberkati mereka. Akan tetapi, para murid mencoba mencegah mereka. Markus mencatat bahwa Yesus “marah” dan menegur murid-murid-Nya sendiri: ”Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah” (ay.14).

Charles Dickens menulis, “Saya sayang kepada anak-anak; dan bukan hal yang main-main ketika anak-anak yang diberikan Allah itu juga menyayangi kita”. Karena itu, bukan hal yang main-main pula ketika kita yang dewasa rela melakukan apa pun yang kita bisa untuk memastikan anak-anak tidak terhalang dalam menerima kasih Yesus yang selalu tersedia bagi mereka.—John Blase

WAWASAN
Di Markus 10:16, kita membaca Yesus “memeluk anak-anak itu dan . . . memberkati mereka.” Kata yang digunakan untuk memberkati adalah kateulogeo. Dalam Perjanjian Baru, kata tersebut hanya muncul di ayat ini, dan berarti “memberkati dengan penuh semangat; menganugerahkan sesuatu yang berguna.” Berkat yang Yesus berikan sangat berarti dan mendalam. Dia menghendaki hanya yang terbaik bagi anak-anak itu. Di beberapa bagian Injil, Yesus menggambarkan orang-orang yang diberkati itu “berbahagia” (makarios). Kata tersebut berarti “menyatakan seseorang diberkati; menerima perkenanan Allah.” Setelah Petrus mengakui Yesus “adalah Mesias, Anak Allah yang hidup,” Yesus menyatakan bahwa Petrus “berbahagia” (Matius 16:16-17). Kata yang sama juga digunakan ketika Tomas mengakui Yesus yang telah bangkit sebagai Tuhan dan Allahnya. Yesus berkata kepadanya bahwa mereka yang tidak melihat, tetapi percaya itu “berbahagia” (Yohanes 20:28-29). Dalam perikop-perikop tersebut, orang yang berbahagia menerima perkenanan Allah karena telah percaya kepada Yesus. —J.R. Hudberg

Jika mengenal Yesus sejak kecil, ingatkah siapa orang dewasa yang memperkenalkanmu kepada Tuhan? Kesan apa yang dapatkan dari kemarahan Yesus dalam kisah ini?

Tuhan Yesus, tolonglah aku untuk menyatakan kasih dan kehadiran-Mu kepada semua orang, termasuk anak-anak. Berilah aku kepekaan supaya sikap dan perbuatanku tidak membuat mereka terhalang untuk datang kepada-Mu.

Bacaan Alkitab Setahun: Ezra 6-8; Yohanes 21

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, Santapan Rohani, SaTe Kamu

42 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!