Kehidupan yang Damai

Jumat, 18 Juni 2021

Kehidupan yang Damai

Baca: Galatia 5:16-25

5:16 Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.

5:17 Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging–karena keduanya bertentangan–sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.

5:18 Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat.

5:19 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,

5:20 penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,

5:21 kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu–seperti yang telah kubuat dahulu–bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

5:22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,

5:23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

5:24 Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.

5:25 Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh,

Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. —Filipi 4:7

Kehidupan yang Damai

Di Perth, Australia, ada sebuah tempat bernama Shalom House (Rumah Damai) yang berfungsi sebagai pusat rehabilitasi bagi kaum pria yang berjuang melawan kecanduan mereka. Di sana, mereka akan bertemu dengan staf yang penuh perhatian dan yang memperkenalkan mereka kepada shalom dari Allah (damai dalam bahasa Ibrani). Kehidupan orang-orang yang sebelumnya hancur akibat kecanduan narkoba, alkohol, judi, dan perilaku merusak lainnya tersebut dijamah dan terus diubahkan oleh kasih Allah.

Bagian utama dari perubahan hidup itu adalah kabar baik tentang salib Yesus Kristus. Para pecandu yang dilayani di Shalom House menemukan bahwa oleh kebangkitan Yesus, hidup mereka pun sanggup dibangkitkan. Di dalam Kristus, kita memperoleh kedamaian dan pemulihan yang sejati.

Damai bukanlah sekadar ketiadaan konflik, melainkan kehadiran Allah yang seutuhnya. Kita semua membutuhkan shalom tersebut, dan itu hanya ditemukan di dalam Kristus dan Roh-Nya. Inilah sebabnya Paulus membawa jemaat Galatia untuk menyadari karya Roh yang sanggup mengubahkan hidup. Ketika Roh Kudus berkarya dalam hidup kita, Dia akan menumbuhkan buah Roh yang berisi kasih, sukacita, kesabaran, dan banyak lagi (Gal. 5:22-23). Dia memberikan kepada kita unsur terpenting dari kedamaian sejati yang abadi.

Saat Roh memampukan kita hidup dalam shalom dari Allah, kita belajar membawa segala kebutuhan dan kekhawatiran kepada Allah Bapa kita. Pada gilirannya, kita menerima “damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, [yang] akan memelihara hati dan pikiran [kita] dalam Kristus Yesus” (flp. 4:7).

Dalam Roh Kristus, hati kita mengalami shalom yang sejati.—Bill Crowder

WAWASAN
Pengajaran Alkitab mengenai Roh Kudus dikenal sebagai pneumatologi (dari bahasa Yunani pneuma). Pneuma berarti “angin”, “napas”, “udara”, dan menunjukkan entitas atau kuasa tak kasatmata, tetapi aktif. Kata itu digunakan untuk Roh Allah, pribadi ketiga dari Tritunggal. Dalam kitab Galatia, pneuma disebutkan delapan belas kali untuk mengacu kepada Roh, dan menolong kita memahami cara kerja-Nya. Dalam pasal 5 saja terdapat delapan acuan kepada Roh Allah (ay.5,16,17 [2x],18,22,25 [2x]). Roh membangkitkan pengharapan (ay.5), memampukan kita untuk hidup memuliakan Allah (ay.16), serta menghasilkan buah “kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri” (ay.22-23). —Arthur Jackson

Hal apa saja yang cenderung merenggut damai sejahtera Allah dari hidupmu? Bagaimana dapat mengizinkan Roh untuk menghadirkan kedamaian-Nya dalam hatimu?

Ya Allah sumber shalom, terima kasih karena Engkau ingin hidupku diliputi damai sejahtera. Terima kasih untuk karya Tuhan Yesus yang membuka jalan bagi kami untuk mengalami kedamaian, dan untuk karya Roh Kudus yang membuahkan damai sejahtera dalam hidupku.

Bacaan Alkitab Setahun: Nehemia 10-11; Kisah Para Rasul 4:1-22

Bagikan Konten Ini
68 replies
« Older Comments
  1. Setiawati Herawati
    Setiawati Herawati says:

    ke krm responya saya blm selesai jagi ya bpk ajarkan jami untk tetap berskr dlm hdp skr ijikarna engkau pembawa danai dlm hdpku ajarlbkami unk hdp menjadi berkat dan memuyakan engkau dgn degenap jati dan dgn senap jiwa untk memulyakan engkau ya bpk hakeluyah amin

  2. Damaris
    Damaris says:

    Damai yang sejati hanya didapat dari Tuhan Yesus..juru selamat hidup ini..
    Puji Tuhan..glory..haleluya..

  3. Ferari Sianturi
    Ferari Sianturi says:

    Terima kasih Tuhan Atas Damai Sejahtera yang boleh kami terima hingga malam ini
    Biarlah Tuhan yang sesalu mendahului segala pekerjaan kami agar terlaksana dengan baik
    Amen

« Older Comments

Bagikan Komentar Kamu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *