Keajaiban yang Tidak Terlihat

Info

Jumat, 11 Juni 2021

Keajaiban yang Tidak Terlihat

Baca: 1 Petrus 1:3-9

1:3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan,

1:4 untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu.

1:5 Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir.

1:6 Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan.

1:7 Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu–yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api–sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.

1:8 Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihat-Nya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan,

1:9 karena kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu.

Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihat-Nya. —1 Petrus 1:8

Keajaiban yang Tidak Terlihat

Pada usia senjanya, ingatan Ny. Goodrich sudah mulai memudar seiring dengan kenangan akan hidupnya yang sarat dengan kesulitan sekaligus kebaikan. Sembari duduk di depan jendela yang terbuka ke arah Teluk Grand Traverse, Michigan, beliau meraih buku catatannya. Dalam buku itu ia menuliskan kata-kata yang sebentar lagi tidak akan ia kenali sebagai tulisannya sendiri: “Saat ini aku sedang duduk di kursi favoritku, dengan kaki bertumpu pada ambang jendela dan hati yang begitu gembira. Gelombang laut yang berkilauan terus bergerak, mengalir entah ke mana, aku tidak tahu. Namun demikian, terima kasih Bapaku di surga, atas anugerah-Mu yang tak terhingga banyaknya dan kasih-Mu yang tidak berkesudahan! Aku selalu merasa takjub—bagaimana mungkin aku begitu mengasihi Pribadi yang tak dapat kulihat.”

Rasul Petrus juga mengakui kenyataan yang sangat menakjubkan tersebut. Ia pernah melihat Yesus dengan mata kepalanya sendiri, tidak seperti para pembaca suratnya. Petrus berkata, “Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia, . . . bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan” (1Ptr. 1:8). Kita mengasihi Tuhan Yesus bukan karena kita diperintahkan untuk melakukannya, melainkan karena pertolongan Roh Kristus (ay.11), sehingga kita pun mulai melihat betapa besar kasih-Nya kepada kita. 

Kita tidak sekadar mendengar bahwa Dia mempedulikan orang-orang seperti kita, tetapi kita mengalami sendiri keajaiban dari kehadiran Kristus yang tidak terlihat dan Roh-Nya secara nyata dalam setiap masa hidup kita. —Mart DeHaan

WAWASAN
Elpis, kata Yunani dalam Perjanjian Baru (yang berarti pengharapan, memiliki penggunaan yang hampir sama dengan kata harapan di Perjanjian Lama. Kata tersebut menegaskan sikap menanti-nanti dengan penuh harap kepada masa depan yang dijanjikan Allah (lihat Mazmur 39:8). Akan tetapi, Perjanjian Baru menekankan Yesus sebagai sumber pengharapan yang utama dan puncak pernyataan dari kebaikan serta kesetiaan Allah. Dalam 1 Petrus 1, penulis menggambarkan “hidup yang penuh pengharapan” yang dimiliki orang percaya. Pengharapan itu mempunyai dasar yang pasti pada masa depan yang telah dicapai oleh kematian dan kebangkitan Kristus (ay.3). Pengharapan itulah yang menolong orang percaya bertahan melewati masa-masa sulit sembari menantikan “keselamatan” (ay.5) yang akan “dinyatakan pada zaman akhir.” Di sini, “keselamatan” mengacu kepada kelepasan akhir dan penuh dari kejahatan dan kematian, yang akan tergenapi pada kedatangan Yesus yang kedua kalinya. —Monica La Rose

Bacalah kembali 1 Petrus 1:3-9. Bagaimana cara Allah membuat apa yang tidak terlihat dan tak terungkapkan menjadi nyata bagi kita? Seberapa terbuka kepada Roh Kristus, yang hadir di dalam dan bersama diri kita?

Bapa kami di surga, tolonglah kami melihat keajaiban kasih-Mu lewat kehadiran Anak-Mu, dan mampukanlah kami mempercayai Roh-Mu.

Bacaan Alkitab Setahun: Ezra 1-2; Yohanes 19:23-42

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, Santapan Rohani, SaTe Kamu

71 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!