Dalam Pemeliharaan Bapa Kita

Selasa, 15 Juni 2021

Dalam Pemeliharaan Bapa Kita

Baca: Matius 10:16-20,26-31

10:16 “Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.

10:17 Tetapi waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya.

10:18 Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah.

10:19 Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga.

10:20 Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu.

10:26 Jadi janganlah kamu takut terhadap mereka, karena tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui.

10:27 Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah.

10:28 Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.

10:29 Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekorpun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu.

10:30 Dan kamu, rambut kepalamupun terhitung semuanya.

10:31 Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.

Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekorpun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu. —Matius 10:29

Dalam Pemeliharaan Bapa Kita

Brak! Saya mendongak dan mengarahkan telinga ke arah suara keras itu. Saat melihat sebercak noda di kaca jendela, saya pun mengintip ke teras dan melihat seekor burung yang masih bergerak-gerak di sana. Hati saya sedih sekali. Ingin sekali rasanya menolong burung yang tergeletak lemah itu.

Dalam Matius 10, Yesus berbicara tentang pemeliharaan Bapa-Nya atas burung pipit dengan maksud menghibur hati murid-murid-Nya setelah Dia memperingatkan mereka atas berbagai bahaya yang akan mereka hadapi. Dia memberikan perintah kepada kedua belas murid-Nya sekaligus “memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan” (ay.1). Meski kuasa untuk melakukan hal-hal tersebut mungkin terkesan luar biasa bagi para murid, akan ada banyak pertentangan terhadap mereka, termasuk para penguasa yang keji, keluarga mereka sendiri, dan si jahat yang mengancam untuk menjerat mereka (ay.16-28).

Kemudian, dalam 10:29-31, Yesus memberi tahu mereka untuk tidak takut terhadap apa pun yang mereka hadapi karena Allah Bapa akan senantiasa mempedulikan dan memelihara mereka. “Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit?” tanya-Nya. “Namun seekorpun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu . . . Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.” 

Saya memeriksa keadaan burung tadi beberapa kali sepanjang hari itu, dan setiap kali mendapatinya masih hidup tetapi tidak bergerak. Kemudian, menjelang malam, burung itu sudah menghilang. Saya harap burung itu selamat. Apabila saya saja begitu peduli kepada burung itu, tentu Allah jauh lebih peduli. Bayangkan betapa pedulinya Dia kepadamu dan saya!—Elisa Morgan

WAWASAN
Matius 10:2-4 menyebutkan nama kedua belas murid yang akan dilatih mengemban pekerjaan pekabaran Injil di masa depan. Daftar nama tersebut muncul dalam setiap Injil Sinoptik (Matius, Markus, Lukas). Urutannya tidak selalu sama, tetapi selalu dibagi dalam tiga kelompok yang terdiri atas empat orang, dan nama-nama dalam setiap kelompok selalu sama (lihat Markus 3:13-19; Lukas 6:12-16). Pada bagian berikutnya dari Matius 10, Yesus mempersiapkan murid-murid tersebut untuk melakukan perjalanan penjangkauan pertama mereka. Persiapan itu membuat mereka siaga menghadapi dua hal: kesempatan memberi dampak kepada orang-orang dengan kuasa Kristus, dan juga pihak-pihak yang menentang karya Kristus. —Bill Crowder

Bagaimana pengalamanmu dipelihara Allah di masa lalu? Bagaimana dapat dikuatkan untuk menghadapi segala hal dengan memahami bahwa Bapa senantiasa memeliharamu?

Ya Bapa, terima kasih karena Engkau selalu mempedulikan dan memeliharaku.

Bacaan Alkitab Setahun: Nehemia 1-3; Kisah Para Rasul 2:1-21

Bagikan Konten ini
56 replies
« Older Comments
« Older Comments

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *