Cara yang Beriman

Kamis, 17 Juni 2021

Cara yang Beriman

Baca: Hakim-Hakim 7:1-8,22

7:1 Adapun Yerubaal–itulah Gideon–bangun pagi-pagi dengan segala rakyat yang bersama-sama dengan dia, lalu mereka berkemah dekat mata air Harod; perkemahan orang Midian itu ada di sebelah utaranya, dekat bukit More, di lembah.

7:2 Berfirmanlah TUHAN kepada Gideon: “Terlalu banyak rakyat yang bersama-sama dengan engkau itu dari pada yang Kuhendaki untuk menyerahkan orang Midian ke dalam tangan mereka, jangan-jangan orang Israel memegah-megahkan diri terhadap Aku, sambil berkata: Tanganku sendirilah yang menyelamatkan aku.

7:3 Maka sekarang, serukanlah kepada rakyat itu, demikian: Siapa yang takut dan gentar, biarlah ia pulang, enyah dari pegunungan Gilead.” Lalu pulanglah dua puluh dua ribu orang dari rakyat itu dan tinggallah sepuluh ribu orang.

7:4 Tetapi TUHAN berfirman kepada Gideon: “Masih terlalu banyak rakyat; suruhlah mereka turun minum air, maka Aku akan menyaring mereka bagimu di sana. Siapa yang Kufirmankan kepadamu: Inilah orang yang akan pergi bersama-sama dengan engkau, dialah yang akan pergi bersama-sama dengan engkau, tetapi barangsiapa yang Kufirmankan kepadamu: Inilah orang yang tidak akan pergi bersama-sama dengan engkau, dialah yang tidak akan pergi.”

7:5 Lalu Gideon menyuruh rakyat itu turun minum air, dan berfirmanlah TUHAN kepadanya: “Barangsiapa yang menghirup air dengan lidahnya seperti anjing menjilat, haruslah kaukumpulkan tersendiri, demikian juga semua orang yang berlutut untuk minum.”

7:6 Jumlah orang yang menghirup dengan membawa tangannya ke mulutnya, ada tiga ratus orang, tetapi yang lain dari rakyat itu semuanya berlutut minum air.

7:7 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Gideon: “Dengan ketiga ratus orang yang menghirup itu akan Kuselamatkan kamu: Aku akan menyerahkan orang Midian ke dalam tanganmu; tetapi yang lain dari rakyat itu semuanya boleh pergi, masing-masing ke tempat kediamannya.”

7:8 Dari rakyat itu mereka mengambil bekal dan sangkakala; demikianlah seluruh orang Israel disuruhnya pergi, masing-masing ke kemahnya, tetapi ketiga ratus orang itu ditahannya. Adapun perkemahan orang Midian ada di bawahnya, di lembah.

7:22 Sedang ketiga ratus orang itu meniup sangkakala, maka di perkemahan itu TUHAN membuat pedang yang seorang diarahkan kepada yang lain, lalu larilah tentara itu sampai ke Bet-Sita ke arah Zerera sampai ke pinggir Abel-Mehola dekat Tabat.

Tuhan berkata kepada Gideon, “Anak buahmu terlalu banyak. Aku tak mau memberikan kemenangan kepada mereka atas orang Midian, sebab nanti mereka pikir mereka menang karena kekuatan sendiri.” —Hakim-Hakim 7:2 BIS

Cara yang Beriman

Dalam babak kualifikasi Piala Dunia tahun 2017, tim nasional Trinidad dan Tobago mengejutkan dunia dengan mengalahkan tim Amerika Serikat yang berperingkat lima puluh enam tingkat di atas mereka dengan skor 2-1. Kekalahan itu menggagalkan tim AS untuk lolos ke Piala Dunia 2018.

Kemenangan Trinidad dan Tobago itu sangat tidak terduga, salah satunya karena jumlah penduduk dan sumber daya AS jauh melampaui yang dimiliki negara kecil di Karibia tersebut. Namun, keunggulan yang seolah tak tertandingi itu rupanya tidak membuat tim yang dijuluki Soca Warriors tersebut gentar.

Kisah Gideon melawan orang Midian memperlihatkan kejutan yang juga tak terduga, dengan sekelompok kecil pejuang melawan pasukan berjumlah besar. Pasukan Israel sebenarnya berjumlah lebih dari tiga puluh ribu orang, tetapi Tuhan memangkas jumlah mereka hingga tersisa tiga ratus prajurit saja. Maksudnya adalah agar bangsa itu mengetahui bahwa keberhasilan mereka bergantung pada Allah—bukan pada besarnya jumlah mereka, banyaknya persediaan uang yang mereka miliki, atau hebatnya keterampilan para pemimpin mereka (Hak. 7:1-8).

Bisa saja kita tergoda untuk menaruh kepercayaan dan keyakinan kita kepada hal-hal yang dapat kita lihat atau ukur, tetapi itu bukanlah cara yang beriman. Ketika kita bergantung pada Allah di tengah kesulitan, supaya “kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya” (Ef. 6:10), kita dapat masuk ke dalam situasi yang ada dengan penuh keberanian dan keyakinan, bahkan di saat kita merasa tidak berdaya dan tidak memenuhi syarat. Kuasa dan kehadiran-Nya sanggup melakukan hal-hal yang ajaib di dalam dan melalui diri kita. —Lisa M. Samra

WAWASAN
Gideon menunjukkan pertumbuhan iman yang luar biasa. Ketika Allah mula-mula memintanya membebaskan bangsa Israel dari cengkeraman orang Midian, ia ragu dan berkali-kali meminta tanda sebagai bukti perlindungan Allah (Hakim-Hakim 6:11-39). Setelah yakin akan perlindungan Allah, Gideon menaati perintah-Nya dan mengurangi jumlah laki-laki yang bertempur dari 32.000 menjadi 300 orang. Iman Gideon diteguhkan ketika orang-orang Midian dikalahkan dengan jumlah tentara Israel yang jauh lebih sedikit. Allah “membuat pedang yang seorang diarahkan kepada yang lain” (7:22). —J.R. Hudberg

Pernahkah menghadapi rintangan-rintangan yang seolah tidak teratasi? Terlepas dari kemenangan atau kekalahan yang alami, bagaimana penyertaan Allah terasa nyata bagimu?

Ya Allah, ketika hidup terasa sulit, tolonglah aku belajar untuk semakin mengandalkan kuasa dan kasih karunia-Mu yang ajaib.

Bacaan Alkitab Setahun: Nehemia 7-9; Kisah Para Rasul 3

Bagikan Konten Ini
72 replies
Newer Comments »
  1. kristina ovelia
    kristina ovelia says:

    Trimakasih Tuhan Yesus, Tolong saya agar selalu mengandalkanMu dalam situasi apapun dalam hidupku. Amin

  2. Rindiani Daniel
    Rindiani Daniel says:

    Amen Tuhan Yesus, Engkau sungguh Ajaib. Kuasamu Terlrbih Besar kemarin,esok sampai Maranatha. Amen

  3. Tety Vera hayati br.ginting
    Tety Vera hayati br.ginting says:

    amin🙏🏻
    Tuhan tetap tolong lah aku dan kuasai diriku untuk selalu mengandalkan engkau Tuhan,pakai diriku untuk jadi alat berkat karunia-MU di keliling ku .
    amin🙏🏻

  4. rico art
    rico art says:

    Terimakasih Tuhan atas banyak berkat yang selalu Engkau limpahkan kepada kami hari lepas hari, pimpin dan kuatkanlah kami dimanapun kami berada ya Tuhan serta tolong kami. , sembuhkan juga orang – orang disekitar kami dari segala macam penyakit akibat dari pandemi ini ya Tuhan, serta beri kekuatan kepada yang terkena bencana, kami menyerahkan segala rencana kehidupan kami kedalam tangan Mu saja ya Tuhan, biarlah kehendakMu yang terjadi, terpujilah namaMu kekal selamanya, amin

  5. Setiawati Herawati
    Setiawati Herawati says:

    ya tuhan ngkaulah andalan hdp kami ajarkan kami untk tdk takut menghdpi hdp ini dsn kami perc engkau adalah yg kami percaya kami menaruh penghrpan sepepenuhnya ke pdmu ya bpk haleluyah amin

  6. Novi Marbun
    Novi Marbun says:

    aku menyadari dari bacaan kita di atas bahwa jika kita berjuang dengan kekuatan kita sendiri itu tidak akan berhasil tanpa ada nya campur tangan dari Tuhan, dan bulan kita berjuang bersama dengan Tuhan kita akan memperoleh keberhasilan😊

  7. meddlyn cecylia
    meddlyn cecylia says:

    Amin, semangat teman teman, kamu bisa, minta Tuhan hadir dalam stiap kegiatanmu. Gbu 😊

  8. Sindhu
    Sindhu says:

    aku mau liat dr sisi lain. mengapa qta tdk berada dlm pemakaian Tuhan ketika suatu gelombang kebangunan rohani. tp bgmn pun, Tuhanlah gunung batu & keselamatan qta. Amin

  9. Eping Manganti
    Eping Manganti says:

    Dia Tahu apa yg terbaik untuk setiap umatNya. kecil bukan berarti lemah. Dalam pengaturan dan campur tangan TUHAN hal tsb adalah yg terbaik🙏🙏

  10. Surya Roganda Setiawan Situngkir
    Surya Roganda Setiawan Situngkir says:

    thanks renungannya ..
    Tuhan Yesus sertai dan tolong waktu kondisi tersulit pun jg dlm kegagalan dan keberhasilan, Dia tetap sertai ..
    Amin

  11. MelawaTi Chibarani
    MelawaTi Chibarani says:

    amin.
    Tolonglah aku Tuhan unk selalu mengandalkan kuasa dan kasih karuniaMu di dalam kehidupanku.

Newer Comments »

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *