Yang Tidak Bisa Dilihat

Minggu, 2 Mei 2021

Yang Tidak Bisa Dilihat

Baca: Ibrani 11:1-6

11:1 Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

11:2 Sebab oleh imanlah telah diberikan kesaksian kepada nenek moyang kita.

11:3 Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat.

11:4 Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati.

11:5 Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya. Sebab sebelum ia terangkat, ia memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan kepada Allah.

11:6 Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.

 

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. —Ibrani 11:1

Yang Tidak Bisa Dilihat

Sejarawan mengatakan bahwa Zaman Atom dimulai pada tanggal 16 Juli 1945 ketika bom nuklir pertama diledakkan di tengah gurun terpencil di New Mexico. Namun, filsuf Yunani Demokritos (±460-370 SM) sudah meneliti keberadaan dan kekuatan atom jauh sebelum ada penemuan apa pun yang dapat memampukan orang melihat bagian terkecil penyusun alam semesta itu. Karena memahami lebih daripada yang bisa dilihatnya, Demokritos pun menghasilkan teori tentang atom.

Kitab Suci mengatakan kepada kita bahwa inti dari iman adalah menerima apa yang tidak bisa dilihat. Ibrani 11:1 menegaskan, “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.” Jaminan ini bukanlah hasil dari angan-angan atau pemikiran positif, melainkan keyakinan kepada Allah yang tidak dapat kita lihat tetapi yang keberadaan-Nya adalah realitas paling sejati di alam semesta. Realitas-Nya ditunjukkan melalui karya tangan-Nya (Mzm. 19:2) dan diperlihatkan melalui penyingkapan karakter dan kehendak-Nya yang tidak kelihatan di dalam diri Anak-Nya, Yesus, yang datang untuk menunjukkan kasih Bapa kepada kita (Yoh. 1:18)

Di dalam Allah itulah “kita hidup, kita bergerak, kita ada,” seperti dikatakan oleh Rasul Paulus (Kis. 17:28). Dengan demikian, kita hidup “karena percaya, bukan karena melihat” (2Kor. 5:7). Namun, kita tidak berjalan sendirian. Allah yang tidak terlihat itu selalu menyertai setiap langkah hidup kita.—BILL CROWDER

WAWASAN
Setelah memberikan seruan untuk berpegang teguh dalam iman pada Ibrani 10:23-25, penulisnya membuka pasal 11 dengan memberi definisi—ciri khas dari suatu pengajaran mengenai subjek tertentu. Ia mendefinisikan iman sebagai “dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat” (ay.1). Kedua kata Yunani yang dipakai untuk mendefinisikan iman—dasar (hypostatis dalam Yunani, berarti “pemberian substansi kepada”) dan bukti (elenchos dalam Yunani, berarti “bukti dari”), menekankan iman sebagai cara hidup yang aktif sebagai respons terhadap kebenaran yang kita pegang. Meskipun sebagian besar masa depan yang diharapkan dan didambakan iman masih belum terpenuhi dan tidak kasatmata, orang-orang beriman terus melangkah maju, sebagai tanggapan atas pimpinan Allah dan pengalaman mereka akan kesetiaan-Nya. Ibrani 11 menelusuri sejarah para pahlawan iman Yahudi yang menunjukkan teladan kehidupan iman yang aktif ini. Puncaknya adalah Yesus, Pahlawan iman terbesar (12:2-3). —Monica La Rose

Di dalam dunia yang menuntut penglihatan untuk percaya, apa saja kesulitanmu untuk hidup oleh iman kepada Allah? Apa yang telah menguatkan imanmu, dan dalam area apa saja kamu perlu lebih sungguh-sungguh mempercayai Allah?

Ya Bapa, terkadang aku sulit mempercayai apa yang tidak bisa kulihat. Meski demikian, Engkau sudah menjanjikan kasih setia-Mu dan bahwa Engkau tidak akan pernah meninggalkan atau mengabaikanku. Tolonglah aku untuk percaya kepada janji-Mu tersebut.

Bacaan Alkitab Setahun: 1 Raja-raja 12-13; Lukas 22:1-20

Bagikan Konten ini
48 replies
  1. rico art
    rico art says:

    Terimakasih Tuhan atas banyak berkat yang selalu Engkau limpahkan kepada kami hari lepas hari, pimpin dan kuatkanlah kami dimanapun kami berada ya Tuhan serta tolong kami,
    sembuhkanlah orang-orang disekitar kami dari segala macam penyakit akibat dari pandemi ini ya Tuhan, serta beri kekuatan kepada yang terkena bencana,
    kami serahkan segala rencana kehidupan kami kedalam tanganMu saja ya Tuhan, biarlah Kehendak Mu yang terjadi,
    terpujilah namaMu kekal selamanya, amin

  2. Jamseng
    Jamseng says:

    Amin. Firman Tuhan sungguh memberi kekuatan kepada kita . Tuhan Yesus memberkati.

  3. fonny
    fonny says:

    amin, semua hanya karna kasih karuniaNYA saja, bukan kuat dan gagah kami.Terpujilah nama Tuhan Yesus.

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *