Siapa yang Kau Kenal

Info

Rabu, 5 Mei 2021

Siapa yang Kau Kenal

Baca: Filipi 3:7-11

3:7 Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus.

3:8 Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus,

3:9 dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan.

3:10 Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,

3:11 supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.

 

Segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. —Filipi 3:8

Siapa yang Kau Kenal

Pada awal tahun 2019, Charlie VanderMeer tutup usia dalam umur delapan puluh empat tahun. Selama beberapa dekade, ia dikenal ribuan orang sebagai Paman Charlie, pembawa acara radio nasional Children’s Bible Hour (Satu Jam Belajar Alkitab bersama Anak). Sehari sebelum berpulang ke surga, Uncle Charlie sempat berkata kepada sahabatnya, “Yang penting bukanlah apa yang kau tahu, tetapi siapa yang kau kenal. Tentu yang kumaksud adalah Yesus Kristus.”

Bahkan menjelang akhir hidupnya, Uncle Charlie tidak pernah berhenti berbicara tentang Yesus dan pentingnya setiap orang menerima Dia sebagai Juruselamat mereka.

Rasul Paulus menganggap pengenalan akan Yesus sebagai tanggung jawabnya yang terpenting: “Segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus, dan berada dalam Dia” (flp. 3:8-9). Lalu, bagaimana kita dapat mengenal Yesus? “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan” (Rm. 10:9).

Bisa jadi kita tahu banyak fakta tentang Yesus, juga tahu segala sesuatu tentang gereja, bahkan juga hafal isi Alkitab. Namun, satu-satunya jalan untuk mengenal Yesus sebagai Juruselamat adalah dengan menerima anugerah keselamatan-Nya yang cuma-cuma. Dialah yang terpenting untuk kita ketahui dan kenali.—DAVE BRANON

WAWASAN
Dalam surat Paulus kepada orang-orang percaya di Filipi, ia menggunakan kisah hidupnya sendiri untuk menunjukkan perbedaan dua cara berpikir mengenai kebenaran rohani, yakni benar di mata sendiri dan benar di mata Allah. Paulus tumbuh besar dalam budaya agamawi yang membanggakan ketaatan lahiriah kepada ritual. Setelah bertemu Kristus yang telah bangkit di jalan menuju Damaskus, barulah Paulus belajar tentang kebenaran batiniah. Setelah melihat kebobrokan dirinya, ia pun menyadari kebutuhannya untuk menerima rahmat Allah. Kebenaran diri yang dianutnya secara agamawi pernah membakar semangat Paulus untuk bertindak keras terhadap para pengikut Yesus. Ia yakin kehadiran orang-orang Kristen membahayakan iman dan kedamaian bangsa Israel. Namun, setelah mendengar Kristus berkata, “Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?” (Kisah Para Rasul 9:4), barulah Paulus menemukan kebenaran batiniah yang membuatnya rela menderita bagi orang lain sebagaimana Yesus telah menderita baginya. —Mart DeHaan

Dalam hubungan dengan Tuhan, pernahkah kamu mengalami bahwa yang terpenting adalah mengenal Dia, bukan mengetahui banyak hal? Apa makna pengampunan dari Kristus bagimu?

Allah Bapa, aku berdoa bagi semua orang yang belum mengenal Yesus agar mereka mempercayai Dia dan menerima pengorbanan-Nya bagi mereka. Jika aku sendiri belum menerima Dia sebagai Juruselamatku, hari ini aku mau mengaku dengan mulutku, “Yesus adalah Tuhan”.

Bacaan Alkitab Setahun: 1 Raja-raja 19-20; Lukas 23:1-25

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, Santapan Rohani, SaTe Kamu

54 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!