Menemukan yang Tidak Terlihat

Minggu, 23 Mei 2021

Menemukan yang Tidak Terlihat

Baca: Lukas 16:19-31

16:19 “Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan.

16:20 Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu,

16:21 dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya.

16:22 Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham.

16:23 Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya.

16:24 Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini.

16:25 Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita.

16:26 Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang.

16:27 Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku,

16:28 sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini.

16:29 Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu.

16:30 Jawab orang itu: Tidak, bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat.

16:31 Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati.”

 

Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati. —Lukas 16:31

Menemukan yang Tidak Terlihat

Setelah Yuri Gagarin berhasil menjadi manusia pertama yang melakukan perjalanan menembus luar angkasa, ia kembali ke bumi dengan terjun payung dan mendarat di suatu wilayah pedesaan Rusia. Seorang petani perempuan memperhatikan kosmonot berbaju oranye yang masih mengenakan helm dan sedang menyeret dua parasut itu. “Benarkah kamu datang dari luar angkasa?” tanya wanita itu terheran-heran. “Sebenarnya, ya,” jawab Gagarin.

Namun, sangat disayangkan para pemimpin Soviet mengubah penerbangan bersejarah itu menjadi propaganda antiagama. “Gagarin berhasil pergi ke luar angkasa, tetapi ia tidak melihat ada tuhan di sana,” kata perdana menteri mereka (meskipun Gagarin sendiri tidak pernah mengatakan hal itu). Menurut pengamatan C. S. Lewis, “Mereka yang tidak menemukan [Allah] di bumi juga tidak akan menemukan Dia di angkasa.”

Yesus memperingatkan kita tentang bahaya mengabaikan Allah semasa kita hidup. Dia bercerita tentang dua orang yang mati—seorang kaya yang tidak pernah punya waktu bagi Allah, dan Lazarus, orang yang miskin harta tetapi kaya dalam iman (Luk. 16:19-31). Karena tersiksa di alam maut, orang kaya itu memohon kepada Abraham untuk memperingatkan saudara-saudaranya yang masih hidup. “Suruhlah Lazarus,” pintanya kepada Abraham. “Jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat” (ay.24,30). Abraham langsung membahas inti persoalannya: “Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati” (ay.31).

“Melihat tidak sama dengan percaya,” tulis Oswald Chambers. “Kita hanya mengartikan apa yang kita lihat menurut apa yang kita percayai.” —TIM GUSTAFSON

WAWASAN
Si orang kaya berharap seseorang yang bangkit dari antara orang mati akan dapat meyakinkan saudara-saudaranya untuk bertobat dan terhindar dari siksaan (Lukas 16:27-28). Ironisnya, laki-laki lain bernama Lazarus benar-benar bangkit dari antara orang mati (lihat Yohanes 11), seperti Yesus sendiri. Namun, banyak orang masih saja menolak Yesus, bahkan setelah menyaksikan mukjizat-mukjizat itu. Peringatan Abraham dalam Lukas 16:31 adalah nubuat. Jika kita menolak untuk menyadari bahwa hukum Taurat dan kitab para nabi merujuk kepada Yesus, kita akan tetap menolak Dia apa pun bukti yang tersaji di depan kita. Tim Gustafson

Apa yang kamu percayai tentang keberadaan Allah dan realitas kebangkitan Kristus? Bagaimana kepercayaanmu tersebut mempengaruhi keputusan yang kamu ambil sehari-hari?

Bapa, hari ini aku berdoa untuk mereka yang belum percaya kepada-Mu. Tarik mereka dengan kuasa dan kasih Roh Kudus-Mu yang lembut.

Bacaan Alkitab Setahun: 1 Tawarikh 19-21; Yohanes 8:1-27

Bagikan Konten Ini
42 replies
  1. rico art
    rico art says:

    Terimakasih Tuhan atas banyak berkat yang selalu Engkau limpahkan kepada kami hari lepas hari, pimpin dan kuatkanlah kami dimanapun kami berada ya Tuhan, serta tolong kami, sembuhkan juga orang – orang disekitar kami dari segala macam penyakit akibat dari pandemi ini ya Tuhan, serta beri kekuatan kepada yang terkena bencana, kami menyerahkan segala rencana kami ke dalam tanganMu saja ya Tuhan biarlah kehendakMu yang terjadi, terpujilah namaMu kekal selamanya, amin

  2. Sindhu
    Sindhu says:

    qta hrs trs memberitakan injil Kristus. menarik mereka utk percaya dan menyembah Dia. Amin

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *