Melakukan Apa yang Dapat Dilakukan

Rabu, 19 Mei 2021

Melakukan Apa yang Dapat Dilakukan

Baca: Markus 14:3-9

14:3 Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, dan sedang duduk makan, datanglah seorang perempuan membawa suatu buli-buli pualam berisi minyak narwastu murni yang mahal harganya. Setelah dipecahkannya leher buli-buli itu, dicurahkannya minyak itu ke atas kepala Yesus.

14:4 Ada orang yang menjadi gusar dan berkata seorang kepada yang lain: “Untuk apa pemborosan minyak narwastu ini?

14:5 Sebab minyak ini dapat dijual tiga ratus dinar lebih dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin.” Lalu mereka memarahi perempuan itu.

14:6 Tetapi Yesus berkata: “Biarkanlah dia. Mengapa kamu menyusahkan dia? Ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada-Ku.

14:7 Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, dan kamu dapat menolong mereka, bilamana kamu menghendakinya, tetapi Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu.

14:8 Ia telah melakukan apa yang dapat dilakukannya. Tubuh-Ku telah diminyakinya sebagai persiapan untuk penguburan-Ku.

14:9 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia.”

 

Ia telah melakukan apa yang dapat dilakukannya. Tubuh-Ku telah diminyakinya sebagai persiapan untuk penguburan-Ku. —Markus 14:8

Melakukan Apa yang Dapat Dilakukan

Ibu itu meletakkan wadah plastik untuk kue mangkuk di atas meja kasir. Selanjutnya, kartu ulang tahun dan beberapa kantong makanan ringan. Rambutnya yang acak-acakan menegaskan wajahnya yang terlihat lelah. Anaknya yang batita terus merengek minta diperhatikan. Ketika kasir memberitahukan jumlah total belanjaannya, raut wajah sang ibu langsung berubah. “Oh, kalau begitu saya akan kembalikan beberapa barang. Namun, sebenarnya ini untuk ulang tahunnya,” desahnya sambil melirik sang anak dengan sedih.

Seorang pelanggan lain yang mengantre di belakangnya menyadari kesedihan ibu itu. Adegan tersebut mirip dengan peristiwa Yesus diurapi Maria dari Betania (Mrk. 14:8). Setelah mengurapi Yesus dengan sebotol minyak narwastu murni yang mahal sebelum kematian dan penguburan-Nya, Maria diolok oleh murid-murid Yesus. Yesus lalu menegur mereka sambil memuji perbuatan Maria. Dia tidak berkata, “Ia telah melakukan semua yang dapat dilakukannya,” melainkan, “Ia telah melakukan apa yang dapat dilakukannya.” Yesus tidak berbicara tentang mahalnya harga minyak narwastu. Yang terpenting bagi Kristus adalah penyerahan diri Maria lewat ungkapan kasihnya kepada Yesus. Itulah respons yang dihasilkan dari hubungannya dengan Yesus.

Saat itu juga, sebelum sang ibu bisa menolak, pelanggan di belakangnya mencondongkan badan dan menyelipkan kartu kreditnya ke dalam mesin pembaca kartu untuk membayari belanjaan ibu tersebut. Jumlahnya tidak terlalu besar, dan ia memiliki dana berlebih yang bisa dipakainya. Namun, bagi ibu itu, hal tersebut sangat berarti. Ia menerima ungkapan kasih yang dengan tulus dipersembahkan untuk menjawab kebutuhannya.—Elisa Morgan

WAWASAN
Minyak narwastu murni (Markus 14:3) adalah minyak wangi yang terbuat dari akar tanaman yang tumbuh di Pegunungan Himalaya. Itulah sebabnya minyak itu sangat mahal, yakni “tiga ratus dinar lebih” (ay.5). Satu dinar adalah jumlah upah bekerja sehari penuh, jadi tiga ratus dinar lebih itu upah bekerja selama setahun. Karena aromanya sering diasosiasikan dengan mempelai pada hari pernikahannya (Kidung Agung 1:12; 4:13-14), sejumlah ahli percaya Maria telah memberikan hartanya yang paling berharga, yakni maskawinnya sendiri, kepada Yesus. Tindakan Maria meminyaki Yesus dengan minyak narwastu yang mahal itu memang perlu dan tepat waktu. Yesus mati pada hari persiapan, yaitu hari menjelang Sabat, sehingga tubuh-Nya dikuburkan dengan terburu-buru (Markus 15:42-46). Sekelompok perempuan bermaksud pergi ke makam untuk meminyaki tubuh-Nya setelah hari Sabat (16:1), tetapi Yesus telah bangkit. Namun, enam hari sebelumnya (Yohanes 12:1), Maria telah meminyaki Yesus dengan minyak wangi “sebagai persiapan untuk penguburan-[Nya]” (Markus 14:8). —K.T. Sim

Apa saja hal tidak terduga yang pernah Tuhan lakukan untuk menolongmu? Apa yang mungkin dapat kamu lakukan untuk membalas kasih-Nya dengan menjawab kebutuhan seseorang yang kamu temui hari ini?

Bapa, bukalah mataku untuk melihat bahwa Engkau sedang mengundangku untuk melakukan apa yang dapat kulakukan hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun: 1 Tawarikh 7-9; Yohanes 6:22-44

Bagikan Konten Ini
61 replies
« Older Comments
  1. Siska Tandy
    Siska Tandy says:

    Terpujilah Tuhanku Yesus Kristus. Dia ya dan amin, haleluya ya Bapa. amin 😇

« Older Comments

Bagikan Komentar Kamu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *