Kasih yang Berani

Info

Rabu, 26 Mei 2021

Kasih yang Berani

Baca: 1 Korintus 16:10-14

16:10 Jika Timotius datang kepadamu, usahakanlah supaya ia berada di tengah-tengah kamu tanpa takut, sebab ia mengerjakan pekerjaan Tuhan, sama seperti aku.

16:11 Jadi, janganlah ada orang yang menganggapnya rendah! Tetapi tolonglah dia, supaya ia melanjutkan perjalanannya dengan selamat, agar ia datang kembali kepadaku, sebab aku di sini menunggu kedatangannya bersama-sama dengan saudara-saudara yang lain.

16:12 Tentang saudara Apolos: telah berulang-ulang aku mendesaknya untuk bersama-sama dengan saudara-saudara lain mengunjungi kamu, tetapi ia sama sekali tidak mau datang sekarang. Kalau ada kesempatan baik nanti, ia akan datang.

16:13 Berjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman! Bersikaplah sebagai laki-laki! Dan tetap kuat!

16:14 Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih!

 

Semua yang kalian lakukan, lakukanlah dengan kasih. —1 Korintus 16:14 BIS

Kasih yang Berani

Keempat pembina rohani itu tidak dikenal sebagai “pahlawan”. Namun, pada malam yang dingin di Februari 1943, ketika kapal mereka, SS Dorchester, ditorpedo di lepas pantai Greenland, mereka mengerahkan segenap kemampuan untuk menenangkan ratusan tentara yang panik. Dalam kondisi kapal yang tenggelam dan orang-orang yang terluka berlompatan ke sekoci-sekoci yang penuh sesak, keempatnya meredakan kepanikan dengan “memberitakan keberanian,” kata salah seorang awak yang selamat.

Saat kehabisan jaket pelampung, setiap dari mereka melepaskan milik mereka dan memberikannya kepada para pemuda yang ketakutan. Mereka telah memutuskan untuk tenggelam bersama dengan kapal itu agar orang lain selamat. Salah seorang penumpang yang selamat berkata, “Itulah hal terbaik yang pernah saya lihat atau harapkan terjadi di dunia ini.”

Ketika kapal semakin tenggelam, para pembina itu saling bergandengan tangan, berdoa bersama dengan suara keras, sambil terus memberikan semangat kepada orang-orang yang akan meninggal bersama mereka.

Keempatnya dikenang karena keberanian mereka. Namun, kasih mejadi ciri penyerahan diri mereka. Rasul Paulus mendorong semua orang percaya memiliki kasih seperti itu, termasuk jemaat di Korintus. Gereja yang diguncang oleh konflik, korupsi, dan dosa itu didesak Paulus: “Hendaklah kalian waspada dan teguh dalam hidupmu sebagai orang Kristen. Bertindaklah dengan berani dan jadilah kuat” (1Kor. 16:13 BIS). Kemudian ia menambahkan, “Semua yang kalian lakukan, lakukanlah dengan kasih” (ay.14 BIS).

Itulah perintah luar biasa yang perlu diingat setiap orang percaya, terutama ketika berada dalam krisis. Dalam hidup ini, ketika berbagai permasalahan melanda, mari berikan tanggapan paling berani yang mencerminkan Kristus, yaitu membagikan kasih-Nya kepada sesama.—PATRICIA RAYBON

WAWASAN
Dalam 1 Korintus 16:14, sebelum menutup surat terpanjangnya, Paulus mengucapkan pesan berikut sebagai salah satu nasihat terakhirnya: “Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih!” Namun, sebelum berkata demikian, ia menyebutkan empat perintah dalam ayat 13, semua dengan jargon militer. Kata pertama, berjaga-jaga (gregoreo), berarti terjaga, tidak tidur, waspada (lihat Markus 13:35,37; Kisah Para Rasul 20:31). Kata berikutnya teguh (steko), berarti berdiri tegap atau tetap (lihat Galatia 5:1). Itulah panggilan untuk bertekun atau bertahan dalam iman Kristen. Berikutnya, dengan frasa “bersikaplah sebagai laki-laki”, yang berasal dari satu kata andrizomai, yang berarti “berani,” Paulus menyerukan kepada orang-orang Korintus agar memiliki keberanian. Kata terakhir dari dunia militer adalah kuat (krataioo), yang berarti menjadi kuat atau tetap kuat (lihat Efesus 3:16). Keberanian dan kasih amatlah penting dalam perjalanan hidup orang percaya. —Arthur Jackson

Mengapa kasih yang rela berkorban menjadi cerminan Kristus? Bagaimana kasih-Nya dapat mempengaruhi respons kamu dalam situasi yang sulit?

Tuhan Yesus, ketika aku merasa tidak berani, dan itu sering terjadi, bangkitkan keberanianku untuk rela membagikan kasih-Mu.

Bacaan Alkitab Setahun: 1 Tawarikh 28-29; Yohanes 9:24-41

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, Santapan Rohani, SaTe Kamu

60 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!