Diterima Masuk

Jumat, 14 Mei 2021

Diterima Masuk

Baca: Mazmur 49:6-21

49:6 Mengapa aku takut pada hari-hari celaka pada waktu aku dikepung oleh kejahatan pengejar-pengejarku,

49:7 mereka yang percaya akan harta bendanya, dan memegahkan diri dengan banyaknya kekayaan mereka?

49:8 Tidak seorangpun dapat membebaskan dirinya, atau memberikan tebusan kepada Allah ganti nyawanya,

49:9 karena terlalu mahal harga pembebasan nyawanya, dan tidak memadai untuk selama-lamanya–

49:10 supaya ia tetap hidup untuk seterusnya, dan tidak melihat lobang kubur.

49:11 Sungguh, akan dilihatnya: orang-orang yang mempunyai hikmat mati, orang-orang bodoh dan dungupun binasa bersama-sama dan meninggalkan harta benda mereka untuk orang lain.

49:12 Kubur mereka ialah rumah mereka untuk selama-lamanya, tempat kediaman mereka turun-temurun; mereka menganggap ladang-ladang milik mereka.

49:13 Tetapi dengan segala kegemilangannya manusia tidak dapat bertahan, ia boleh disamakan dengan hewan yang dibinasakan.

49:14 Inilah jalannya orang-orang yang percaya kepada dirinya sendiri, ajal orang-orang yang gemar akan perkataannya sendiri. Sela

49:15 Seperti domba mereka meluncur ke dalam dunia orang mati, digembalakan oleh maut; mereka turun langsung ke kubur, perawakan mereka hancur, dunia orang mati menjadi tempat kediaman mereka.

49:16 Tetapi Allah akan membebaskan nyawaku dari cengkeraman dunia orang mati, sebab Ia akan menarik aku. Sela

49:17 Janganlah takut, apabila seseorang menjadi kaya, apabila kemuliaan keluarganya bertambah,

49:18 sebab pada waktu matinya semuanya itu tidak akan dibawanya serta, kemuliaannya tidak akan turun mengikuti dia.

49:19 Sekalipun ia menganggap dirinya berbahagia pada masa hidupnya, sekalipun orang menyanjungnya, karena ia berbuat baik terhadap dirinya sendiri,

49:20 namun ia akan sampai kepada angkatan nenek moyangnya, yang tidak akan melihat terang untuk seterusnya.

49:21 Manusia, yang dengan segala kegemilangannya tidak mempunyai pengertian, boleh disamakan dengan hewan yang dibinasakan.

 

Manusia, yang dengan segala kegemilangannya tidak mempunyai pengertian, boleh disamakan dengan hewan yang dibinasakan. —Mazmur 49:21

Diterima Masuk

Anjing saya yang sudah tua duduk di samping saya dengan mata menerawang. Entah apa yang ia pikirkan. Namun, saya tahu ia pasti tidak sedang memikirkan kematian sebab anjing tidak “mengerti” soal itu. Berbeda dengan kita, hewan tidak memikirkan tentang masa depan. Berapa pun usia kita atau bagaimanapun kondisi kesehatan atau besarnya kekayaan kita, pada titik tertentu kita akan memikirkan tentang kematian. Itu karena, tidak seperti hewan, kita “mempunyai pengertian,” menurut Mazmur 49:21. Kita tahu bahwa kita akan mati, dan tidak ada yang dapat kita lakukan untuk menghindarinya. “Tidak seorangpun dapat membebaskan dirinya, atau memberikan tebusan kepada Allah ganti nyawanya” (ay.8). Uang sebanyak apa pun tidak mampu menghindarkan seseorang dari kematian.

Namun, ada satu jalan keluar dari kepastian kematian: “Tetapi Allah akan membebaskan nyawaku dari cengkeraman dunia orang mati,” kata pemazmur. “Sebab Ia akan menarik aku” (ay.16; dalam versi lain, “Dia akan menerimaku”). Robert Frost berkata, “Rumah adalah tempat yang pasti menerimamu ketika kamu mendatanginya.” Allah telah menebus kita dari kematian melalui Anak-Nya, “yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia” (1Tim. 2:6). Jadi, Yesus berjanji bahwa ketika waktu kita tiba, Dia akan menyambut dan menerima kita masuk ke tempat-Nya (Yoh. 14:3).

Ketika waktu saya tiba, Yesus Kristus, yang telah menyerahkan diri-Nya kepada Allah sebagai ganti hidup saya, akan menerima saya masuk ke dalam rumah Bapa-Nya dengan tangan terbuka.—David H. Roper

WAWASAN
Pada salah satu pertemuan terakhir Yesus dengan murid-murid-Nya, Dia menolong mereka melihat bagaimana bagian-bagian Kitab Suci seperti Mazmur 49 memiliki makna baru ketika dilihat melalui kehidupan, kematian, dan kebangkitan-Nya (Lukas 24:44). Sebagai bukti kesanggupan-Nya untuk memecahkan persoalan maut yang diderita umat manusia (Mazmur 49:2,8-10,16), Dia menunjukkan bekas luka-Nya kepada mereka dan makan sepotong ikan goreng (Lukas 24:42-43). Dia telah datang untuk menggenapi makna sejati dari semua hal yang ditulis tentang diri-Nya dalam kitab Taurat Musa, kitab nabi-nabi, dan kitab Mazmur; dari bagian-bagian Kitab Suci itu Yesus menyatakan kebutuhan kita akan Dia (ay.36-49). —Mart DeHaan

Bagaimana kamu menghadapi pemikiran tentang kematian? Atas dasar apa kamu yakin akan masuk surga?

Aku bersyukur, ya Allah, karena Engkau telah menyediakan tempat bagi anak-anak-Mu. Aku menanti-nantikan saatnya aku pulang ke rumah-Mu.

Bacaan Alkitab Setahun: 2 Raja-raja 19-21; Yohanes 4:1-30

Bagikan Konten Ini
59 replies
Newer Comments »
  1. Tety Vera hayati br.ginting
    Tety Vera hayati br.ginting says:

    jadi kan lah aku Tuhan berkat mu dan tetap hidup di hidup ku,aku percaya semua kehendak mu apa pun yang terjadi itu adalah Kendal mu dan kuasa mu 🙏

  2. Michael Beta Manuru
    Michael Beta Manuru says:

    Terimakasih Tuhan, engkau telah menerima anakmu yang berdosa ini..Amin

  3. Setiawati Herawati
    Setiawati Herawati says:

    Saya bersykr kepd ty yg sdh menyediakan rmh di surga od saat kita di panggilnya kita tdk perlu takut karna ia sdh menyediakan segala sesuatunya untk semua anak 2nya yg percaya sdh di slmt kan kita hnya menunggunya haleluyah amin

  4. Yana Nafie
    Yana Nafie says:

    Terimakasih saya merasa sangat terbekati sekarang❤
    Tuhan Yesus Berkati selalu dalam setiap pergumulan 😇✨

Newer Comments »

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *