Diam di dalam Hati Kita

Sabtu, 1 Mei 2021

Diam di dalam Hati Kita

Baca: Efesus 3:14-21

3:14 Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa,

3:15 yang dari pada-Nya semua turunan yang di dalam sorga dan di atas bumi menerima namanya.

3:16 Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu,

3:17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih.

3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus,

3:19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.

3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita,

3:21 bagi Dialah kemuliaan di dalam jemaat dan di dalam Kristus Yesus turun-temurun sampai selama-lamanya. Amin.

 

Aku berdoa supaya Ia . . . meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu. —Efesus 3:16-17

Diam di dalam Hati Kita

Terkadang perkataan anak kecil dapat mengagetkan kita dan membawa kita kepada pengertian yang lebih mendalam tentang kebenaran Allah. Suatu malam ketika anak perempuan saya masih kecil, saya menceritakan kepadanya salah satu rahasia besar dari iman Kristen—bahwa Allah melalui Anak dan Roh Kudus-Nya tinggal di dalam diri anak-anak-Nya. Ketika saya menidurkannya, saya berkata bahwa Yesus hadir bersamanya dan di dalam dirinya. “Jadi Dia ada dalam perutku?” tanya anak saya, “Kamu tidak menelan-Nya sih,” jawab saya. “Tetapi Dia benar-benar berada di dalam dirimu.”

Pemahaman anak saya bahwa Tuhan Yesus “ada dalam perutnya” membuat saya terdiam sejenak dan merenungkan bagaimana ketika saya meminta Yesus menjadi Juruselamat saya, Dia datang dan berdiam di dalam diri saya.

Rasul Paulus menyebutkan tentang rahasia ini ketika ia berdoa agar Roh Kudus memberikan kekuatan kepada jemaat di Efesus supaya “oleh iman [mereka] Kristus diam di dalam hati [mereka]” (Ef. 3:17). Dengan Yesus tinggal di dalam hati, mereka dapat memahami betapa dalamnya kasih Yesus kepada mereka. Dengan didorong oleh kasih tersebut, mereka akan bertambah dewasa dalam iman dan mengasihi sesama dengan rendah hati, lemah lembut, dan sabar, sambil saling menyatakan hal-hal yang benar dalam kasih (4:2,25).

Berdiamnya Yesus Kristus di dalam hati para pengikut-Nya berarti bahwa kasih-Nya tidak pernah meninggalkan siapa pun yang menerima Dia dalam hidupnya. Kasih-Nya yang melampaui segala pengetahuan (3:19) membuat kita berakar dalam Dia dan memampukan kita mengerti betapa dalam kasih-Nya.

Sebuah lirik pujian anak-anak mengungkapkannya dengan tepat: “Yesus Tuhanku sayang padaku!”—AMY BOUCHER PYE

WAWASAN
Surat-surat Paulus kepada jemaat biasanya memiliki pola—diawali dengan bagian pengajaran (doktrin) dan diikuti bagian praktik (penerapan). Surat Efesus pasal 1-3 merupakan doktrin, sementara pasal 4-6 menerapkan pengajaran tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Bacaan hari ini (Efesus 3:14-21) menghubungkan kedua bagian tersebut dan merupakan salah satu bagian doa/doksologi Kitab Suci yang luar biasa. Dalam bagian doa (pernyataan berkat; ay.14-19) tersebut, sang rasul berdoa agar orang-orang percaya di Efesus dapat memahami kasih, kebesaran, kesetiaan, dan kuasa yang tidak terkira dari Allah yang hidup. Bagian doa ini kemudian menjadi doksologi (pernyataan pujian; ay.20-21) yang ditutup dengan “bagi Dialah kemuliaan di dalam jemaat dan di dalam Kristus Yesus turun-temurun sampai selama-lamanya. Amin.” Sungguh patut Paulus menutup bagian doktrin dalam surat Efesus dengan mengingatkan betapa kita sangat teberkati dan betapa besarnya Allah kita! —Bill Crowder

Bagaimana berdiamnya Kristus dalam hatimu dapat memberikan penghiburan yang kamu butuhkan? Bagaimana kamu dapat bertumbuh semakin dekat kepada Allah dengan menyadari bahwa kuasa-Nya itulah yang memberimu kekuatan?

Ya Allah, Engkau tidak jauh, melainkan dekat denganku. Kiranya aku bersukacita dalam kasih-Mu dan membagikannya kepada sesamaku.

Bacaan Alkitab Setahun: 1 Raja-Raja 10-11; Lukas 21:20-38

Bagikan Konten ini
42 replies
  1. elisa engelina
    elisa engelina says:

    Amin God Bless You, renungan yang sangat membuat iman percaya kepada Tuhan bahwa Tuhan setia dan ada bersama saya hari ini saat saya akan ujian LSP di sekolah. Dalam Nama Tuhan Yesus, lulus Amin!

  2. rico art
    rico art says:

    Terimakasih Tuhan atas banyak berkat yang selalu Engkau limpahkan kepada kami hari lepas hari, pimpin dan kuatkanlah kami dimanapun kami berada ya Tuhan serta tolong kami, sembuhkan juga orang-orang disekitar kami dari segala macam penyakit akibat pandemi ini ya Tuhan serta beri kekuatan kepada yang terkena bencana, kami serahkan segala rencana kami kedalam tanganMu saja ya Tuhan, biarlah KehendakMu yang terjadi, terpujilah namaMu kekal selamanya, amin

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *