Bersorak-Sorak karena Kita

Senin, 10 Mei 2021

Bersorak-Sorak karena Kita

Baca: Zefanya 3:14-17

3:14 Bersorak-sorailah, hai puteri Sion, bertempik-soraklah, hai Israel! Bersukacitalah dan beria-rialah dengan segenap hati, hai puteri Yerusalem!

3:15 TUHAN telah menyingkirkan hukuman yang jatuh atasmu, telah menebas binasa musuhmu. Raja Israel, yakni TUHAN, ada di antaramu; engkau tidak akan takut kepada malapetaka lagi.

3:16 Pada hari itu akan dikatakan kepada Yerusalem: “Janganlah takut, hai Sion! Janganlah tanganmu menjadi lemah lesu.

3:17 TUHAN Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai,

 

Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai. —Zefanya 3:17

Bersorak-Sorak karena Kita

Seorang ayah muda menggendong bayi laki-lakinya sambil menimang dan bernyanyi dengan irama yang meneduhkan hati. Karena sang bayi memiliki gangguan pendengaran, ia tidak bisa mendengar suara atau nyanyian ayahnya. Namun, sang ayah tetap bersenandung dengan penuh kasih sayang kepada anaknya. Usaha itu pun membuahkan senyum manis dari bayi kecilnya.

Gambaran interaksi ayah dan anak tersebut sangat mirip dengan perkataan yang disampaikan Nabi Zefanya. Nabi Perjanjian Lama itu mengatakan bahwa Allah bergirang dan bernyanyi dengan sorak-sorai karena anak-anak-Nya, yaitu umat Yerusalem (Zef. 3:17). Allah senang berbuat baik kepada umat kesayangan-Nya, seperti menyingkirkan hukuman yang mereka derita dan membinasakan musuh mereka (ay.15). Zefanya menyampaikan kepada umat Allah bahwa mereka tidak perlu lagi merasa takut dan mempunyai alasan untuk bersorak-sorai.

Sebagai anak-anak Allah yang sudah ditebus melalui pengorbanan Yesus Kristus, kita sering sulit mendengar—tidak sanggup, atau bahkan tidak mau, menaruh perhatian kepada nyanyian kasih Allah yang penuh kegirangan karena kita. Kasih-Nya kepada kita sama seperti kasih ayah muda tadi, yang menyanyi dengan penuh cinta untuk bayinya meskipun bayi itu tidak bisa mendengar. Allah juga telah membebaskan kita dari hukuman sehingga kita memiliki lebih banyak alasan untuk bersukacita. Alangkah baiknya jika kita menajamkan pendengaran kita untuk lebih jelas menangkap nada sukacita yang terdengar nyaring dalam suara Allah. Bapa, tolonglah kami agar dapat mendengar nyanyian kasih-Mu dan menikmati rasa aman berada dalam dekapan-Mu. —Kirsten Holmberg

WAWASAN
Zefanya 3:14-17 ditulis seperti mazmur keselamatan (misalnya Mazmur 98). Nabi Zefanya memerintahkan pujian (Zefanya 3:14), bukan saja atas semua yang telah Allah perbuat di masa lalu dan akan lakukan di masa depan, tetapi juga atas kehadiran Yahweh di tengah-tengah bangsa Israel sebagai Raja penuh kasih yang meneguhkan keyakinan (ay.15-17). Dengan demikian, “mazmur” ini menunjukkan gagasan tentang kehadiran Allah yang terus-menerus di Zion, kota Daud (Yerusalem), sebagaimana dijanjikan dalam 2 Samuel 7, dan digemakan dalam Yesaya serta berbagai mazmur seperti Mazmur 2 dan 89. Tuhan adalah Raja Israel (Zefanya 3:15) dan pahlawan yang memberi kemenangan (ay.17). Namun, Dia juga menanggapi bangsa Israel seperti orangtua yang pernah ditelantarkan atau kekasih yang tertolak, tetapi yang kini telah menerima kembali kekasih hatinya. Dia bersorak-sorak dengan suara sekaligus dengan hening dan sunyi (ay.17). —Con Campbell

Apa yang selama ini menghalangi kamu mendengarkan suara Allah? Apa yang dapat kamu lakukan untuk menajamkan pendengaranmu supaya bisa mendengar kegirangan Allah?

Ya Allah, terima kasih karena Engkau berkenan kepadaku. Kiranya aku dapat selalu mendengar suara-Mu yang bersorak girang karena aku.

Bacaan Alkitab Setahun: 2 Raja-Raja 10-12; Yohanes 1:29-51

Bagikan Konten Ini
63 replies
Newer Comments »
  1. Santi Gultom
    Santi Gultom says:

    Amen.Kiranya mulai saat ini saya & suami saya & semua keluarga besar saya dapat SELALU mendengar SUARA TUHAN yg bersorak gurang karena aku.suami & keluargaku.
    saya mera terberkati karena renungan kali ini yg sangat luar biasa.dan kiranya siapa saja yg membaca firman ini merasakan hal yg sama seperti yg saya rasakan memberkati saya.
    Amen.

  2. Netti Gabriella Siahaan 1804123909
    Netti Gabriella Siahaan 1804123909 says:

    Ya Allah, terkadang aku sering mengabaikan panggilan mu, terkadang aku takut untuk melakukan panggilan mu, Krn beberapa alasan yang sebenarnya tidak masuk akal untuk menjadi keterbatasan ku dalam melayani engkau.
    Terimakasih Krn melalui firman ini, pikiran dan hati ku semakin terbuka.

  3. Ape Silitonga
    Ape Silitonga says:

    Bapa, tolonglah kami agar dapat mendengar nyanyian kasih-Mu dan menikmati rasa aman berada dalam dekapan-Mu.

  4. rico art
    rico art says:

    Terimakasih Tuhan atas banyak berkat yang selalu Engkau limpahkan kepada kami hari lepas hari, pimpin dan kuatkanlah kami dimanapun kami berada ya Tuhan serta tolong kami, sembuhkan juga orang-orang disekitar kami dari segala macam penyakit akibat dari pandemi ini ya Tuhan. serta beri kekuatan kepada yang terkena bencana, kami menyerahkan segala rencana kami kedalam tanganMu saja ya Tuhan, biarlah kehendakMu yang terjadi atas kami, terpujilah Namamu kekal selamanya, amin

  5. marlenguer
    marlenguer says:

    bagaimana caranya kita bisa membedakan mana suara yang datangnya dari Allah dan mana yg datang hanya sekedar dari hati manusia?

  6. Setiawati Herawati
    Setiawati Herawati says:

    ya bpk ajar kami untk lebih peka akan suara mu dan kebran firman untk kami mengerti ke hdk dan rencanamu dan bisa memulyakan nama mu dgn senap hati dan jiwa ku ya bpk amin

  7. Dea Friyanti
    Dea Friyanti says:

    semoga Tuhan memberkati kita semua dan apapun yang kita lakukan kiranya dapat menyenangkan hati Tuhan.

  8. Mega Debora
    Mega Debora says:

    Aku merasakan kasih_Mu yg selalu mengignatkan aku dikala dalam kelemahan ku aq susah sekali melawan kemalasanku.jadikan aku pribadi yg setia ya Bapa,agar aku lebih mendengar suara_Mu🙏

  9. Pestin Official
    Pestin Official says:

    banyak ujian bahkan sampai selalu berfikir ingin mengakhiri segalanya. tapi Tuhan berkata lain, Tuhan masih menginginkan mu untuk tetap di dalamnya. Amin

Newer Comments »

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *