Berat tetapi Tetap Berharap

Kamis, 6 Mei 2021

Berat tetapi Tetap Berharap

Baca: Mazmur 88:2-14

88:2 Ya TUHAN, Allah yang menyelamatkan aku, siang hari aku berseru-seru, pada waktu malam aku menghadap Engkau.

88:3 Biarlah doaku datang ke hadapan-Mu, sendengkanlah telinga-Mu kepada teriakku;

88:4 sebab jiwaku kenyang dengan malapetaka, dan hidupku sudah dekat dunia orang mati.

88:5 Aku telah dianggap termasuk orang-orang yang turun ke liang kubur; aku seperti orang yang tidak berkekuatan.

88:6 Aku harus tinggal di antara orang-orang mati, seperti orang-orang yang mati dibunuh, terbaring dalam kubur, yang tidak Kauingat lagi, sebab mereka terputus dari kuasa-Mu.

88:7 Telah Kautaruh aku dalam liang kubur yang paling bawah, dalam kegelapan, dalam tempat yang dalam.

88:8 Aku tertekan oleh panas murka-Mu, dan segala pecahan ombak-Mu Kautindihkan kepadaku. Sela

88:9 Telah Kaujauhkan kenalan-kenalanku dari padaku, telah Kaubuat aku menjadi kekejian bagi mereka. Aku tertahan dan tidak dapat keluar;

88:10 mataku merana karena sengsara. Aku telah berseru kepada-Mu, ya TUHAN, sepanjang hari, telah mengulurkan tanganku kepada-Mu.

88:11 Apakah Kaulakukan keajaiban bagi orang-orang mati? Masakan arwah bangkit untuk bersyukur kepada-Mu? Sela

88:12 Dapatkah kasih-Mu diberitakan di dalam kubur, dan kesetiaan-Mu di tempat kebinasaan?

88:13 Diketahui orangkah keajaiban-keajaiban-Mu dalam kegelapan, dan keadilan-Mu di negeri segala lupa?

88:14 Tetapi aku ini, ya TUHAN, kepada-Mu aku berteriak minta tolong, dan pada waktu pagi doaku datang ke hadapan-Mu.

 

Ya Tuhan, Allah yang menyelamatkan aku. —Mazmur 88:2

Berat tetapi Tetap Berharap

Dalam komik Peanuts, tokoh Lucy yang sangat rajin digambarkan memasang iklan yang menawarkan “bantuan kejiwaan” dengan tarif lima sen. Linus datang ke tempat Lucy dan mengeluhkan dirinya sedang “depresi berat.” Ketika Linus bertanya apa yang dapat ia lakukan untuk mengatasi masalahnya, Lucy berujar, “Tinggalkan saja depresimu! Nah, mana uang lima sennya?”

Meskipun komik kocak itu membuat kita tersenyum sejenak, kesedihan dan kesuraman yang mungkin mencengkeram kita di kehidupan nyata tidak bisa ditepiskan semudah itu. Perasaan putus asa dan tidak berdaya sungguh nyata, dan terkadang dibutuhkan tenaga profesional untuk menolong.

Nasihat Lucy tidak cukup menolong dalam penderitaan yang berat. Namun, penulis Mazmur 88 telah memberikan nasihat yang berguna dan membawa pengharapan. Ia sendiri sedang dilanda persoalan yang sangat besar, maka dengan jujur apa adanya, ia mencurahkan isi hatinya kepada Allah. “Jiwaku kenyang dengan malapetaka, dan hidupku sudah dekat dunia orang mati” (ay.4). “Telah Kautaruh aku dalam liang kubur yang paling bawah, dalam kegelapan, dalam tempat yang dalam” (ay.7). “Kenalan-kenalanku adalah kegelapan” (ay.19). Kita mendengar dan ikut merasakan kepedihan sang pemazmur, bahkan mungkin juga mengalami apa yang dideritanya. Namun, bukan itu saja. Dalam ratapannya tebersit harapan. “Ya Tuhan, Allah yang menyelamatkan aku, siang hari aku berseru-seru, pada waktu malam aku menghadap Engkau. Biarlah doaku datang ke hadapan-Mu, sendengkanlah telinga-Mu kepada teriakku” (ay.2-3; lihat ay.10,14). Persoalan besar bisa melanda kita, dan adakalanya langkah-langkah praktis seperti konseling dan bantuan medis memang diperlukan. Akan tetapi, jangan pernah berhenti berharap kepada Allah.—ARTHUR JACKSON

WAWASAN
Kitab Mazmur adalah buku himne Israel kuno. Kumpulan yang luar biasa dari 150 mazmur itu berisi sejumlah nyanyian ratapan. Dalam nyanyian ini, para penulisnya—yang sedang menghadapi keadaan sulit, menyakitkan, dan membingungkan—mencurahkan isi hati mereka secara puitis kepada Allah. Sebagian ahli meyakini hampir sepertiga kitab Mazmur adalah ratapan (pribadi maupun kolektif sebagai bangsa). Nyanyian ratapan mengandung hal-hal berikut, seperti terlihat dalam Mazmur 88: penjabaran tentang dilema pemazmur (ay.4-10); pertanyaan yang mengusik (ay.11-13; lihat juga Mazmur 13:2-3); panggilan atau seruan kepada Allah di tengah keadaan yang tidak menyenangkan (ay.3-4,10,14); dan sering kali juga pernyataan syukur dan harapan kepada Allah. —Arthur Jackson

Pernahkah kamu berpaling kepada Allah dalam kesesakanmu? Adakah yang menghalangimu berseru kepada-Nya saat ini?

Ya Bapa, tolonglah aku untuk dapat melihat tangan-Mu yang terbuka menyambutku, bagaimanapun keadaan yang kuhadapi sekarang.

Bacaan Alkitab Setahun: 1 Raja-raja 21-22; Lukas 23:26-56

Bagikan Konten ini
64 replies
« Older Comments
  1. Mega Selvia Purba
    Mega Selvia Purba says:

    Sangat tersntuh dan sesuai seperti yang sedang aku alami.ketika Sahabatku mengirimkan link ini,aku bersyukur rasanya dia adalah yg diutus Tuhan untuk memberitakan injilnya.

  2. Tety Vera hayati br.ginting
    Tety Vera hayati br.ginting says:

    amin🙏
    Tuhan selalu mengubah dan ikut serta dalam perubahan ku menjadi lebih baik .🙏

« Older Comments

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *