Ajaran Yesus yang Tidak Populer

Senin, 3 Mei 2021

Ajaran Yesus yang Tidak Populer

Baca: Matius 5:38-48

5:38 Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi.

5:39 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.

5:40 Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu.

5:41 Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.

5:42 Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu.

5:43 Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.

5:44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.

5:45 Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.

5:46 Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?

5:47 Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian?

5:48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”

 

Berilah kepada orang yang meminta kepadamu. —Matius 5:42

Ajaran Yesus yang Tidak Populer

Selama lima belas tahun, Mike Burden menyelenggarakan pertemuan-pertemuan yang sarat kebencian di toko kenang-kenangan yang ia kelola di sebuah kota kecil. Namun, ketika pada tahun 2012 istrinya mulai mempertanyakan keterlibatannya, hatinya melunak. Ia pun memutuskan untuk berubah setelah menyadari betapa salahnya pandangan rasialis yang selama ini dipegangnya. Kelompok militan yang selama ini bertemu di tempat Mike membalas dengan mengusir keluarganya dari apartemen yang mereka sewa dari salah seorang anggotanya.

Ke manakah ia pergi meminta bantuan? Sungguh mengagetkan ketika ia pergi mendatangi seorang pendeta kulit hitam setempat yang pernah berselisih paham dengannya. Sang pendeta dan gerejanya pun menyediakan rumah serta kebutuhan keluarga Mike sehari-hari untuk beberapa waktu lamanya. Ketika ditanya mengapa bersedia menolong, Pendeta Kennedy menjelaskan, “Yesus Kristus juga melakukan banyak hal yang sangat tidak populer. Bila tiba saatnya menolong, kita harus taat melakukan apa yang Allah ingin kita lakukan.” Di kemudian hari, Mike menjadi pembicara di gereja Kennedy dan meminta maaf kepada komunitas kulit hitam untuk andilnya dalam menyebarkan kebencian di masa lalu.

Yesus mengajarkan sejumlah ide yang tidak populer dalam khotbah-Nya di bukit: “Berilah kepada orang yang meminta kepadamu . . . Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu“ (Mat. 5:42,44). Pemikiran yang melawan arus seperti itulah yang Allah ingin kita ikuti. Walaupun tampak seperti kelemahan, sikap itu justru menunjukkan kekuatan dari Allah.

Yesus Kristus yang mengajar kita akan menganugerahkan kekuatan bagi kita untuk menjalani cara hidup yang melawan arus dalam apa pun yang dikehendaki-Nya atas kita.—ANNE CETAS

WAWASAN
“Hukum pembalasan” (“lex talionis”), yang mengajarkan mata ganti mata dan gigi ganti gigi (Keluaran 21:24; Imamat 24:20; Ulangan 19:21), terkadang salah dipahami sebagai anjuran pembalasan pribadi. Namun, dalam konteks hukum Perjanjian Lama, hukum tersebut tidak dimaksudkan untuk mendorong orang mencari pembalasan atas kerugian yang dideritanya. Sebaliknya, tujuannya untuk membatasi kecenderungan manusiawi untuk membalas secara setimpal. Alih-alih mengizinkan tindakan main hakim sendiri, pengadilan harus memastikan hukuman yang dijatuhkan sepadan dengan kejahatan yang dilakukan. Orang yang dilukai berhak membawa perkara itu ke pengadilan, bukan membalas dendam. Yesus tidak “memperbaiki” pengajaran Perjanjian Lama yang dirancang untuk memelihara perdamaian dan keadilan ini. Sebaliknya, Yesus menyerukan kepada umat-Nya, warga Kerajaan Allah, untuk tidak melawan atau membalas di tingkat pribadi (di luar hukum). Itu berarti orang-orang yang percaya kepada Kristus tidak boleh meniru kebobrokan pelakunya dengan membalas kejahatan dengan kejahatan. —Con Campbell

Bagaimana kamu selama ini menerapkan perkataan Yesus dengan memberi kepada mereka yang meminta dan mengasihi musuhmu? Adakah yang ingin dan perlu kamu ubah?

Ya Allah, tolonglah aku mengasihi sesama seperti Engkau mengasihi aku. Tunjukkanlah kepadaku cara untuk melakukannya hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun: 1 Raja-raja 14-15; Lukas 22:21-46

Bagikan Konten ini
46 replies
  1. Santi
    Santi says:

    mau merubah Bagaimana saya tdak harus dendam
    Dan mau menjadi yg lebih baik dan berusaha untuk menjadi lebih baik lagi

  2. rico art
    rico art says:

    Terimakasih Tuhan atas banyak berkat yang selalu Engkau limpahkan kepada kami hari lepas hari, pimpin dan kuatkanlah kami dimanapun kami berada ya Tuhan serta tolong kami
    sembuhkan juga orang-orang disekitar kami dari segala macam penyakit akibat pandemi ini ya Tuhan, serta beri kekuatan kepada yang terkena bencana,
    kami serahkan segala rencana kami ke dalam tangan Mu saja ya Tuhan biarlah kehendak Mu yang terjadi atas kami,
    terpujilah namaMu kekal selamanya, amin

  3. Astarani Pratamining Tyas
    Astarani Pratamining Tyas says:

    Masih dengan pergumulan yang sama yaitu,mau belajar untuk dapat mengampuni orang² yang bersikap tidak baik terhadap saya. melalui renungan ini saya semakin dikuatkan,AMIN

  4. Agustina
    Agustina says:

    amin,semoga kita mampu mengaku salah ketika kita bersalah,dan tetap jadi berkat dimana pun kita ada.

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *