Air yang Berlimpah

Kamis, 13 Mei 2021

Air yang Berlimpah

Baca: Keluaran 17:1-7

17:1 Kemudian berangkatlah segenap jemaah Israel dari padang gurun Sin, berjalan dari tempat persinggahan ke tempat persinggahan, sesuai dengan titah TUHAN, lalu berkemahlah mereka di Rafidim, tetapi di sana tidak ada air untuk diminum bangsa itu.

17:2 Jadi mulailah mereka itu bertengkar dengan Musa, kata mereka: “Berikanlah air kepada kami, supaya kami dapat minum.” Tetapi Musa berkata kepada mereka: “Mengapakah kamu bertengkar dengan aku? Mengapakah kamu mencobai TUHAN?”

17:3 Hauslah bangsa itu akan air di sana; bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa dan berkata: “Mengapa pula engkau memimpin kami keluar dari Mesir, untuk membunuh kami, anak-anak kami dan ternak kami dengan kehausan?”

17:4 Lalu berseru-serulah Musa kepada TUHAN, katanya: “Apakah yang akan kulakukan kepada bangsa ini? Sebentar lagi mereka akan melempari aku dengan batu!”

17:5 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Berjalanlah di depan bangsa itu dan bawalah beserta engkau beberapa orang dari antara para tua-tua Israel; bawalah juga di tanganmu tongkatmu yang kaupakai memukul sungai Nil dan pergilah.

17:6 Maka Aku akan berdiri di sana di depanmu di atas gunung batu di Horeb; haruslah kaupukul gunung batu itu dan dari dalamnya akan keluar air, sehingga bangsa itu dapat minum.” Demikianlah diperbuat Musa di depan mata tua-tua Israel.

17:7 Dinamailah tempat itu Masa dan Meriba, oleh karena orang Israel telah bertengkar dan oleh karena mereka telah mencobai TUHAN dengan mengatakan: “Adakah TUHAN di tengah-tengah kita atau tidak?”

 

Haruslah kaupukul gunung batu itu dan dari dalamnya akan keluar air, sehingga bangsa itu dapat minum. —Keluaran 17:6

Air yang Berlimpah

Di Australia, sebuah laporan menuliskan “kisah suram” tentang musim kemarau yang ekstrem, udara panas, dan kebakaran. Laporan itu menyebutkan tentang sepanjang tahun yang sangat buruk dengan curah hujan yang sangat minim, sehingga rumput kering menjadi mudah terbakar. Kobaran api yang meluas membakar kawasan pedesaan. Ikan-ikan mati. Panen gagal. Semua itu terjadi karena tidak adanya air, sumber daya alam yang sering dianggap remeh tetapi sebenarnya sangat dibutuhkan untuk keberlangsungan kehidupan.

Bangsa Israel juga pernah mengalami dilema yang mengkhawatirkan. Ketika mereka berkemah di padang gurun yang berdebu dan tandus, kita membaca keterangan yang mencemaskan ini: “Di sana tidak ada air untuk diminum bangsa itu” (Kel. 17:1). Bangsa itu merasa ngeri. Tenggorokan mereka kering. Pasir terasa sangat panas. Anak-anak mereka kehausan. Dalam ketakutan, bangsa Israel “bertengkar dengan Musa” menuntut diberikan air (ay.2). Namun, apa yang dapat Musa lakukan? Ia hanya bisa datang kepada Allah.

Allah pun memberikan instruksi yang janggal kepada Musa: “Bawalah juga di tanganmu tongkatmu . . . [dan] haruslah kaupukul gunung batu itu dan dari dalamnya akan keluar air, sehingga bangsa itu dapat minum” (ay.5-6). Kemudian Musa memukul gunung batu di sana, dan air pun memancar dengan deras, cukup untuk diminum bangsa itu dan ternak mereka. Hari itu, bangsa Israel tahu bahwa Allah sangat mengasihi mereka. Dia menyediakan air yang berlimpah.

Saat kamu mengalami kekeringan atau padang gurun dalam kehidupan, ketahuilah bahwa Allah mengetahuinya dan Dia tetap menyertaimu. Apa pun kebutuhan dan kekuranganmu, kiranya kamu memperoleh pengharapan dan kesegaran dari air hidup-Nya yang berlimpah.—Winn Collier

WAWASAN
Dalam waktu singkat, bangsa Israel langsung dikenal sebagai bangsa yang senang mengeluh. Di Mara, mereka bersungut-sungut karena airnya terlalu pahit untuk diminum (Keluaran 15:22-24). Kemudian mereka bersungut-sungut karena ketiadaan makanan (16:2-3). Sekarang mereka “bertengkar dengan Musa” mengenai ketiadaan air minum (17:2). Karena jengkel, “berseru-serulah Musa kepada TUHAN” (ay.4). Allah memerintahkan Musa: “bawalah juga di tanganmu tongkatmu yang kaupakai memukul sungai Nil” (ay.5). Tongkat itu, yang juga diulurkan Musa ketika air Laut Teberau dibelah Allah (14:21), adalah pengingat nyata atas apa yang telah Allah lakukan bagi bangsa Israel di masa lampau. Kali ini, Musa memukul gunung batu, sehingga dari dalamnya keluar air bagi bangsanya. Ingatan atas pengalaman kasih setia Allah menjadi penawar bagi sikap yang suka bersungut-sungut. —Tim Gustafson

Bagian manakah dari hidupmu yang terasa gersang dan tandus? Bagaimana kamu dapat mencari dan mengandalkan kelimpahan air hidup dari Allah?

Ya Allah, aku membutuhkan air hidup-Mu yang memelihara diriku. Jika Engkau tidak menolong aku, tidak mungkin aku bisa bertahan. Kasihanilah aku dan berikanlah air yang kubutuhkan itu.

Bacaan Alkitab Setahun: 2 Raja-raja 17-18; Yohanes 3:19-36

Bagikan Konten Ini
43 replies
  1. rohana purba
    rohana purba says:

    amin…..selamat memperingati kenaikan isa almasih😇😇😇😇

  2. Setiawati Herawati
    Setiawati Herawati says:

    hanya engkau bpk andalan dlm hdpku ajar kami di dlm situasi sulit untk kami selalu dtg kpdmu karna engkau lah bpk sandaran hdp kami yg kami percaya dan di puji dan di agungkan haleluyah amin ya bpk yg tdk mungkin menjadi di mungkin amin

  3. rico art
    rico art says:

    Terimakasih Tuhan atas banyak.berkat yang selalu Engkau limpahkan kepada kami hari lepas hari. pimpin dan kuatkanlah kami dimanapun kami berada ya Tuhan serta tolong kami, sembuhkan juga orang-orang disekitar kami dari segala macam penyakit akibat dari pandemi ini ya Tuhan , serta beri kekuatan kepada yang terkena bencana, kami menyerah kan segala rencana kehidupan kami kedalam tanganMu saja ya Tuhan, biarlah kehendakMu yang terjadi atas kami, terpujilah namaMu kekal selamanya, amin

  4. Siska Tandy
    Siska Tandy says:

    Amin. terimakasih kasih Tuhan Yesus, sudah menjadi sumber mata air bagi hidupku..😇

  5. Siska Tandy
    Siska Tandy says:

    Amin. terimakasih kasih Tuhan Yesus, sudah menjadi sumber mata air bagi hidupku..😇

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *