Susu Terlebih Dahulu

Info

Jumat, 30 April 2021

Susu Terlebih Dahulu

Baca: Ibrani 5:11-6:2

5:11 Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan, tetapi yang sukar untuk dijelaskan, karena kamu telah lamban dalam hal mendengarkan.

5:12 Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras.

5:13 Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil.

5:14 Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.

6:1 Sebab itu marilah kita tinggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus dan beralih kepada perkembangannya yang penuh. Janganlah kita meletakkan lagi dasar pertobatan dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, dan dasar kepercayaan kepada Allah,

6:2 yaitu ajaran tentang pelbagai pembaptisan, penumpangan tangan, kebangkitan orang-orang mati dan hukuman kekal.

Makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa. —Ibrani 5:14

Susu Terlebih Dahulu

Pada abad ketujuh, daerah-daerah yang sekarang membentuk Kerajaan Inggris merupakan kerajaan-kerajaan kecil yang saling berperang. Ketika Raja Oswald dari Northumbria percaya kepada Tuhan Yesus, ia memanggil seorang misionaris untuk mengabarkan Injil ke tengah wilayah kekuasaannya. Diutuslah seseorang bernama Corman, tetapi pelayanannya tidak berjalan baik. Ia mendapati orang Inggris itu “keras kepala”, “biadab”, dan tidak tertarik pada khotbahnya. Ia pun pulang dengan perasaan frustrasi.

“Menurut pendapat saya,” ungkap seorang biarawan bernama Aidan kepada Corman, “kamu bersikap terlalu keras kepada para pendengarmu yang tidak terpelajar.” Alih-alih memberikan “susu pengajaran yang lebih mudah dicerna”, Corman telah memberi warga Northumbria pengajaran keras yang belum bisa mereka pahami. Aidan lalu pergi ke Northumbria, menyesuaikan isi khotbahnya dengan pemahaman orang-orang di sana, dan ribuan orang pun menjadi percaya kepada Yesus.

Aidan mendapatkan cara misi yang penuh kepekaan ini dari Kitab Suci. “Susulah yang kuberikan kepadamu, bukanlah makanan keras, sebab kamu belum dapat menerimanya,” kata Paulus kepada jemaat di Korintus (1Kor. 3:2). Sebelum orang dituntut menjalani cara hidup yang benar, kitab Ibrani berkata bahwa mereka harus terlebih dahulu memahami pokok-pokok pengajaran dasar tentang Yesus Kristus, pertobatan, dan baptisan (Ibr. 5:13-6:2). Kedewasaan akan menyusul (5:14), jadi janganlah urutannya terbalik. Susu terlebih dahulu, baru daging. Orang tidak akan mematuhi pengajaran yang tidak mereka mengerti.

Iman warga Northumbria akhirnya menyebar ke seluruh negeri dan daerah-daerah lain. Seperti pemberitaan Injil yang dilakukan Aidan, jangkaulah orang lain dengan cara-cara yang dapat mereka mengerti. —Sheridan Voysey

WAWASAN
Bagi kita orang percaya, penting untuk dapat menerangkan iman kita dalam cara yang mudah dimengerti oleh orang lain, tetapi penulis surat Ibrani mendorong pembacanya untuk “maju ke pelajaran-pelajaran yang lebih lanjut tentang kedewasaan kehidupan Kristen” (6:1 BIS). Bagian dari surat itu mengisyaratkan keputusasaan yang dirasakan penulis terhadap mereka. Iman mereka telah mandek, tetapi di sepanjang surat ini terdapat dorongan yang kuat agar mereka kembali maju. Penulisnya sudah menerangkan bagaimana Yesus adalah Pribadi yang lebih tinggi daripada segala sesuatu (pasal 1-5); sekarang ia ingin membangun iman orang-orang percaya itu. “Kami yakin bahwa kalian telah menerima hal-hal yang lebih baik,” tulisnya, “yaitu berkat-berkat yang merupakan bagian dari keselamatanmu” (6:9 BIS). Selanjutnya, ia menasihati pembacanya untuk mengikuti teladan orang-orang beriman yang telah mendahului mereka (pasal 11) dan “berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita . . . dengan mata yang tertuju kepada Yesus” (12:1-2). —Tim Gustafson

Bagaimana kamu menjelaskan Injil dengan cara yang sederhana? Adakah yang perlu kamu ubah agar kamu tidak menuntut mereka yang belum percaya kepada Tuhan untuk berpikir atau berperilaku seperti kamu?

Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau telah menjangkau diriku dengan cara-cara yang dapat kumengerti.

Bacaan Alkitab Setahun: 1 Raja-raja 8-9; Lukas 21:1-19

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, Santapan Rohani, SaTe Kamu

40 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!