Ringan Tangan

Info

Kamis, 1 April 2021

Ringan Tangan

Baca: 1 Petrus 4:7-11

4:7 Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.

4:8 Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa.

4:9 Berilah tumpangan seorang akan yang lain dengan tidak bersungut-sungut.

4:10 Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.

4:11 Jika ada orang yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah; jika ada orang yang melayani, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah, supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus. Ialah yang empunya kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya! Amin.

Bantulah dalam kekurangan orang-orang kudus dan usahakanlah dirimu untuk selalu memberikan tumpangan! —Roma 12:13

Ringan Tangan

Seseorang menelepon ke sebuah stasiun radio Kristen bercerita tentang istrinya yang baru pulang ke rumah setelah menjalani operasi di rumah sakit. Kemudian ia mengungkapkan sesuatu yang sangat menyentuh hati saya: “Setiap orang dalam gereja kami begitu ringan tangan dalam memenuhi kebutuhan kami selama masa-masa tersebut.”

Mendengar pernyataan sederhana tersebut, saya diingatkan pada nilai penting dari kemurahan hati dan kepedulian di antara orang Kristen. Saya berpikir bahwa perbuatan kasih dan dukungan kepada saudara-saudari seiman merupakan salah satu cara terbaik untuk mendemonstrasikan kuasa Injil yang sanggup mengubah hidup manusia.

Dalam kitab 1 Petrus, sang rasul menulis surat yang ditujukan kepada jemaat-jemaat abad pertama di suatu wilayah yang sekarang dikenal sebagai negara Turki. Dalam suratnya, Petrus mendorong para pembacanya untuk melakukan sesuatu yang juga ditulis oleh rekannya, Paulus, di Roma 12:13: “Memberikan tumpangan.” Setelah berkata, “Kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, . . . berilah tumpangan,” Petrus juga menasihati mereka untuk menggunakan karunia-karunia yang telah diberikan Allah kepada mereka untuk “[melayani] seorang akan yang lain” (1Ptr. 4:8-10). Itu semua adalah petunjuk yang jelas bagaimana seharusnya setiap orang percaya memperlakukan saudara-saudari seiman mereka.

Di dalam hidup ini, kita tentu mengetahui seseorang seperti istri penelepon tadi, yaitu mereka yang membutuhkan kehadiran orang lain yang akan menunjukkan kepedulian dan kasih Kristus. Dengan kekuatan dari Allah, kiranya kita menjadi orang-orang yang dikenal “ringan tangan.”—DAVE BRANON

WAWASAN
Dalam 1 Petrus 4:10-11, Petrus menyebutkan secara singkat nilai dari karunia-karunia rohani, suatu topik yang dibahas Paulus lebih lengkap dalam Roma 12:4-8 dan 1 Korintus 12-14. Roma 12 memberikan apa yang dipandang sejumlah ahli sebagai contoh-contoh (bukan daftar yang lengkap) dari karunia rohani. Dalam 1 Korintus 12-14, Paulus mencantumkan banyak karunia yang sama, tetapi menambahkan beberapa karunia yang lain. Namun, dari 1 Korintus 12 kita mengetahui tujuan utama dari karunia rohani: “Kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama” (ay.7). Perhatikan frasa “untuk kepentingan bersama.” Karunia rohani kita bukanlah untuk kita, melainkan untuk bersama. Ketika semua anggota tubuh Kristus menggunakan karunia mereka, semua anggota terlayani dengan semestinya. —Bill Crowder

Apa saja sarana yang telah Allah berikan kepadamu untuk dapat menolong mereka yang butuh pertolongan? Bagaimana Allah sendiri menyingkapkan kemurahan hati-Nya kepadamu?

Allah Mahakasih, tolonglah aku untuk dapat melihat siapa saja yang membutuhkan pertolongan atau kata-kata yang menguatkan dariku, dan mampukan aku untuk bermurah hati kepada mereka.

Bacaan Alkitab Setahun: Hakim-hakim 13-15; Lukas 6:27-49

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, Santapan Rohani, SaTe Kamu

60 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!